4 November 2026

Universitas Moestopo

JAKARTA, MoneyTalk – Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Paiman Raharjo, M.M., M.Si. hari ini diangkat sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) periode 2023-2024 oleh Presiden Joko Widodo.

Prof. Paiman Raharjo diangkat lewat Keputusan Presiden Nomor 32/M Tahun 2023 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju dan menerima amanah tersebut sebagai tugas negara yang harus dijalankannya dengan penuh fokus dan dedikasi.

“Ini adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan serius. Saya akan menuangkan pemikiran dan tenaga saya untuk membantu Presiden Jokowi mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045,” kata Prof. Paiman, Senin (17/7/2023).

Perjalanan Prof. Paiman hingga sampai titik ini tidaklah mudah. Sebab Paiman Raharjo adalah seorang tokoh yang menginspirasi banyak orang dengan perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan dan kerja keras.

Ia dilahirkan di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Dikenal sebagai salah satu perantau sukses dari Klaten, Paiman memiliki latar belakang yang menarik sebelum akhirnya melanjutkan karirnya sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) di Kabinet Indonesia Maju.

Pada awalnya, setelah menyelesaikan SMP di Klaten pada tahun 1985, Paiman memutuskan untuk mencari peruntungan di Jakarta. Saat itu, dia masih tergolong muda namun tidak gentar menghadapi tantangan hidup di kota metropolitan yang keras.

Paiman memulai karirnya sebagai tukang sapu di Yayasan Gembala Baik. Meskipun menjadi tukang sapu, dia tetap tidak menyerah dan melanjutkan pendidikan di Sekolah Teknik Menengah (STM) Budhaya Jakarta, lulus pada tahun 1989.

Selama bekerja sebagai tukang sapu, Paiman juga menjalani berbagai pekerjaan lain seperti tukang kebun dan satpam. Ia melakukan semua pekerjaan tersebut dengan dedikasi dan keuletan yang tinggi. Setelah lulus dari STM, Paiman melanjutkan pendidikan sarjana (S1) dalam Ilmu Administrasi dan Magister (S2) dalam Magister Administrasi di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta.

Paiman tidak berhenti sampai di situ. Ia kemudian melanjutkan pendidikan doktor (S3) dalam Ilmu Administrasi di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung.

Dengan dukungan dan dorongan dari lingkungan sekitarnya, Paiman berhasil menyelesaikan pendidikan hingga tingkat doktor. Menurutnya, kesuksesan bukanlah milik orang kaya, tetapi milik setiap individu yang bekerja keras dan memiliki pendidikan yang memadai.

Setelah menyelesaikan pendidikan, pria kelahiran 17 Juni 1967 tersebut mendapatkan berbagai posisi strategis di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta. Ia mulai dari Kasubag, Wakil Dekan, Direktur PPs, hingga akhirnya menjadi Rektor universitas tersebut. Sebagai seorang pemimpin akademik, Paiman berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan reputasi Universitas Moestopo. Ia ingin menjadikan universitas tersebut sebagai institusi pendidikan berkelas dunia dengan standar internasional.

Meskipun telah meraih kesuksesan di ibu kota, Paiman tidak pernah melupakan asal-usulnya di Klaten. Ia selalu aktif dalam memberikan sumbangan pemikiran dan upaya untuk memajukan daerah asalnya. Paiman seringkali pulang ke Klaten untuk bertemu dengan keluarga dan teman-teman serta menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah setempat.

Dengan lika-liku kehidupan yang sudah dijalani, Paiman Raharjo adalah contoh nyata bahwa kesuksesan dapat dicapai melalui kerja keras, ketekunan, dan pendidikan yang memadai.

Dan dengan perjalanan hidupnya yang menginspirasi, ia membuktikan bahwa seseorang tidak perlu merasa terbelenggu oleh latar belakang atau pekerjaan awal mereka. Paiman Raharjo telah menjadi panutan bagi banyak orang dalam menghadapi tantangan hidup dan mewujudkan cita-cita mereka melalui pendidikan dan kerja keras.

