31 Oktober 2026

Pilkada

Balikpapan – Pagelaran musik spektakuler KALTIM ONE FESTIVAL sukses digelar Balikpapan. Menariknya, pada acara yang dihadiri oleh ribuan masyarakat Kaltim tersebut, calon gubernur Isran Noor datang dengan ditemani karakter ikonik Labubu.

KALTIM ONE FESTIVAL berlangsung meriah di BSCC Dome, Balikpapan. Ribuan masyarakat yang sebagian merupakan anak muda terlihat sangat menikmati acara. Mayoritas penonton yang merupakan generasi muda tampak menikmati setiap momen festival.

Festival ini mengguncang suasana dengan penampilan energik dari deretan musisi papan atas seperti Souljah, NTRL, Shinta Arsinta, OKAAY, Onad ft. Ebel Kobra, hingga DJ Greg Sappodarja. Musik yang menghentak ditambah antusiasme ribuan penonton menciptakan suasana yang sulit dilupakan.

Namun, di tengah kemeriahan itu, ada satu momen menarik dari panggung utama. Satu momen menarik di acara ini adalah ketika Isran Noor naik ke atas panggung bersama karakter ikonik Labubu. Dengan gayanya yang santai, Isran Hadi datang untuk memberi pesan penting dan sarat makna menjelang pencoblosan Pilkada Kaltim 2024 yang akan digelar 27 November nanti.

Dengan gaya komunikasinya yang sederhana, ia mengajak masyarakat Kalimantan Timur untuk menentukan pilihan yang tepat di Pilkada mendatang. Menurut Isran Noor masyarakat Kaltim haruslah memilih pemimpin terbaik bagi provinsi berjulukan Benua Etam tersebut.

“Pencoblosan sebentar lagi, coblos dengan rasional menggunakan hati nurani. Pilih pemimpin yang bersih dan berpengalaman karena pilihan kalian akan menentukan masa depan Kaltim. Jangan sampai salah pilih karena efeknya akan tidak bagus,” pesan Isran Noor.

Tak hanya Isran Noor yang datang mengagetkan penonton KALTIM ONE FESTIVAL. Calon Wakil Gubernur Hadi Mulyadi yang naik panggung pun sukses membuat masyarakat kaget.

Ternyata selain cerdas dan berpengalaman di pemerintahan, Hadi memperlihatkan bakat lain yang mengejutkan banyak orang. Hadi Mulyadi ternyata mahir memainkan drum dan memperlihatkan kemampuannya tersebut di depan ribuan penonton, menunjukkan sisi kreatifnya yang tak terduga.

“Mari pilih pemimpin berpengalaman,” ujar Hadi Mulyadi disambut tepukan tangan penonton.

Penampilan keduanya ini tidak hanya menghibur tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat, mencerminkan bahwa seorang pemimpin juga bisa merangkul generasi muda melalui cara-cara yang kreatif.

Setelah kesuksesan di Balikpapan, KALTIM ONE FESTIVAL dijadwalkan hadir di Samarinda pada 23 November 2024. Acara yang akan digelar di Gor Sempaja, Samarinda ini diproyeksikan akan semakin menarik antusiasme masyarakat.

Untuk bergabung, para penonton cukup scan barcode yang tertera pada flyer promosi atau mengunjungi situs resmi di kaltimonefest.com/samarinda . Setelah registrasi, e-tiket akan dikirimkan melalui email dan harus ditunjukkan saat masuk area festival. Informasi lebih lengkap tersedia di platform media sosial resmi KALTIM ONE FESTIVAL.

Namun bagi yang ingin datang langsung pun juga bisa dan semuanya gratis!

Menurut Ketua Tim Pemenangan Isran Noor-Hadi Mulyadi, Iswan Priady, KALTIM ONE FESTIVAL menjadi simbol perpaduan antara kreativitas, semangat, hiburan, dan aspirasi masyarakat.

“Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dalam festival musik terbesar di Kalimantan Timur ini. Siapkan energi, ajak teman-temanmu, dan nikmati hari penuh irama dan semangat bersama para musisi favoritmu!,” pungkas Ketua Tim Pemenangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor-Hadi Mulyadi, Iswan Priady.

