MoneyTalk, Jakarta – Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, menyebut bahwa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan sulit melengserkan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dari posisinya sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
PBNU
MoneyTalk,Jakarta – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Pagar Nusa (PN) siap meladeni tantangan Garda Bansa. Meski begitu, Banser dan PN akan mengedepankan tabayun ke Ketua Umum DKN Garda Bangsa Tommy Kurniawan menyusul pernyataannya yang menggertak Banom PBNU untuk perang.
MoneyTalk, Jakarta – Mantan Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lukman Edy, mengungkapkan pandangannya yang tajam terhadap kepemimpinan Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin.
Dalam sebuah wawancara yang dikutip dari kanal YouTube Akbar Faisal Uncensored pada Jumat (30/08), Lukman menyatakan bahwa Cak Imin memiliki karakteristik yang licin, seperti belut, dalam mengelola PKB dan politik nasional.
MoneyTalk, Jakarta, – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kiai Haji Yahya Cholil Staquf, menyampaikan komitmen PBNU untuk membenahi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan dengan para kiai sepuh dari seluruh Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Kiai Yahya menegaskan bahwa PBNU akan berikhtiar sampai berhasil mengambil kembali PKB ke dalam pangkuan NU sesuai dengan amanah para ulama.
MoneyTalk,Jakarta – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tengah menghadapi berbagai tantangan internal setelah pelaksanaan Muktamar di Bali yang digelar pada 24-25 Agustus lalu. Dalam diskusi yang dilakukan melalui Zoom hari ini, beberapa politisi PKB, termasuk Ma Zainul dan Lukman Fahry, serta analis politik Alia, mengangkat berbagai isu terkait dinamika internal partai.
MoneyTalk,Jakarta – Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa baru saja rampung kemarin, setelah diselenggarakan selama dua hari, 24-25 Agustus 2024. Hasil Muktamar Bali menetapkan KH. Maruf Amin dan H.A. Muhaimin Iskandar, sebagai Ketua Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz untuk periode kepengurusan 2024-2029. Tak berselang lama muncul konferensi pers wacana untuk mengadakan Muktamar tandingan Partai Kebangkitan Bangsa.
Wacana tandingan ini dimunculkan oleh eks Sekretaris Jenderal PKB, Lukman Edy dan Abdul Malik Haramain, yang mengaku diberi Mandat agar membuat muktamar. Muktamar yang didukung secara moral oleh pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yaitu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) gelaran Muktamar tandingan ini akan diselenggarakan di Jakarta pada Bulan September.
Mencermati fenomena ini, mengindikasikan bahwa ‘Gojlokan’ PBNU dan PKB belum selesai. Terutama personil dari elite PBNU, respon Gus Mus dalam sebuah tayangan Yout tube, pertikaian PBNU dan PKB adalah persoalan Cak Imin dan Gus Yahya secara personal menjadi tidak sederhana lagi. Seperti beliau katakan sudah masuk ranah publik, jadi tidak lagi sederhana seperti masih di pondok yang cukup diselesaikan dengan Kyai atau Orang tuanya.
Ngototnya PBNU yang menyatakan bahwa PKB telah menyimpang dari spirit awal pendiriannya, dan selalu ‘kerdilkan’ peran Ulama dijadikan narasi untuk mendiskreditkan PKB. Padahal, kita faham bahwa andil PKB dalam mengaplikasikan kebijakan PBNU dalam regulasi pemerintahan sangat masif dan jelas. Keberfihakan negara dalam ‘’cawe-cawe’’ pondok pesantren utamanya dalam pembiayaan dan peningkatan SDM pengelola pondok, merupakan salah satu iktiar dari para legislator PKB di DPR.
Ada anggapan di komunitas NU, jika anggota DPR dari PKB atau partai PKB membantu NU itu adalah kewajiban dan sudah seharusnya, tapi kalo ada partai politik lain membantu NU itu merupakan kedermawanan. Jadi tidaklah mengherankan jika PBNU sangat berterimakasih sekali kepada partai lain kalau di bantu, tapi kalo PKB membantu biasa saja, dan tidak perlu diapresiasi. Sebuah Ironi tapi itu fakta sebenarnya.