JAKARTA, MoneyTalk – Kerja sama antar negara-negara di kawasan Asia Tenggara sangatlah penting untuk dilakukan, termasuk dengan Brunei Darussalam. Untuk itulah, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) mencoba menjajaki pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di negeri berjulukan ‘Negara Jamilah’ tersebut.

Untuk itu, Wakil Rektor III Universitas Moestopo, Dr. Ryantori bertemu dengan Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, H. E. Prof. Achmad Ubaedillah, M.A., Ph.D.

“Sebagai salah satu universitas swasta terkemuka di Indonesia dan demi menuju kampus kelas dunia, Universitas Moestopo terus melebarkan sayap di kancah internasional. Kami berharap bisa bekerjasama dengan sivitas akademika yang ada di Brunei Darussalam,” kata Dr. Ryantori.

Brunei merupakan salah satu negara penting di ASEAN. Menurut Prof. Achmad Ubaedillah Brunei memiliki arti penting dalam konteks regional yaitu Brunei, Indonesia, Malaysia, Philippines East ASEAN Growth Area yang sering disingkat menjadi BIMP-EAGA.

Karena itu, Prof. Achmad Ubaedillah yang pernah menjabat sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Riyadh, Arab Saudi ini juga mendorong agar kalangan akademisi mau meneliti lebih jauh mengenai potensi Brunei Darussalam yang positif bagi Indonesia agar Brunei tidak melirik ke negara lain.

“Brunei Darussalam dan Indonesia memiliki sejarah hubungan baik yang panjang. Itulah sebabnya kerja sama di berbagai bidang termasuk pendidikan harus terus dilakukan demi menjaga hubungan kedua negara,” lugasnya.

Hal itulah yang direspon oleh Universitas Moestopo. Dr. Ryantori mengatakan inisiatif Prof. Achmad Ubaedillah sangatlah bagus. Dan demi mewujudkannya, Universitas Moestopo menawarkan kerja sama berupa program Ambassador Lectures dalam waktu dekat.

“Universitas Moestopo juga berkeinginan melakukan kunjungan ke Brunei Darussalam untuk penjajakan kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan kampus dan akademisi di Brunei Darussalam yang dijembatani oleh Bapak Duta Besar Ubaedillah dalam kesempatan mendatang,” ujar Dr. Ryantori.

Dr. Ryantori juga berharap dengan jejaring luas dengan para Duta Besar, dan juga para tokoh lainnya, Universitas Moestopo dapat turut mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat di Indonesia, sesuai dengan motto dari Universitas Moestopo yaitu menebarkan pengetahuan, keterampilan, dan kebajikan.

JAKARTA, MoneyTalk – Sebagai negara yang menganut Trias Politica yang membagi kekuasaan dalam tiga bidang yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif, keberadaan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai lembaga legislatif sangatlah penting.

Karena itu, mempelajari apa saja tugas dan fungsi DPR di Indonesia sangat krusial, terutama bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP).

Untuk mengetahui apa saja peran, tugas, wewenang, dan fungsi DPR serta posisinya dalam sistem kenegaraan Indonesia, Himpunan Mahasiswa dari Program Studi Administrasi Publik pada FISIP Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) pun melakukan kunjungan ke DPR RI.

Menurut Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Drs. H. Fathan Subchi, M.A.P. DPR RI memiliki peran kunci dalam membuat undang-undang, mengawasi pemerintahan, menyetujui anggaran negara, mewakili rakyat, menjalankan hubungan internasional, melakukan pemeriksaan kepatuhan, serta mengajukan pertanyaan dan interpelasi kepada pemerintah.

“Semua tugas dan fungsi tersebut dijalankan dengan tujuan menjaga kepentingan rakyat, mengawasi pemerintahan, dan memastikan kebijakan yang baik untuk masyarakat,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PKB, Tommy Kurniawan. Menurutnya, sebagai perwakilan rakyat, DPR selain harus menjalankan tugas-tugasnya, juga mesti bersinergi dengan pemerintah demi kemajuan pembangunan Indonesia.

