31 Oktober 2026

Pilkada

Samarinda – Kepemimpinan Isran Noor saat menjadi Gubernur Kalimantan Timur terus menunjukkan dampak positif terhadap pembangunan ekonomi dan sosial di provinsi dengan julukan Benua Etam tersebut.

Data dari Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur (BPS Kaltim) menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kalimantan Timur pada Agustus 2024 menurun menjadi 5,14 persen, turun 0,17 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah angkatan kerja di Kalimantan Timur pada Agustus 2024 mencapai 2.083.469 orang, mengalami peningkatan signifikan sebesar 132.609 orang dibandingkan Agustus 2023. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat sebesar 1,50 persen poin, mencerminkan peningkatan keterlibatan masyarakat dalam pasar kerja.

Jumlah penduduk yang bekerja di Kalimantan Timur mencapai 1.976.447 orang pada Agustus 2024, bertambah sebanyak 129.152 orang dibandingkan Agustus 2023. Sektor konstruksi menjadi kontributor utama peningkatan lapangan kerja, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 29.078 orang.

Lebih dari separuh penduduk yang bekerja, yaitu sebanyak 1.139.987 orang (57,68 persen), berada di sektor formal, yang juga mengalami kenaikan sebesar 2,35 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan perbaikan kualitas pekerjaan yang semakin mengarah pada stabilitas dan kesejahteraan.

Tidak hanya di sektor ketenagakerjaan, kinerja Isran Noor juga terlihat dari peningkatan surplus perdagangan Kalimantan Timur. Surplus perdagangan yang sebelumnya sebesar Rp201 triliun pada 2018 melonjak tajam menjadi Rp334 triliun pada 2023.

Hal ini menegaskan peran Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah strategis dalam perekonomian nasional, terutama melalui sektor sumber daya alam seperti batu bara dan minyak bumi.

Selain itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur mengalami lonjakan signifikan selama masa kepemimpinan Isran Noor. Dari Rp28 triliun pada 2018, APBD meningkat hampir tiga kali lipat menjadi Rp76 triliun pada 2023.

Peningkatan ini memberikan keleluasaan lebih bagi pemerintah daerah untuk membiayai berbagai program pembangunan, termasuk infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Ketua Tim Pemenangan Isran-Hadi, Iswan Priady, menyebutkan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi Isran Noor bersama Hadi Mulyadi dalam membangun Kalimantan Timur.

“Hasil ini mencerminkan bahwa kepemimpinan Isran Noor tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Dari menekan pengangguran hingga meningkatkan surplus perdagangan, semua ini adalah buah dari kebijakan yang konsisten dan terarah,” ujar Iswan.

Keberhasilan dalam berbagai sektor ini menjadi modal politik yang kuat bagi Isran Noor dan Hadi Mulyadi dalam menghadapi Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur 2024. Dengan rekam jejak yang telah terbukti, pasangan ini dipandang sebagai pemimpin yang mampu membawa Kalimantan Timur menuju masa depan yang lebih cerah, terutama dengan peran strategis daerah ini sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

“Bersama Isran Noor, Kaltim menjadi salah satu provinsi kunci dalam perekonomian nasional dan kini berada di jalur yang tepat untuk mencapai pembangunan berkelanjutan,” pungkas Iswan Priady.

Samarinda – Kabar gembira bagi masyarakat Kalimantan Timur. Setelah sukses digelar di Balikpapan, KALTIM ONE FESTIVAL siap mengguncang Samarinda dengan serangkaian acara yang menarik. Festival yang digelar pada Sabtu, 23 November 2024, di GOR Segiri, ini menjadi ajang kreatifitas sekaligus hiburan yang dinanti-nanti.

KALTIM ONE FESTIVAL akan berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 18.00 WITA dengan menghadirkan deretan artis papan atas dan bintang tamu ternama yang siap memanjakan para penggemar. Lebih menarik lagi, acara ini gratis untuk semua orang, cukup datang langsung tanpa perlu tiket masuk!

Bagi pecinta musik dan hiburan, KALTIM ONE FESTIVAL menghadirkan berbagai genre dan aksi panggung menarik. Kolaborasi yang menggebrak dunia musik Indonesia seperti Closehead x Praz Teguh, Cupi Cupita, Mala Agatha, Angga Dermawan, Stand Here Alone, DJ Pehol, hingga Herjunot Ali siap menghibur masyarakat provinsi yang berjulukan Benua Etam tersebut.

Ketua Tim Pemenangan Isran-Hadi, Iswan Priady, menjelaskan bahwa acara ini merupakan salah satu bentuk komitmen pasangan Isran Noor dan Hadi Mulyadi dalam mendukung kreativitas generasi muda Kalimantan Timur.

“KALTIM ONE FESTIVAL adalah wujud nyata perhatian Isran-Hadi terhadap aspirasi dan kreativitas anak muda. Acara ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang untuk merayakan keberagaman dan semangat berkarya,” ungkap Iswan.

Iswan menjelaskan dengan menyatukan seni, musik, dan hiburan, festival ini diharapkan menjadi wadah bagi anak muda untuk mengekspresikan kreativitas mereka sekaligus mempererat solidaritas di antara generasi muda Kaltim.

