MoneyTalk,Jakarta – Kali ini HUT ke-79 TNI 5 Oktober 2024 bukan ulang tahun yang paling membahagiakan. Tidak bahagia lantaran anggaran buat TNI atau anggaran pertahanan bisa dibilang secuil yang dianggarkan setiap dari APBN
Memang dalam komposisi APBN, anggaran pertahanan setiap tahun, kalau tidak menempati satu atau nomor dua diantara lembaga lembaga negara. Nah dari sini anggaran pertahanan kita bisa disebut besar.
Tapi nanti dulu. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa anggaran TNI atau anggaran pertahanan kita itu besar.
Sebetulnya anggaran TNI atau pertahanan setiap tahun itu kecil. Apalagi anggaran TNI dibandingkan dengan anggaran kepolisian atau Polri makin kelihatan bahwa anggaran TNI itu minim sekali.
Anggaran Polri pada tahun 2024 sebesar Rp.117.406.A34.O92.000 dan Anggaran kementerian pertahanan sebesar Rp.139.268.959.950.000.Nah dari gambaran tahun 2024 saja, sudah kelihatan bahwa anggaran dari TNI yang lebih besar dari anggaran kepolisian.
Tetapi besar anggaran kementerian Pertahanan atau TNI ini, harus dibagi bagi kepada pertama, Untuk kementerian pertahanan sebesar Rp.26.310.066.905.000, kedua, Untuk Markas Besar TNI sebesar Rp.10.570.079.546.000, ketiga Untuk Markas TNI AD sebesar Rp.58.148.406.541.000, Keempat Untuk Markas TNI AL sebesar Rp.25.440.918.737.000, dan kelima Markas besar TNI AU sebesar Rp.18.799.488.221.000
Sedangkan buat anggaran kepolisian sebesar Rp.117.406.A34.O92.000 tidak ada dibagi bagi. Semua anggaran ini buat kebutuhan lembaga polisi dan personil mereka. Maka dari sini saja sudah kelihatan personil polisi hidup sejahtera daripada personil TNI.
Menurut Direktur CBA (Center For Budget Analisis) Uchok Sky Khadafi, Anggaran TNI atau anggaran pertahanan kita masih menyedihkan bila dibandingkan dengan anggaran kepolisian.
Perbandingan anggaran TNI dengan Polisi seperti Bumi dengan langit. Anggaran pertahanan kita tidak cukup untuk beli rudal Supersonik atau kapal selam yang paling modern, sindir Uchok Sky.
Apalagi saat ini model dan pola perang Modern bukan lagi utamakan memobilisasi pasukan. Tapi lebih dulu memakai satelit, drone, dan rudal untuk menghantam dan menghancurkan pertahanan musuh, jelas Uchok Sky
Dan kecilnya anggaran TNI, dan besarnya Anggaran Polri, hanya berdampak kepada nafsu Polri untuk masuk invasi, menguasai, dan menduduki lembaga lembaga kementerian, atau lembaga negara, dan juga banyak yang invasi masuk ke perusahaan BUMN jadi komisaris, jelas Uchok Sky.