Dia lalu mencontohkan kebijakan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang harus didukung oleh semua pihak demi tercipta pemerataan untuk masyarakat di luar pulau Jawa.

“Walaupun provinsinya kaya akan SDA, tetapi masih banyak masyarakat yang kekurangan. Pemindahan Ibu Kota Negara ini diharapkan dapat memperbaiki keadaan dan ekonomi di Kalimantan agar dapat perlahan tumbuh seperti Cikarang yang menjadi pusat industri,” lugas anggota DPR dari Dapil Jawa Barat V ini.

Bagi kedua anggota DPR tersebut, kedatangan para mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Moestopo ini sangat baik sebagai medium edukasi.

“Mahasiswa Universitas Moestopo sangat bagus karena memiliki critical thinking. Semoga pertemuan ini dapat membawa manfaat bagi mahasiswa sebagai penerus bangsa,” tegas Tommy.

Sementara itu, Dekan FISIP Universitas Moestopo Dr. Drs. Budi Harsono, M.M. pun menuturkan bila kunjungan mahasiswa ke DPR ini sangat penting bagi kemajuan pendidikan.

“Saya berharap supaya para mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Moestopo dapat mengambil manfaat dan mengimplementasikan secara langsung teori-teori yang didapatkan di perkuliahan untuk meningkatkan disiplin ilmu dan pengkajian serta pengembangan keilmuannya,” tegasnya.

Kepala Program Studi Administrasi Publik FISIP Moestopo, Yasef Firmansyah, M.Si., menambahkan bahwa FISIP Moestopo mendukung kegiatan himpunan mahasiswa yang bisa menjadi wadah bagi pengembangan keterampilan para mahasiswa, seperti keterampilan berkomunikasi dalam mengutarakan pendapat secara elegan dan beretika.

“Selain studi edukasi parlemen, Prodi Administrasi Publik Universitas Moestopo juga mendukung kegiatan kemahasiswaan yang merangsang kontribusi positif partisipasi publik seperti pengembangan administrator muda dan kewirausahaan yang kreatif,” tutupnya.

Jakarta, MoneyTalk – Dengan potensi pasar yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang konsisten, saat ini Indonesia dipandang sebagai salah satu negara besar dengan ekonomi paling berkembang di dunia.

Hal itu terbukti dengan ditunjuknya Indonesia untuk menggelar pertemuan G20 di Bali dan diundang dalam KTT G7 di Hiroshima, Jepang.

Menurut Wakil Rektor I Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Budiharjo, M.Si., saat ini sangat penting untuk mempersiapkan era Indonesia emas dengan pendekatan green economy.

“Jika kita ingin menciptakan Indonesia emas, seyogyanya kita kawal di aspek konsep, aspek kebijakan publik, aspek sistem, aspek strategi dan aspek SDM serta SDA,” ujar Prof. Budiharjo dalam Studium Generale bertema ‘Green Economy Menuju Indonesia Emas’ yang digelar Pusat Studi Bisnis Universitas Moestopo, Senin (29/5/2023).

Sebagai lembaga pendidikan tinggi, Universitas Moestopo pun menurut Prof. Budiharjo mempunyai tanggung jawab moral untuk membedah sebuah kebijakan publik yang menggunakan green economy untuk dikupas dan dianalisa dengan pisau akademis.

“Sebagai institusi pendidikan, universitas harus mampu membekali para mahasiswa tidak hanya dari sisi knowledge tapi juga keterampilan dan bakat,” tambah Ketua Panitia Studium Generale, Dr. FX. Sugianto, M.M.

Sementara itu, Komisaris Independen Bank BCA, Dr. Cyrillus Harinowo memaparkan bahwa saat ini green economy merupakan arah baru di dunia investasi Indonesia.

Hal tersebut bisa dilihat dari bagaimana industri saat ini sudah mulai melakukan dekarbonisasi dan mengadopsi sumber energi berkelanjutan hingga transformasi menuju kendaraan listrik yang sudah di depan mata.