“Acara ini dipastikan akan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi semua yang hadir. Ajak teman, keluarga, dan rekan kerja untuk menikmati suasana penuh kebahagiaan dan semangat positif,” pungkasnya.

Samarinda – Program Beasiswa Kaltim Tuntas yang digagas pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di bawah kepemimpinan Isran Noor dan Hadi Mulyadi dinilai sebagai solusi strategis untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

Program ini tidak hanya memberikan peluang pendidikan kepada generasi muda, tetapi juga dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Pengamat Kebijakan Publik, Iradat Ismail, menyatakan bahwa Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) yang digagas Isran Noor adalah salah satu inovasi paling signifikan yang mampu menjawab tantangan pendidikan di Kalimantan Timur. Menurutnya, program ini dirancang dengan memperhatikan berbagai aspek kebutuhan masyarakat, mulai dari aksesibilitas hingga keadilan bagi pelajar yang kurang mampu.

“Program ini tidak hanya menyasar siswa dari keluarga kurang mampu, tetapi juga memberikan perhatian khusus pada mahasiswa yang berprestasi. Langkah ini membuktikan bahwa pemerintah Kaltim memahami pentingnya membangun SDM berkualitas sebagai pondasi masa depan,” jelas Iradat.

Ia menambahkan bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk memajukan suatu daerah. Dengan keberadaan BKT, pelajar di Kaltim tidak perlu lagi khawatir tentang biaya pendidikan, terutama untuk jenjang perguruan tinggi.

Sejak diluncurkan, Beasiswa Kaltim Tuntas telah memberikan dampak signifikan. Ribuan pelajar dan mahasiswa telah merasakan manfaat dari program ini, baik melalui pembiayaan penuh pendidikan, bantuan biaya hidup, maupun pelatihan pengembangan diri.

Apalagi, bila sebelumnya anggaran Beasiswa Kaltim Tuntas ada di angka Rp1,3 triliun untuk membantu 214 ribu siswa, pada periode kedua nanti Isran Noor berjanji akan meningkatkan anggaran menjadi Rp2,5 triliun.

“Beasiswa ini memberikan rasa aman bagi para pelajar untuk mengejar mimpi mereka tanpa terkendala oleh biaya. Selain itu, bantuan biaya hidup juga sangat membantu siswa yang berasal dari daerah terpencil,” kata Iradat.

Program ini, menurut Iradat, juga memberikan dampak positif bagi peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kalimantan Timur. Dalam beberapa tahun terakhir, IPM Kaltim menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, sebagian besar berkat perhatian serius terhadap sektor pendidikan.

Dengan ditetapkannya Kalimantan Timur sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, kebutuhan akan tenaga kerja terampil dan SDM unggul semakin mendesak. Program Beasiswa Kaltim Tuntas diharapkan dapat menjawab tantangan ini.

Iradat menilai bahwa pengembangan pendidikan melalui program seperti BKT adalah langkah cerdas untuk memastikan masyarakat Kaltim tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam pembangunan IKN.

“IKN membutuhkan SDM yang kompeten di berbagai bidang. Jika program ini terus berlanjut dan diperluas, maka generasi muda Kaltim akan siap mengambil peran penting dalam pembangunan ibu kota baru,” katanya.

Namun, keberhasilan program ini membutuhkan komitmen dan konsistensi. Pemerintah harus memastikan keberlanjutan Beasiswa Kaltim Tuntas agar dampaknya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan organisasi masyarakat, juga diperlukan untuk memperkuat pendanaan dan cakupan program.

“Beasiswa Kaltim Tuntas adalah solusi nyata untuk meningkatkan kualitas SDM di daerah. Tetapi, diperlukan pengelolaan yang transparan, tepat sasaran, dan evaluasi berkala agar program ini benar-benar memberikan dampak maksimal,” pungkas Iradat.

Dengan berbagai manfaat yang telah dirasakan masyarakat, Beasiswa Kaltim Tuntas tidak hanya menjadi program unggulan, tetapi juga harapan besar untuk mewujudkan Kalimantan Timur yang maju, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

MoneyTalk, Jakarta – Kegaduhan yang terjadi pada bangsa ini tidak akan pernah berhenti, selama Jokowi masih terus menerus secara brutal menginjak-injak etika dan moral hukum, yang berlaku dan dijunjung tinggi oleh bangsa ini. Karenanya ungkapan, “Negoro arep diuntal dewe” (negara mau ditelan sendiri) itu semakin populer di kalangan masyarakat Jawa yang intens mencermati prilaku politik Jokowi.

Bagaimana tidak demikian, Jokowi semenjak menjadi Presiden sampai sesudah tidak lagi menjadi presiden, masih saja selalu turut campur dalam persoalan politik di Tanah air, bahkan dalam level PILKADA sekalipun.

Tindakan Jokowi yang seperti ini memang tidak melanggar Undang-Undang, akan tetapi jelas melanggar etika dan moral hukum, serta menginjak-injak tatanan negara dan demokrasi. Kenapa bisa demikian? Ini karena putra Jokowi, yakni Gibran Rakabuming Raka saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden.