Samarinda – Menjelang hari pencoblosan yang dijadwalkan pada 27 November, dukungan masyarakat Kalimantan Timur kepada pasangan calon (paslon) Isran Noor dan Hadi Mulyadi terus bertambah.

Gelombang dukungan ini datang dari berbagai organisasi, komunitas, dan lapisan masyarakat, termasuk dari masyarakat suku Dayak yang menginginkan kepemimpinan Isran-Hadi berlanjut dalam periode kedua.

Beberapa waktu lalu, mantan Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang, menyatakan dukungan penuh untuk kemenangan paslon nomor urut 1 ini. Jaang, tokoh berpengaruh dari suku Dayak, menggelar acara budaya khas Dayak Bahau bernama Hudoq Pakoq di Lamin Pak Jaang, yang terletak di Jalan Batu Cermin, Sempaja Utara, Samarinda.

Ratusan warga Dayak memadati lokasi acara untuk memberikan dukungan moral kepada Isran. Suasana semakin meriah saat Jaang mengajak Isran menari bersama, menandakan komitmen dan harapan besar untuk pasangan Isran-Hadi.

Syaharie Jaang sendiri merupakan sosok yang dihormati di Kalimantan Timur. Lahir di Long Pahangai, wilayah pedalaman Mahakam, Jaang adalah ketua Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) dan dosen tetap di Fakultas Hukum Universitas Widya Gama Mahakam. Ia juga memimpin Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kaltim.

Di acara Hudoq tersebut, Jaang menjelaskan bahwa tari Hudoq adalah ritual sakral bagi masyarakat Dayak Bahau. Tarian ini memiliki makna sebagai wujud syukur atas hasil panen, media komunikasi dengan leluhur, serta sarana hiburan dan penghormatan.

Kostum khas penari Hudoq, yang terdiri dari topeng unik dan pakaian dari kulit kayu yang dihiasi rumbai daun pisang, menggambarkan kisah leluhur Dayak Bahau, di mana roh-roh bertemu manusia dengan berwujud Hudoq.

Jaang berharap bahwa, melalui acara ini, masyarakat juga akan mengukuhkan dukungan mereka untuk Isran-Hadi, agar pasangan ini dapat melanjutkan kepemimpinan yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi Kalimantan Timur.

Isran Noor menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan tulus yang diberikan oleh masyarakat Dayak Bahau dan menyatakan komitmennya untuk memajukan Kaltim, termasuk memperhatikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Dayak.

“Saya merasa terhormat dan sangat berterima kasih atas dukungan ini. Kami akan terus berjuang demi kesejahteraan seluruh masyarakat Kalimantan Timur,” ujarnya.

Tidak hanya dari suku Dayak, dukungan untuk pasangan Isran-Hadi juga datang dari komunitas lain. Masyarakat Maluku di Samarinda menggelar acara Malam Badendang sebagai bentuk dukungan terhadap Isran-Hadi.

Di Balikpapan, Hadi Mulyadi menghadiri pertemuan dengan tokoh masyarakat dan perwakilan komunitas adat di Markas Pusat KOPPAD (Komando Pengawal Pusat Adat Dayak) Borneo.

Pertemuan ini dihadiri berbagai tokoh dari organisasi adat dan etnis, seperti PDKT, Forum NTT (yang diwakili komunitas Manggarai, Adonara, dan Ende), WIKAT (Wadah Kerukunan Antar Toraja), Forum Nias, serta perwakilan gereja. Mereka sepakat memberikan dukungan penuh untuk Isran-Hadi, yang dianggap mampu memimpin Kaltim dengan bijaksana.

Hadi Mulyadi menyampaikan apresiasinya atas dukungan tersebut. “Kami berkomitmen untuk terus bekerja demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur,” tegasnya.

Pasangan Isran-Hadi berjanji untuk membangun Kaltim dengan memperhatikan nilai-nilai kebudayaan dan keberlanjutan sosial. “Kami ingin pembangunan Kaltim tidak hanya sekadar fisik, tetapi juga berbasis pada keragaman budaya yang kaya dan sosial yang inklusif,” kata Isran.

Partai Demokrat sebagai salah satu pendukung utama Isran-Hadi juga turut memberikan dukungan dalam kegiatan Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) di Grand Tjokro Balikpapan. Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim, Irwan Pecho, menyampaikan keyakinannya akan kemenangan pasangan ini, sekaligus menyatakan dukungan untuk beberapa calon kepala daerah lainnya yang diusung Demokrat dalam Pilkada Serentak 2024.