“Indonesia memiliki cadangan nikel yang besar sebagai bahan baku dasar pembuatan baterai kendaraan listrik. Hal ini berpotensi untuk mewujudkan Indonesia menjadi salah satu pemain utama di era transformasi kendaraan listrik,” jelasnya.

Dr. Cyrillus pun memprediksi dengan semua indikator yang ada Indonesia akan menuju era keemasan. Sebab saat ini Sumatera, Jawa, dan Kalimantan terus konsisten dalam ‘Growth Path.’

“Sementara itu kita memiliki New Drivers of Growth yakni nickel region, Kawasan Industri Hijau Kalimantan Utara, dan IKN. Di tambah kawasan Indonesia Timur yang di masa depan akan pesat berkembang,” lugasnya.

Karenanya, diyakini Indonesia akan mengalami Indonesia Emas pada tahun 2045 yang juga merupakan saat Indonesia genap 100 tahun.

Untuk mewujudkannya butuh persiapan dini dan matang yang bisa dimulai saat ini dengan menerapkan green economy demi menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pembatasan eksploitasi sumber daya alam dan penerapan pembangunan yang rendah karbon.

“Pemanfaatan SDA harus dilakukan secara efektif dan efisien dengan menerapkan investasi hijau, penggunaan sumber energi yg baru dan terbarukan, serta inovasi pada penemuan teknologi baru yang ramah lingkungan,” tegas CEO Pusat Studi Busnis Universitas Moestopo, Dr. Ir. Tjipta Purwita, MBA yang juga berperan sebagai moderator.

JAKARTA, MoneyTalik – Niat Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) untuk menjadi kampus kelas dunia sangatlah besar. Berbagai usaha untuk mewujudkan hal tersebut telah dilakukan. Terbaru, Universitas Moestopo menjajaki kerjasama dengan Universiti Malaya, Malaysia.

Penjajakan tersebut dilakukan langsung oleh Rektor Universitas Moestopo, Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, M.M., M.Si. yang menyambangi Universiti Malaya.

“Kami ingin kolaborasi hal-hal tentang pendidikan khususnya menyangkut Tri Dharma Perguruan Tinggi agar kita bisa mewujudkan kampus kelas dunia,” ujar Prof. Paiman.

Prof. Paiman yang memiliki visi besar untuk Universitas Moestopo lalu melanjutkan jika kunjungan ini dia maksudkan sebagai langkah awal untuk meningkatkan akreditasi Universitas Moestopo, khususnya untuk Program Magister Manajemen pada Program Pascasarjana Universitas Moestopo.

Karena itu, Prof. Paiman secara khusus mendatangi Faculty of Business and Accountancy, Graduate School of Business yang ada di Universiti Malaya.

“Universitas Moestopo ingin menjadi kampus kelas dunia yang saat ini telah memiliki akreditasi nasional dan akreditasi internasional untuk Program Pascasarjana. Kami percaya dengan usaha-usaha yang tulus, niat tersebut bisa terwujud,” katanya.

Seperti diketahui, Universitas Moestopo adalah salah satu universitas swasta tertua di Jakarta yang telah berdiri sejak 1961. Universitas Moestopo juga merupakan kampus swasta peraih penghargaan keberagaman agama dari ASIC, Inggris.

Di bawah naungannya, lahir Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) yang sudah berakreditasi A (Unggul) dan dilengkapi dengan Rumah Sakit Gigi dan Mulut terakreditasi paripurna. Ada pula Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) yang juga sudah berakreditasi A.

Di FISIP tersedia dua program studi yakni Ilmu Administrasi Publik dengan konsentrasi Manajemen Pelayanan Publik dan Administrasi Pembangunan, serta program studi Ilmu Hubungan Internasional dengan konsentrasi Keamanan Internasional dan Ekonomi Politik Internasional. Keduanya pun sudah berakreditasi A.

Tak hanya itu, Universitas Moestopo juga memiliki Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang memiliki program studi Manajemen dengan konsentrasi Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran dan Manajemen SDM, serta program studi Akuntansi dengan konsentrasi Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, dan Akuntansi Perpajakan.