Keterkaitan hubungan darah antara Jokowi dan Wapres Gibran ini, serta tindakannya ikut campur dalam kontestasi PILKADA, sangat berpotensi terjadinya abuse of power. Orang-orang mungkin masih belum sadar akan hal itu, namun filosofi Jawa:”Becik ketitik olo ketoro” (perbuatan baik akan terlihat, perbuatan buruk akan ketahuan) pastilah suatu ketika akan disadarinya.

Sebagai politisi yang lahir dari Jawa, Jokowipun harusnya mengerti dan mengingat filosofi Jawa; “Ngunduh wohing pakarti” (setiap orang akan mendapat akibat dari perbuatannya sendiri), atau “Melik nggendong lali” (mengambil sesuatu yang bukan miliknya karena kelekatan dengan sesuatu yang disenanginya). Atau juga “Eling lan waspada” (sadar dan waspada itu kunci kebijaksanaan) dll.

Namun Jokowi tetaplah Jokowi, manusia tamak, serakah yang tidak pernah merasa kenyang mendapatkan harta dan kekuasaan. Maka yang terjadi, sekarang di daerah Jawa, dengan ambisi kekuasaan Jokowi yang begitu besar, muncul ungkapan baru, “Jokowi ora Njawani”.

Jadi Jokowi ini “lali karo sangan paraning dumadi”, alias lupa pada asal usul keberadaaanya, dan dari mana dia berasal, “seperti kacang lupa pada kulitnya”, tindakan lupa dengan ucapan dari mulutnya yang pagi Kacang Ijo sore Es Campur. Subuh makan singkong, Maghrib makan timah, emas, perak, nikel dll.

Jadi baru pada konteks kebijaksanaan leluhur saja begitu banyak yang dilanggar oleh Jokowi, apalagi kalau menggunakan ajaran agama dan tuntunan budi pekerti, pokok’e jeblok kabeh!

Sekarang ini masalahnya sudah jauh lebih besar dari pada sekedar PILKADA! Ini gelombang kerusakan demokrasi bangsa dan kerusakan negara hukum, yang pada akhirnya ini semua adalah kerusakan tatanan tentang kehidupan berbangsa dan bernegara!

Satu-satunya alasan mengapa Jokowi begitu percaya diri dengan endorsement terhadap calon-calon dalam PILKADA karena tiga hal;

Pertama, ambisi kekuasaannya. Gibran Wapres ternyata belum cukup. Kedua, memegang hukum. Polisi yang semula untuk Merah Putih, telah didowngrade hanya menjadi alat politik Jokowi.

Ini implikasinya akan sangat luas. Sebab sejarah peradaban manusia mengajarkan, bahwa hakekat manusia itu akan menolak penjajahan dan penindasan.

“Jangankan sebuah bangsa, cacing yang diinjak-injakpun, akan kluget-kluget melakukan perlawanan!” ujar Bung Karno.

Ketiga, dengan memegang hukum, Jokowi mengendalikan logistik. Maka tak heran Dr. Sukidi menggambarkan karakter “Hitler Jawa” dan “Pinokio Jawa”.

Dengan memperhatikan perangai politik Jokowi yang semakin brutal dan bar-bar mengacak-acak tatanan hukum dan etika demokrasi seperti itu, saya pikir sebagai rakyat kita harus memiliki ketegasan moral untuk menghentikannya!

Dengan cara apa? Ya dengan cara tidak mendukung apalagi memilih orang-orang yang didukungnya dalam Kontestasi PILKADA 2024! Pilih Pramono Anung-Rano Karno untuk Jakarta, pilih Andika Perkasa-Hendi untuk Jawa Tengah dan pilih Bu Risma-Gus Hans untuk Jawa Timur! Dan pilih Edy Rahmayadi-Hasan untuk Sumatera Utara!

Rontokkan semua calon Gubernur, Walikota atau Bupati yang didukung Jokowi dimanapun berada !. Ini bukan sekedar soal PILKADA, melainkan soal perebutan kembali kedaulatan rakyat yang telah dirampas oleh Jokowi! Merdeka! (SHE)

Penulis: Saiful Huda Ems (SHE), Lawyer dan Petarung Politik, 19 November 2024.

Samarinda – Survei terbaru Poltracking Indonesia memperkirakan Isran Noor akan menjadi pemenang dalam Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur 2024. Salah satu faktor utama yang mendukung popularitasnya adalah citra sebagai pemimpin yang bersih dari korupsi dan berintegritas tinggi.

Hasil survei menunjukkan bahwa publik menilai Isran Noor sebagai figur yang paling jujur, dapat dipercaya, dan bebas dari korupsi, dengan skor tertinggi sebesar 24,1%. Ia unggul jauh dibandingkan Rudy Mas’ud (14,6%), Hadi Mulyadi (9,6%), dan Seno Aji (2,1%).

Rekam jejak bersih ini menjadi salah satu alasan utama masyarakat memberikan dukungan penuh kepada Isran Noor.

“Masyarakat di semua daerah, termasuk Kalimantan Timur tentu menginginkan pemimpin yang bersih dan bebas dari korupsi. Sebab korupsi telah menjadi penyakit akut yang harus segera dibasmi,” kata Ketua Padepokan Hukum Indonesia (PHI), Musyanto.