“Kami optimis bahwa mereka akan memimpin dan memenangkan Pilkada Serentak 2024,” ujarnya.

Dukungan luas yang diterima Isran-Hadi dari berbagai komunitas adat, organisasi masyarakat, hingga partai politik, menunjukkan besarnya kepercayaan dan harapan publik terhadap pasangan ini untuk terus membawa Kalimantan Timur ke arah yang lebih baik.

Dengan pendekatan yang inklusif dan perhatian terhadap budaya lokal, pasangan Isran-Hadi diyakini dapat meraih kesuksesan dalam mewujudkan visi Kaltim yang berdaulat dan sejahtera.

Samarinda – Menjelang Pilkada Kalimantan Timur yang akan digelar pada 27 November 2024, pasangan calon Isran Noor dan Hadi Mulyadi menunjukkan keunggulan elektoral yang signifikan berdasarkan survei terbaru yang dirilis Poltracking Indonesia.

Survei ini, yang dilaksanakan pada 28 Oktober hingga 4 November 2024, menunjukkan tren elektabilitas pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi mencapai 52,9%, unggul jauh dari pasangan Rudy Mas’ud-Seno Aji yang memperoleh 38,4%.

Survei Poltracking Indonesia di Kalimantan Timur ini melibatkan 1.400 responden dengan metode stratified multistage random sampling, serta memiliki margin of error ±2,6% pada tingkat kepercayaan 95%. Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih yang memanfaatkan aplikasi teknologi. Jangkauan survei mencakup 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur yang dipilih secara proporsional berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024.

Selain elektabilitas, temuan survei ini mengungkapkan bahwa dari segi popularitas, Isran Noor adalah calon gubernur yang paling dikenal, dengan angka pengenalan publik sebesar 78,4%, diikuti oleh Hadi Mulyadi (62,2%), Rudy Mas’ud (60,4%), dan Seno Aji (48,6%).

Pada aspek akseptabilitas, Isran Noor kembali unggul dengan 65,1%, disusul Hadi Mulyadi (51,4%), Rudy Mas’ud (47,9%), dan Seno Aji (37,9%). Tingginya popularitas dan akseptabilitas Isran Noor mengindikasikan bahwa ia berhasil membangun citra positif di mata masyarakat Kalimantan Timur, sebuah faktor krusial dalam pemilihan gubernur yang kompetitif ini.

Bila dirinci lebih lanjut, survei Poltracking ini juga menunjukkan bahwa pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi cenderung unggul di delapan dari sepuluh kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Rudy Mas’ud-Seno Aji lebih unggul di Balikpapan, sementara di Penajam Paser Utara persaingan relatif berimbang. Jika dilihat dari status perkotaan dan perdesaan, baik pemilih di wilayah perkotaan maupun pedesaan menunjukkan kecenderungan mendukung Isran Noor-Hadi Mulyadi.

Dari perspektif gender dan pendidikan, survei ini mengungkapkan bahwa dukungan untuk Isran Noor-Hadi Mulyadi merata pada kelompok pendidikan dari tidak tamat SD hingga tingkat sarjana. Begitu pula dengan tipologi pemilih, baik pemilih rasional, psikologis, maupun sosiologis cenderung memilih Isran Noor-Hadi Mulyadi.

Sementara dari sisi pekerjaan, Isran Noor-Hadi Mulyadi memiliki dukungan dari berbagai kelompok pekerjaan seperti ibu rumah tangga, buruh, sopir, kernet, pekerja tidak tetap, pengajar, karyawan swasta, karyawan BUMN, PNS, pedagang kecil, pengusaha, hingga pelajar/mahasiswa. Dukungan elektoral untuk pasangan ini juga stabil di berbagai kelompok penghasilan, mulai dari kurang dari Rp 1 juta hingga lebih dari Rp 10 juta.