Sementara itu, untuk Fakultas Ilmu Komunikasi hadir program studi Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Hubungan Masyarakat, Jurnalistik, Periklanan, dan Broadcasting. Semuanya sudah terakreditasi A. Terbaru, Universitas Moestopo juga menghadirkan Fakultas Teknik.

Tak berhenti sampai disitu, Universitas Moestopo juga memiliki Program Pascasarjana unggul dengan Program Studi Magister Manajemen, Magister Ilmu Komunikasi, Magister Administrasi Publik, yang sudah terakreditasi A, serta Program Doktor Administrasi Publik.

“Kami percaya dengan penyelenggaraan pendidikan berkualitas, Universitas Moestopo mampu melahirkan generasi unggul yang akan memberi kontribusi pada pembangunan Bangsa Indonesia. Karena itu, mari kita dukung untuk tercapainya Universitas Moestopo sebagai universitas kelas dunia,” pungkas Prof. Paiman.

JAKARTA, MoneyTalk – Sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi bergengsi, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) memiliki komitmen kuat mengembangkan dunia pendidikan dan guru di Indonesia.

Semangat tersebut bukan hanya berada di level perguruan tinggi semata, namun juga merambah ke tingkat sekolah menengah atas.

Rektor Universitas Moestopo, Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, M.M., M.Si. mengatakan bila kualitas siswa sangat bisa lebih ditingkatkan kembali untuk mendapatkan mahasiswa berprestasi yang pada akhirnya melahirkan generasi muda emas Indonesia.

“Salah satu orang yang memiliki peran penting adalah Guru Bimbingan dan Konseling. Karena itu, kerja sama erat dengan Guru Bimbingan dan Konseling harus dipererat guna meningkatkan SDM pendidik dan prefesionalisme tenaga pendidik,” jelas Prof. Paiman.

Untuk tujuan tersebut, Prof. Paiman mewakili Universitas Moestopo akan menjadi pembicara di lima workshop bertema ‘Profesionalitas Guru Bimbingan Konseling Mendukung Sekolah Merdeka’ yang digelar oleh Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) DKI Jakarta.

Prof. Paiman lalu menjelaskan jika Universitas Moestopo sendiri juga bermula dari sekolah gigi sebelum akhirnya menjelma menjadi Fakultas Kedokteran Gigi. Saat ini FKG Universitas Moestopo merupakan salah satu FKG terbagus di Indonesia dan telah melahirkan ribuan dokter gigi.

Selain FKG, Universitas Moestopo juga memiliki Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan prodi Administrasi Publik dan Hubungan Internasional, kemudian ada pula Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan prodi Akuntansi dan Manajemen, serta Fakultas Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Humas, Periklanan, Jurnalistik, dan Digital Broadcasting.

Tak hanya itu, Universitas Moestopo memiliki Program Pascasarjana dengan prodi Magister Manajemen, Magister Administrasi Publik serta Magister Ilmu Komunikasi.

Universitas Moestopo memiliki 3 kampus yang ada di kawasan Senayan, Bintaro, dan Ulujami, sebuah Rumah Sakit Gigi dan Mulut, serta SMK Kesehatan di Leuwiliang, Bogor.

“Universitas moestopo sendiri telah ikut membantu dalam mencerdaskan bangsa mulai dari tahun 1961 dan telah mendapatkan akreditasi internasional yaitu ISO 901,” papar Prof. Paiman.

“Harapannya, hubungan yang lebih erat dengan Guru Bimbingan Konseling akan mempererat pula hubungan sekolah dengan Universitas Moestopo. Apalagi Universitas Moestopo yang telah bekerjasama dengan beberapa universitas internasional saat ini tengah dipersiapkan untuk menjadi kampus kelas dunia,” lugas Prof. Paiman.

JAKARTA, MoneyTalk – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) merupakan salah satu FKG swasta tertua di Jakarta. Karena itu tak heran bila pembelajaran di FKG Universitas Moestopo memiliki kualitas tinggi.