“Dengan kepemimpinan seorang yang bebas dari korupsi kemajuan suatu wilayah akan lebih bisa diwujudkan. Dan bila Isran Noor dinilai sebagai pemimpin yang bersih dan bebas dari korupsi ini tentu bisa menjadi kekuatan dan daya tarik utama bagi pemilih,” lugasnya.

Selain itu, publik juga menganggap Isran Noor sebagai calon yang paling berpengalaman dalam memimpin, dengan 34,9% responden memberikan penilaian positif. Angka ini jauh melampaui Rudy Mas’ud (14,4%), Hadi Mulyadi (6,6%), dan Seno Aji (1,8%).

Selama periode kepemimpinan Isran Noor sebagai Gubernur dan Hadi Mulyadi sebagai Wakil Gubernur (2018–2023), kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur mencapai 70,5%. Dukungan terhadap Hadi Mulyadi juga solid, dengan tingkat kepuasan sebesar 68,7%.

Alasan utama kepuasan publik mencakup keberhasilan pembangunan infrastruktur (24,8%), program-program yang dinilai tepat sasaran (20,2%), pemberian bantuan yang konsisten (18,6%), serta keterlibatan langsung dalam masyarakat (8,9%).

Mayoritas publik (50,6%) mendukung Isran Noor mencalonkan diri kembali untuk periode kedua agar dapat melanjutkan program-program yang telah dirintisnya. Sebanyak 20,7% responden yakin bahwa Isran mampu menyelesaikan berbagai permasalahan di Kalimantan Timur, sementara 10,5% lainnya menilai kepribadian Isran, seperti kedekatan dengan rakyat dan sifat jujurnya, sebagai alasan utama.

Dalam simulasi surat suara pasangan calon gubernur-wakil gubernur, pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi memperoleh elektabilitas sebesar 52,9%, unggul signifikan atas pasangan Rudy Mas’ud-Seno Aji yang hanya meraih 38,4%.

Dari segi popularitas, Isran Noor mencatat angka tertinggi sebesar 78,4%, diikuti Hadi Mulyadi (62,2%), Rudy Mas’ud (60,4%), dan Seno Aji (48,6%). Akseptabilitas Isran Noor juga tertinggi, mencapai 65,1%, meninggalkan pesaing-pesaingnya.

Survei ini dilakukan pada akhir Oktober hingga awal November 2024 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Sampel terdiri dari 1.400 responden yang dipilih secara proporsional di 10 kabupaten/kota berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024.

Survei memiliki margin of error ±2,6% dengan tingkat kepercayaan 95%. Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih menggunakan teknologi aplikasi.

Balikpapan – Suasana penuh keakraban menyelimuti kediaman Abdul Hakim Rauf, tokoh masyarakat sekaligus Ketua Badan Pengurus Kerukunan Keluarga Pinrang (BPD-KKP) Kota Balikpapan, pada Senin (18/11/2024) sore.

Di tengah kesibukan kota, pertemuan sederhana namun bermakna berlangsung di Jalan MT Haryono Gang Ario Penangsang RT 8, Kelurahan Gunung Samarinda Baru.

Abdul Hakim, seorang Tokoh Suku Bugis dan pengusaha sukses di bidang jasa angkutan BBM, dengan antusias menyambut kunjungan calon Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, di rumah pribadinya. Pertemuan ini mencerminkan kehangatan dan dialog tanpa sekat antara seorang tokoh masyarakat dan pemimpin yang memiliki visi untuk kemajuan daerah.

Isran Noor dan Abdul Hakim berbincang akrab di selasar rumah, ditemani kue pandan harum dan secangkir teh manis. Selama sekitar 20 menit, mereka mendiskusikan berbagai isu strategis, khususnya terkait pembangunan di Kalimantan Timur, dengan fokus pada kota Balikpapan.

Dialog ini melampaui formalitas. Dua tokoh tersebut memperlihatkan bahwa kemitraan antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama dalam merancang masa depan yang lebih baik. Isran mendengarkan aspirasi Abdul Hakim dengan penuh perhatian, menunjukkan gaya kepemimpinan yang inklusif dan merangkul semua kalangan.

Usai pertemuan, Abdul Hakim Rauf mengungkapkan pandangannya tentang sosok Isran Noor yang menurutnya memiliki karakter kepemimpinan yang rendah hati dan inklusif.

“Dari awal, saya melihat Pak Isran itu tidak pernah membeda-bedakan siapa pun. Beliau orangnya sangat low profile,” ujar Abdul Hakim.

Sebagai tokoh masyarakat, Abdul Hakim menilai bahwa Isran Noor bersama Hadi Mulyadi telah menunjukkan kinerja yang baik selama periode kepemimpinannya. Ia pun berharap pasangan Isran-Hadi dapat kembali terpilih untuk periode kedua guna melanjutkan berbagai program pembangunan yang belum terselesaikan.

“Saya mendukung Pak Isran sejak awal karena kami ingin melihat beliau melanjutkan kepemimpinan. Kita ingin masyarakat Kalimantan Timur ke depannya bisa hidup lebih baik,” tambahnya.

Pertemuan antara Isran Noor dan Abdul Hakim Rauf menjadi simbol penting bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilakukan secara sepihak. Kolaborasi erat antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan sektor swasta menjadi elemen kunci untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan.

