MoneyTalk.id,Jakarta – Aktivis media sosial Ferry Koto melontarkan kritik keras terhadap tata kelola pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai kondisi birokrasi pemerintahan saat ini semakin memprihatinkan dan mempertanyakan posisi serta pengaruh Teddy dalam lingkaran kekuasaan pemerintahan.
Kritik tersebut disampaikan Ferry melalui akun media sosialnya. Ia menilai persoalan birokrasi pemerintahan sudah berada pada tahap yang serius.
“Terlepas dari caption akun ini, memang parah ini sudah. Rusak birokrasi pemerintahan,” kata Ferry di akun X (Twitter), Selasa (8/9/2026).
Ferry juga menyoroti posisi Teddy yang menurutnya hanya berada pada level eselon II. Ia mempertanyakan keberadaan Teddy dalam sejumlah situasi yang menurutnya semestinya melibatkan pejabat dengan kewenangan lebih tinggi.
“Sudah banyak yang ingatkan, Teddy itu hanya eselon 2, duduk di sana saja ndak pantas, ada Mensesneg di sana, atasan Teddy dua tingkat,” ujarnya.
Menurut Ferry, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut posisi seorang pejabat, tetapi berkaitan dengan pola pengambilan keputusan di lingkungan pemerintahan.
Ia bahkan menduga pengaruh Teddy bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pemerintahan Prabowo dinilai tidak berjalan sesuai dengan gagasan yang pernah disampaikan Prabowo sebelum menjadi Presiden.
“Jangan-jangan dugaan banyak pihak penyebab kenapa pemerintahan Pak Prabowo ini amatir, dan tak sesuai dengan gagasan-gagasannya saat belum jadi Presiden, ya karena sebenarnya pemerintahan ini dikendalikan Teddy, yang jelas masih amatiran,” kata Ferry.
Meski demikian, kritik Ferry menambah sorotan terhadap tata kelola pemerintahan Presiden Prabowo, terutama terkait struktur birokrasi, pembagian kewenangan, serta siapa saja yang memiliki pengaruh dalam proses pengambilan keputusan di lingkaran Istana.
Di akhir pernyataannya, Ferry menutup kritiknya dengan ungkapan singkat, “Amsiong wis,” yang menggambarkan kekecewaannya terhadap kondisi pemerintahan yang ia soroti.