Terbaru, Pengurus Perkumpulan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (Perkumpulan LAM-PTKes) menetapkan status “Terakreditasi” dan peringkat ‘Unggul’ pada dua program studi yang ada di FKG Moestopo.

Pertama akreditasi peringkat Unggul diberikan pada Program Studi Sarjana Pendidikan Dokter Gigi UPDM (B) dan yang kedua diberikan untuk Program Studi Profesi Dokter Gigi UPDM (B).

Dalam melaksanakan keseluruhan proses akreditasi program studi, LAM-PTKes yang merupakan lembaga dengan kewenangan mengevaluasi, menilai, sampai menetapkan status dan peringkat mutu sebuah program studi melihat beberapa aspek pokok terutama mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Dekan FKG Universitas Moestopo, Prof. Dr. drg. Burhanuddin Daeng Pasiga, M.Kes. menjelaskan kalau kualitas pendidikan dan pembelajaran adalah hal yang sangat diperhatikan.

“Dunia kedokteran, terutama kedokteran gigi haruslah memiliki standar kualitas tinggi. Bukan hanya standar kualitas di aspek pendidikan saja, tapi juga fasilitas yang tersedia. Karena hal itulah menjadi konsentrasi dari FKG Universitas Moestopo agar mampu melahirkan dokter gigi-dokter gigi handal yang mampu melayani masyarakat dengan baik,” papar Prof. Burhanuddin.

FKG Moestopo sendiri merupakan salah satu FKG tertua di Indonesia karena sudah menampilkan eksistensi sejak 15 Februari 1961. Karenanya, tak heran jika sampai saat ini FKG Moestopo tercatat sudah meluluskan lebih dari 4.000 dokter gigi.

FKG Moestopo saat ini memang diakui sebagai salah satu FKG terbaik di Indonesia dengan Akreditasi A. Dan untuk menunjang pembelajaran, Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) FKG Universitas Moestopo hadir dengan Akreditasi Paripurna Bintang 5.

Hal ini, menurut Rektor Universitas Moestopo, Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, M.M., M.Si., merupakan prestasi yang mengagumkan. Sebab di Indonesia tercatat ada lebih dari 40 ribu dokter gigi. Dengan begitu, sumbangsih FKG Universitas Moestopo tidaklah kecil.

“Kualitas pendidikan, pembelajaran, serta fasilitas penunjang adalah fokus FKG Universitas Moestopo. Hal ini sejalan dengan amanat pendiri, Prof. Dr. Moestopo, yang menginginkan Indonesia memiliki dokter-dokter yang memiliki standar keterampilan dan kompetensi tinggi,” lugas Prof. Paiman.

JAKARTA, MoneyTalk – Pajak memiliki peranan sangat penting bagi pembangunan Indonesia. Sebab selama tiga dekade terakhir telah terjadi perubahan struktur pendapatan negara dari pendapatan sumber daya alam ke penerimaan perpajakan.

Karena itulah, Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) berusaha menggali peranan pajak tersebut dalam seminar “Kebijakan Pemerintah Terkait Reformasi Perpajakan Dalam Mewujudkan Pembangunan Melalui Sustainable Development Goals (SDGs).”

Kepala Subdirektorat Dampak Kebijakan Direktorat Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Direktorat Jenderal Pajak, Eureka Putra, S.E., Ak., M.Sc., Ph.D. dalam seminar tersebut menjelaskan bila sampai awal periode 1990an, pendapatan sumber daya alam masih merupakan penopang utama APBN Indonesia.

Namun, seiring dengan penurunan produksi, khususnya komoditas migas, kontribusi penerimaan sumber daya alam semakin melambat. “Saat ini, penerimaan perpajakan berkontribusi lebih dari 70% dalam APBN,” kata Eureka, Kamis (16/3/2023) di Kampus I Universitas Moestopo.

Lebih lanjut Eureka menjelaskan bila ada 4 kelompok utama sumber pendapatan negara. Pada 2022 penerimaan pajak berkontribusi sebesar 1.716,8 triliun, penerimaan kepabeanan menyumbang 317,8 triliun, penerimaan negara bukan pajak sebesar 588,3 triliun, dan hibah mencapai 3,5 triliun.