Dalam kontestasi Pilgub Kalimantan Timur 2024, pertemuan ini juga menunjukkan sisi lain dari Isran Noor sebagai pemimpin yang tak hanya fokus pada hasil, tetapi juga pada proses mendengar dan memahami kebutuhan masyarakat.

Isran Noor, dengan gaya kepemimpinan yang rendah hati dan perhatian pada setiap lapisan masyarakat, terus mengokohkan posisinya sebagai figur yang diharapkan dapat melanjutkan pembangunan di Kalimantan Timur. Dukungan dari tokoh-tokoh seperti Abdul Hakim Rauf semakin menguatkan kepercayaan bahwa kepemimpinan Isran-Hadi adalah aset penting untuk masa depan provinsi ini.

Samarinda – Setelah sebelumnya Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), kini Organisasi Masyarakat (Ormas) Garda Prabowo juga secara resmi mengumumkan dukungannya kepada pasangan calon (paslon) Isran Noor dan Hadi Mulyadi untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Timur 2024.

Keputusan ini didasarkan pada keberhasilan pasangan tersebut dalam memimpin Kalimantan Timur selama periode 2018–2023. Dukungan Bara JP dan Garda Prabowo ke Isran Noor dan bukan Rudy Mas’ud ini cukup menarik karena di tingkat nasional keduanya mendukung KIM.

Ketua Garda Prabowo Kalimantan Timur, Alphad Syarief, menyampaikan bahwa dukungan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas kinerja Isran-Hadi, tetapi juga sebagai komitmen organisasi untuk memastikan pemimpin yang berintegritas dan berpengalaman melanjutkan pembangunan di provinsi ini.

Alphad Syarief menegaskan bahwa seluruh kader Garda Prabowo yang tersebar di berbagai daerah, termasuk Bontang, Kutai Kartanegara, Samarinda, dan Balikpapan, harus memberikan dukungan penuh kepada pasangan nomor satu ini.

“Saya perintahkan seluruh kader di Bontang, Kutai Kartanegara, Samarinda, dan Balikpapan untuk memilih nomor satu, Isran Noor dan Hadi Mulyadi,” ujar Alphad dengan tegas.

Menurut Alphad, keberlanjutan kepemimpinan Isran-Hadi penting bagi masa depan Kalimantan Timur. “Saya menginginkan gubernur yang bersih dan sudah terbukti mampu memimpin Kalimantan Timur,” tambahnya.

Dukungan Garda Prabowo didasarkan pada rekam jejak pasangan Isran-Hadi selama menjabat. Dalam masa kepemimpinannya, keduanya dinilai berhasil membawa perubahan positif bagi Kalimantan Timur, termasuk pengelolaan sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, sikap kepemimpinan yang dekat dengan rakyat, transparansi, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil menjadi alasan utama Garda Prabowo untuk memberikan dukungan penuh.

Karena itulah, deklarasi dukungan dari Garda Prabowo ini menjadi salah satu momentum penting dalam kontestasi Pilgub Kalimantan Timur. Dengan basis massa yang signifikan, Garda Prabowo berpotensi menjadi kekuatan besar yang mendukung pasangan Isran-Hadi dalam meraih suara di wilayah-wilayah strategis.

Komitmen Garda Prabowo untuk mendukung kepemimpinan yang bersih dan berprestasi menjadi bukti bahwa pasangan Isran-Hadi memiliki dukungan luas, tidak hanya dari masyarakat umum, tetapi juga dari elemen-elemen strategis di Kalimantan Timur.

Pilgub Kaltim 2024 akan menjadi ajang untuk menentukan arah pembangunan provinsi ini, terutama di tengah berbagai tantangan, termasuk implementasi ibu kota negara baru. Dukungan yang diterima Isran-Hadi semakin memperkuat posisi mereka sebagai pasangan kandidat unggulan dalam kontestasi ini.

MoneyTalk, Jakarta – Sepertinya Jokowi masih belum juga kapok setelah didemo oleh ribuan mahasiswa dan civitas akademika dari kampus-kampus besar di masa Jokowi masih menjadi Presiden R.I. Ketika itu Jokowi dengan terang-terangan berkampanye untuk mendukung Capres-Cawapres Prabowo-Gibran.

Sekarang setelah Jokowi tidak lagi menjadi presiden, Jokowi telah berkampanye kembali untuk memenangkan calon-calon Kepala Daerah yang didukungnya khususnya di PILKADA JAKARTA (RIDWAN KAMIL) JAWA TIMUR (KHOFIFAH) JAWA TENGAH (Komjen Purnawirawan (Polisi) LUTHFI), dan SUMATERA UTARA (BOBBY NASUTION, Sang Menantu). Meski dengan cara mengendap-endap, alias sembunyi-sembunyi, Jokowi bergerak mengerahkan para penjabat kepala daerah dan partai coklat.

Di PILKADA Jakarta misalnya, di mana putra Jokowi yakni Gibran Rakabuming Raka menjadi wakil presiden dan berkantor di Jakarta, Jokowi melalui tangannya Raffi Ahmad yang saat ini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, telah mengundang Ridwan Kamil sebagai nara sumber di acara Dialog Terbuka bertajuk After Office.