Karenanya kesiapan dan bersedianya KH. Ma’ruf Amin sebagai Ketua Dewan Syuro PKB untuk periode 2024-2029, menjadi harapan bersama warga nahdliyin agar PKB dan PBNU bisa harmonis dan konsolidasi organisasi dengan meningkatkan peranmasing-masing institusi dapat berjalan dengan baik. Sebagai mantan Ketua Tim Lima pendirian PKB dan Ketua Dewan Syuro pertama, kita percaya bahwa KH. Ma’ruf Amin merupakan pilihan bijak para peserta Muktamar untuk dapat menigkatkan kinerja Partai Kebangkitan Bangsa dalam menghadapi pemilihan Umum, baik Legislatif maupun Kepala daerah pada masa mendatang.
Turun Gunungnya , Abah KH. Ma’ruf Amin dapat menjadi pemicu dan pemacu untuk terjadinya kolaborasi antara PBNU dan PKB. Kebijakan yang dibuat oleh PBNU dapat disinergikan dengan institusi lain oleh PKB, sehingga manfaat dapat dirasakan oleh semua warga nahdliyin di seluruh Indonesia. Anggapan PKB menafikan peran ulama terbantahkan karena ke depan apapun aktifitas PKB akan selalu dalam bimbingan dan doá para ulama.
Bagi PBNU pun bisa fokus melakukan aktifitas utamanya yaitu pada sosial budaya, Pendidikan dan kesejahteraan umat. Termasuk Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) dan tidak lagi mengurusi yang kaitannya dengan politik praktis. Sebab sering abainya Nahdlatul Ulama dalam kegiatan Masyarakat dikarenakan kepentingan dalam urusan politik praktis, baik untuk legislative maupun pemilihan eksekutif. Cukuplah Pemilihan Presiden yang baru lalu sebagai Pelajaran dan tidak lagi berlanjut.
Perselisihan dan perbedaan berhentilah. Apalagi Muktamar sudah diselenggarakan, seharusnya perbedaan itu diselesaikan di Muktamar, bukan karena tidak terakomodir membuat Muktamar lagi. Muktamar kok sampai berseri, nanti Muktamar mirip film drama Korea. Jadi, Stop gerakan unfaedah dan marilah kita Bersama menata ulang. Manusia adalah tempatnya khilaf, tapi manusia utama adalah yang mau memperbaiki kesalahannya.
Marilah Merawat Jagat dan membangun peradaban. Warga NU harus Bangkit, dengan persatuan yang kokoh (Solid) untuk meraih Kemenangan.
Penulis :Mahmud Hamdani,Ketua KoPi GD (Komunitas Pecinta Gagasan Demokrasi) (KoPi GD)
MoneyTalk, Jakarta – Ketegangan antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mencapai puncaknya pada hari ini, ketika sekelompok massa mendatangi dan menguasai kantor DPP PKB di Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat.
MoneyTalk, Jakarta– Kisruh PBNU dan PKB belum berakhir, ratusan warga Nahdliyin yang tergabung dalam Brigade Pengawal Mandat Tebu Ireng (PETIR) dan PKB Khittah Menggugat melakukan aksi di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh Raya, Jakarta Pusat, pada pukul 22.39 malam tadi. Mereka melantunkan Shalawat Badar di depan kantor sambil menyampaikan aspirasi.
MoneyTalk,Jakarta – Sekarang ini Provinsi Jawa Timur (Jatim) sedang Naik daun alias menjadi perhatian publik. Sedang Naik daun atau perhatian publik, bukan karena Provinsi Jawa Timur itu alamnya indah. Bukan juga karena Provinsi Jawa Timur merupakan Provinsi yang memiliki wilayah terluas di Pulau Jawa, yaitu mencapai 47.799,75 Km2.
MoneyTalk, Jakarta – Di tengah dinamika politik yang semakin memanas menjelang Pemilihan Umum 2024, isu pergantian kepemimpinan di Partai Golkar menjadi topik yang hangat diperbincangkan. Spekulasi mengenai siapa yang akan menjadi Ketua Umum Golkar berikutnya mulai mencuat, dengan dua nama besar yang sering disebut-sebut: Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi, dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