Pasca pandemi tax ratio menurut Eureka mulai menunjukkan arah pemulihan yang merupakan momentum penting bagi upaya optimalisasi tax ratio dalam jangka pendek – menengah.

Meski begitu, pajak di Indonesia haruslah segera di reformasi baik dari sisi kebijakan maupun administrasi. Secara detail Eureka memaparkan jika secara teoritis, struktur tax gap terdiri dari policy gap dan compliance gap, sedangkan dari sisi policy gap, terdapat faktor expenditure gap (dalam bentuk belanja perpajakan, misalnya pembebasan pajak untuk produk kebutuhan pokok) dan efficiency gap (aturan yang belum optimal). Ada pula compliance gap yang lebih banyak dipengaruhi faktor administrasi otoritas pajak: collection gap (kemampuan pengumpulan pajak) dan assessment gap (kapasitas pengawasan).

“Salah satu highlights perbaikan regulasi pada program Reformasi Perpajakan terkini adalah UU HPP (Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan dan Tax Reform) yang memiliki tujuan mewujudkan sistem perpajakan yang adil, sehat, efektif, dan akuntabel,” lugasnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Eksekutif The PRAKARSA, Ah Maftuchan, memaparkan dengan detail segala macam masalah yang ada di dunia perpajakan Indonesia, mulai dari penurunan tarif PPh Badan tidak tepat, insentif pajak tidak tepat sasaran dan kurang efektif menarik investor, tingginya Illicit Financial Flows dari/ke Indonesia, hingga Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda/P3B (Double Taxation Agreements) yang menjadi celah penghindaran pajak.

Karena itu, Maftuchan yang merupakan Koordinator Forum Pajak Berkeadilan Indonesia merunut beberapa agenda yang sudah sangat mendesak yakni reformasi fiskal yang mendasar, progresif, terkonsolidasi dan berkelanjutan, baik dari sisi pendapatan maupun sisi pengeluaran serta pendanaan yang memadai untuk pencapaian agenda SDGs, pembangunan SDM & infrastruktur yang “terdisrupsi” pandemi Covid-19.

Agenda mendesak lain menurut Maftuchan adalah pendanaan yang memadai untuk penanganan dampak pandemi & vaksinasi Covid-19; pemulihan sosial-ekonomi (bantuan tunai/jaminan sosial/pengembangan ekonomi produktif/bantuan permodalan); pendanaan SDGs; dan pembiayaan hutang.

“Mobilisasi sumber daya keuangan melalui reformasi kebijakan pajak dan non-pajak yang adil, selaras dengan perkembangan zaman, cepat, progresif, transparan, akuntabel dan berkelanjutan juga merupakan agenda mendesak yang harus segera dilakukan,” tegas Maftuchan.

Melihat agenda-agenda yang mendesak tersebut, ada beberapa hal yang diusulkan oleh Maftuchan, yakni menaikkan Tax Bracket dan Tarif PPh Orang Pribadi, serta pengenaan Pajak Kekayaan.

Langkah tersebut, lanjutnya, bisa untuk memobilisasi sumber daya internal untuk pembiayaan program-program sosial (kesehatan, pendidikan, dll) dan mendorong kemandirian ekonomi melalui sumber pendapatan yang berkelanjutan.

“Tak hanya itu, langkah ini juga akan berguna untuk mengurangi pemusatan kekayaan di segelintir individual paling kaya (yang mengancam demokrasi) dan menjadi tambahan pendapatan negara untuk recovery (pasca krisis),” lugasnya.

Reformasi pajak menurut Dekan FISIP Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Prof. Dr. Himsar Silaban, M.Si. memang merupakan hal yang mutlak harus dilakukan.

“Dan pengetahuan akan pajak merupakan suatu hal yang perlu diketahui dan dicermati. Karena itu, pemaparan ini memiliki manfaat yang besar bukan hanya bagi kalangan mahasiswa dan akademisi, tapi juga masyarakat luas,” pungkas Prof. Dr. Himsar.[MT]