Dalam kapasitasnya Raffi Ahmad sebagai pejabat negara tersebut, mengundang calon Kepala Daerah Jakarta sebatas hanya pada Ridwan Kamil, tentu ini merupakan bentuk kampanye terselubung yang telah diremout oleh Jokowi atau setidaknya Wapres Gibran untuk memenangkan Ridwan Kamil yang tengah bertarung melawan Pramono Anung-Rano Karno.

Selanjutnya, dari berbagai sumber yang terpercaya, di antaranya dari diskusi Bocor Alus Politik TEMPO, kita dapat mengetahui, bahwa Jokowi telah memanfaatkan instrumen-instrumen negara untuk kemenangan Calon-Calon Kepala Daerah yang didukungnya.

Di PILKADA JATENG misalnya, Jokowi bergerak secara senyap dengan menggunakan instrumen negara mulai dari institusi POLRI hingga Kepala-Kepala Desa untuk kemenangan calon Kepala Daerah yang didukungnya, yakni Komjen Purn. (Polisi) Luthfi. Namun dengan moncernya Andika Perkasa-Hendi, Jokowi akhirnya bergerak terbuka dan tanpa malu-malu mendesak Presiden Prabowo untuk mendukung Luthfi. Dari ekspresi Presiden Prabowo nampak enggan, penuh ragu, dan pendeknya derajatnya diturunkan Jokowi dari Presiden menjadi Jurkam.

Dan di SUMUT dikerahkannya untuk kemenangan menantunya, yakni Bobby Nasution. Operasi pemenangan Bobby ini terbuka, kasar dan licik. Letjen TNI Purn Edy Rachmayadi benar-benar dikunci ruang geraknya. Jokowi lupa, keistimewaan yang diberikan ke POLRI bisa menimbulkan antipati dari kalangan TNI.

Apa yang dilakukan oleh Jokowi ini sangat bertolak belakang dengan apa yang pernah diucapkannya sendiri, yakni akan “Puasa Politik” sebulan, namun ternyata Jokowi masih bergentayangan di PILKADA JAKARTA, JATIM, JATENG DAN SUMUT. Mungkin itu sudah menjadi tabiat Jokowi yang gemar menjilat ludahnya sendiri, sebagaimana yang sering kita saksikan dari waktu ke waktu.

Jokowi tahu benar, bahwa Provinsi Jateng misalnya, merupakan basis kaum nasionalis dan agamis, karena itu Jokowi meminta tolong pada Gus Yusuf untuk memenangkan Luthfi di Jateng. Tindakan Jokowi yang seperti ini, kemudian direspon oleh kubu pemenangan Andika Perkasa untuk meminta pada Gus Umar Wahid (Adik kandung Gus Dur dan Cucu Hadlrat Al-Syaikh KH. Hasyim Al-Asy’ari Pendiri NU) untuk membantu memenangkan pasangan Andika-Hendi.

Yang terjadi kemudian, Pasangan Andika-Hendi yang pada awalnya menurut survei-survei kalah elektabilitasnya, mendadak naik dan mengungguli elektabilitas Luthfi-Yasin. Jokowipun mulai sempoyongan, lalu semakin gencarlah Jokowi menggunakan instrumen negara untuk mendongkrak kembali suara Komjen Purn. (Polisi) Luthfi agar bisa menang melawan Rambo (baca: Jenderal Purn. (TNI) Andika Perkasa).

Ya, orang-orang se Indonesiapun mulai “akrab” dengan istilah Pertarungan Rambo VS. Sambo di Pilkada Jateng ini, sebagai kalimat pengganti Pertarungan Partai Coklat (Polisi) melawan Purnawirawan TNI. Istilah inipun tidaklah boleh disalahkan dan dituduh yang macam-macam, karena pada kenyataannya, Polisi sendiripun masih mau-maunya dilibatkan dalam pertarungan politik praktis (PILKADA) yang dampaknya sangat luar biasa.

Jika menurut penulusuran team Bocor Alus Politik TEMPO mobil-mobil Polisi pernah berseliweran, keluar masuk untuk memenangkan Komjen Purn. (Polisi) Luthfi melalui intimidasi Kepala-Kepala Desa di Jateng.

Jika menurut penelusuran team Bocor Alus Politik TEMPO Polisi-Polisi telah mengintimidasi Kepala-Kepala Desa melalui pemanggilan dan permintaan klarifikasi Bantuan Desa dari Pemerintah Pusat dan dari Provinsi Jateng, lalu kemudian mereka diarahkan untuk menyukseskan kemenangan Komjen Purn. (Polisi) Luthfi, maka itu berarti PILKADA khususnya di Jateng tak lain dan tak bukan merupakan ajang berikutnya dari Genk Jokowi untuk merusak kembali tatanan demokrasi di Indonesia.

Di PILKADA JATIM, Jokowipun sama sekali tidak pernah mendukung Cagub Tri Rismaharini (Bu Risma) yang banyak prestasinya dan pernah berhasil memajukan Kota Surabaya menjadi Kota Maju bertaraf internasional. Di Pilkada JATIM Jokowi malah mendukung Khofifah Indarparawansyah, yang terindikasi banyak kasus korupsi, dan kantornya pernah didatangi oleh KPK untuk digeledah.

Demikian halnya dengan PILKADA di SUMUT, Bobby Nasution juga terendus oleh team Bocor Alus Politik TEMPO telah menggunakan berbagai instrumen negara secara masif untuk kemenangannya. Mulai dari konsolidasi PJ Kepala-Kepala Daerah hingga Partai Coklat ditambah lagi dengan jaringan Mafia Tambang Blok Medan, yang diharuskan oleh Bobby untuk mendapatkan kemenangan Bobby minimal 60% suara!

Rakyat SUMUT pun –masih menurut Bocor Alus Politik TEMPO– diiming-imingi uang Rp.25.000 perorang plus Bansos Sembako. Tidak hanya itu, menurut Bocor Alus Politik TEMPO pula, Jokowi pernah datang ke SUMUT dan meminta Kepala-Kepala Daerah, institusi POLRI dll. untuk “menjaga” Bobby.

Sungguh ini suatu tragedi penghancuran demokrasi yang sangat menyedihkan. Kasihan sekali dengan Polisi-Polisi kita yang masih bekerja dengan benar, idealis, rela berkorban mempertaruhkan nyawanya demi bangsa dan negara, namun marwah institusinya dirusak oleh orang-orang yang tidak bisa menahan syahwat politiknya seperti Jokowi.

Atas dasar itu semua, kita sebagai kekuatan Pro Demokrasi atau Kedaulatan Rakyat, sudah seharusnya untuk lebih gigih dan militan berjuang dalam menumbangkan Calon-Calon Kepala Daerah yang didukung oleh pelanggar berat Konstitusi, yakni Jokowi yang selama ini bekerja sama dengan Oligarki penghisap darah perekonomian rakyat. Merdeka! (SHE).

Saiful Huda Ems (SHE). Lawyer dan Analis Politik.

Samarinda – Solidaritas masyarakat Banjar Kalimantan Timur memuncak dalam deklarasi akbar yang digelar oleh Relawan Bubuhan Banjar Bersatu (RB3). Acara ini menjadi momentum penting untuk menyuarakan dukungan penuh kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Isran Noor dan Hadi Mulyadi.

Suasana semakin semarak dengan hadirnya ratusan pendukung yang menyambut Paslon 01 dengan sorakan antusias. Acara dimulai dengan prosesi kebangsaan yang mencakup pengibaran semangat nasionalisme melalui lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, dan pelaksanaan ritual adat tepung tawar.

Ritual tersebut menjadi simbol solidaritas dan komitmen mendalam dari masyarakat Banjar terhadap perjuangan politik pasangan Isran-Hadi. Tak ketinggalan, pengurus RB3 dari 10 kabupaten/kota di Kaltim secara serentak menyampaikan pernyataan sikap, menegaskan dukungan total mereka.

Ketua Umum RB3, H. Rachmadhansyah, dalam pidatonya menyampaikan alasan utama di balik dukungan kepada Isran-Hadi. “Pasangan ini terbukti memiliki integritas tinggi dan telah menunjukkan rekam jejak yang luar biasa selama periode pertama. Kami ingin keberlanjutan pembangunan di Kaltim tanpa terganggu oleh pergantian kepemimpinan,” tegas di Samarinda, (14/11/2024).

Rachmadhansyah juga menyoroti reputasi Isran-Hadi yang bersih dari skandal korupsi sebagai nilai tambah yang tidak dapat diabaikan. Hal senada juga diungkapkan oleh Maskur Sarmian, salah satu anggota tim pemenangan, yang menyulut semangat para pendukung.

Maskur Sarmian menguraikan berbagai program unggulan yang telah dan akan terus diperjuangkan oleh Isran-Hadi. Beberapa di antaranya adalah penyediaan rumah layak huni, penguatan pendidikan melalui program beasiswa, pembatalan rencana penghapusan guru honorer, serta peningkatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur.

Tak lupa, ia menekankan keberhasilan pasangan ini dalam melobi pemerintah pusat hingga Kalimantan Timur terpilih sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN).

“Warga Banjar harus bersatu, jangan becakut (berselisih) lagi! Bersama kita bisa menangkan Isran Noor dan Hadi Mulyadi untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya dengan semangat, yang langsung disambut riuh oleh peserta deklarasi.

Usai menerima dukungan dari masyarakat Banjar, Isran Noor mengungkapkan perjalanan dinamis menuju pencalonan periode kedua ini, yang sempat diwarnai berbagai tantangan.

“Alhamdulillah, berkat dukungan masyarakat dan enam partai pengusung—PDI Perjuangan, Demokrat, Gelora, Hanura, Perindo, serta Partai Ummat—kami siap melangkah kembali,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan target optimistis untuk meraih 70% suara pada Pilkada mendatang. Tak hanya itu, Isran menegaskan bahwa kepemimpinannya terbuka untuk semua pihak yang ingin memajukan Kalimantan Timur.

“Kami bekerja untuk rakyat, tanpa diskriminasi,” katanya.

Tak lupa, Isran juga menyerukan kepada para relawan untuk menjaga integritas dengan tidak tergoda politik uang, demi menjunjung nilai demokrasi yang bersih.

“Solidaritas warga Banjar dari 10 kabupaten/kota adalah kekuatan besar yang akan menjadi penentu kemenangan Isran-Hadi,” tambah Ketua Panitia Pelaksana, Artha Mulia.

Menurutnya, deklarasi ini menjadi bukti nyata tekad masyarakat Banjar untuk memainkan peran penting dalam Pilkada Kaltim 2024. Melalui dukungan yang solid, RB3 menegaskan komitmennya untuk mengantarkan pasangan Isran Noor dan Hadi Mulyadi menuju kemenangan, demi melanjutkan pembangunan yang berkelanjutan dan menciptakan masa depan Kalimantan Timur yang sejahtera serta berdaulat.

Dengan semangat kebersamaan, kata Artha Mulia, warga Banjar bersatu untuk memastikan Kaltim berada di bawah kepemimpinan yang terus mengedepankan integritas, inovasi, dan kepentingan rakyat.

Samarinda – Survei terbaru Poltracking Indonesia menunjukkan Isran Noor sebagai kandidat Gubernur Kalimantan Timur paling populer di mata masyarakat. Hal ini dinilai tidak lepas dari rekam jejaknya selama memimpin provinsi tersebut, yang dianggap memiliki berbagai prestasi signifikan.

Dari sisi popularitas, menurut survei Poltracking Indonesia pada 28 Oktober-4 November 2024, Isran Noor mencapai angka tertinggi, yaitu 78,4%, diikuti oleh Hadi Mulyadi (62,2%), Rudy Mas’ud (60,4%), dan Seno Aji (48,6%). Untuk tingkat akseptabilitas, Isran Noor juga berada di puncak dengan 65,1%, melampaui Hadi Mulyadi (51,4%), Rudy Mas’ud (47,9%), dan Seno Aji (37,9%).

Popularitas Isran Noor ini kemudian diprediksi akan berlanjut ke tingkat keterpilihan. Sebab dalam simulasi elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Isran Noor dan Hadi Mulyadi unggul dengan 52,9%, mengungguli pasangan Rudy Mas’ud dan Seno Aji yang memperoleh 38,4%.

Keunggulan Isran Noor itu bukan hanya terjadi di satu wilayah saja. Sebab peta elektabilitas menunjukkan dominasi pasangan Isran-Hadi di 8 dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Sementara itu, pasangan Rudy-Seno hanya lebih unggul di Balikpapan, dan wilayah Penajam Paser Utara menunjukkan hasil yang cenderung seimbang. Dukungan dari pemilih di perkotaan dan perdesaan juga mayoritas berpihak kepada pasangan Isran-Hadi.

Hasil survei Poltracking juga menunjukkan bahwa pasangan Isran-Hadi diminati oleh berbagai generasi, termasuk Generasi Z, Milenial Muda, Milenial Matang, Baby Boomers, dan Silent Generation. Sementara itu, pemilih Generasi X menunjukkan preferensi yang cenderung berimbang antara kedua pasangan.

Tingkat popularitas dan elektabilitas Isran Noor yang tinggi ini menurut Ketua Tim Pemenangan Isran-Hadi, Iswan Priady, adalah buah kerja keras saat Isran Noor dan Hadi Mulyadi memimpin Kalimantan Timur pada 2018-2023.

“Tentu kami gembira dengan hasil survei ini. Tapi kami tak akan terlena. Survei ini malah menjadi bahan bakar kami untuk bekerja lebih keras lagi demi masa depan Kalimantan Timur,” kata Iswan Priady.

Responden menganggap Isran Noor sebagai kandidat yang paling peduli terhadap rakyat, dengan skor 28,9%, disusul oleh Rudy Mas’ud (17,9%), Hadi Mulyadi (7,2%), dan Seno Aji (2,2%). Selain itu, Isran Noor juga dinilai sebagai kandidat paling berprestasi dengan 25,9%, diikuti Rudy Mas’ud (15,2%), Hadi Mulyadi (9,3%), dan Seno Aji (1,9%).

Mayoritas publik (50,6%) mendukung pencalonan Isran Noor untuk periode kedua agar dapat melanjutkan program-program yang telah dirintisnya. Alasan lainnya adalah keyakinan bahwa Isran Noor mampu mengatasi permasalahan di Kalimantan Timur (20,7%) dan kepribadiannya yang dianggap jujur serta dekat dengan rakyat (10,5%).

Dan sebagai informasi, survei Poltracking ini dilakukan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Data diambil dari 1.400 responden yang tersebar secara proporsional di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024. Dengan margin of error ±2,6% dan tingkat kepercayaan 95%, survei ini memberikan gambaran yang cukup akurat tentang peta politik di Kalimantan Timur menjelang Pilkada.

Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih menggunakan aplikasi teknologi, dengan setiap pewawancara bertanggung jawab untuk mewawancarai 10 responden di satu desa/kelurahan terpilih.

Survei ini mempertegas posisi Isran Noor sebagai figur yang dominan dalam bursa pemilihan Gubernur Kalimantan Timur 2024. Tingkat popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitasnya yang tinggi, didukung oleh rekam jejak dan kepercayaan publik terhadapnya, menjadikan Isran Noor kandidat kuat untuk melanjutkan kepemimpinan di provinsi ini.