Tak hanya itu, dari segi karakteristik personal, Isran Noor dianggap sebagai calon gubernur paling peduli terhadap rakyat dengan tingkat persepsi 28,9%, jauh di atas Rudy Mas’ud (17,9%), Hadi Mulyadi (7,2%), dan Seno Aji (2,2%). Selain itu, Isran Noor dipandang sebagai tokoh paling jujur dan dipercaya publik dengan 24,1%, disusul oleh Rudy Mas’ud (14,6%), Hadi Mulyadi (9,6%), dan Seno Aji (2,1%).

Keunggulan lain Isran Noor adalah dalam hal kecerdasan dan wawasan yang diakui oleh 24,7% publik, sementara Rudy Mas’ud (17,1%) dan Hadi Mulyadi (9,9%) serta Seno Aji (2,7%) berada di posisi selanjutnya. Dari segi kepemimpinan, Isran Noor juga mencatat persepsi tertinggi dengan 30,3% dan 34,9% bila dilihat dari sisi pengalaman, menunjukkan bahwa mayoritas publik percaya pada kapasitas kepemimpinannya. Isran Noor bahkan dianggap paling berprestasi (25,9%) dan berani serta tegas (26,1%) dibandingkan kandidat lainnya.

Survei ini juga mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Isran Noor dan Hadi Mulyadi selama memimpin Kalimantan Timur periode 2018-2023. Sebanyak 70,5% responden menyatakan puas dengan kinerja Isran Noor sebagai Gubernur, sementara kepuasan terhadap Hadi Mulyadi sebagai Wakil Gubernur mencapai 68,7%. Publik menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur (24,8%) dan program yang tepat sasaran (20,2%) menjadi alasan utama kepuasan tersebut.

Selain itu, alasan publik yang mendukung pencalonan kembali Isran Noor adalah untuk melanjutkan program-programnya (50,6%) dan kemampuan Isran Noor dalam memecahkan permasalahan Kaltim (20,7%). Karakteristik personal Isran Noor, yang dianggap jujur dan dekat dengan rakyat, juga menjadi alasan dukungan untuknya.

“Kami sangat senang dengan hasil survei dari lembaga kredibel seperti seperti Poltracking Indonesia. Survei ini juga memberikan gambaran bagaimana masyarakat Kalimantan Timur puas dengan kinerja dan masih menginginkan Isran-Hadi memimpin Kaltim kembali,” kata Ketua Tim Pemenangan Isran-Hadi, Iswan Priady, Jumat (15/10/2024).

“Dengan peta kekuatan elektoral di Kalimantan Timur tersebut kami harus terus menjaga momentum positif ini seraya terus mengawal demokrasi dengan memerangi kecurangan dan politik uang,” pungkas Iswan Priady.

Samarinda – Dalam kepemimpinannya, Isran Noor berhasil membawa Kalimantan Timur (Kaltim) ke arah kemajuan yang signifikan. Sebagai putra asli Kaltim, ia meraih simpati dan dukungan yang kuat dari masyarakat.

Kepercayaan besar yang diberikan masyarakat ini membuat Isran Noor optimis akan mendapatkan suara yang signifikan dalam Pemilihan Gubernur Kaltim mendatang.

Dengan percaya diri, Isran menyampaikan perkiraannya terkait perolehan suara, yakni selisih lebih dari 25 persen dari pesaing. “More than 25 percents (selisih suara dengan calon lain). InsyaAllah yang penting menang. Yang penting kita berusaha menjaga posisi sekarang, kita maintain,” ujarnya.

Keyakinan Isran ini dikuatkan melalui dukungan dari Partai Demokrat yang menggelar Rapat Koordinasi Daerah Khusus (Rakordasus) Pilkada Kaltim 2024 di Balikpapan pada Sabtu, 9 November 2024.

Acara yang digelar di Ballroom Hotel Grand Tjokro tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh, seperti Koordinator Satgas Pemenangan Wilayah Kalimantan Sarjan Taher, Ketua Wantim DPP Demokrat, jajaran pengurus DPD Demokrat Kaltim, dan seluruh Ketua DPC Demokrat di 10 kabupaten/kota di Kaltim.

Dalam pembukaan acara, Ketua Panitia Rakordasus Pilkada Kaltim, Bambang Soepriyadi, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat struktur partai dan menyemangati para kader guna memastikan kemenangan pasangan calon gubernur, bupati, dan wali kota yang diusung Demokrat pada Pilkada Kaltim 2024.

“Rakordasus Pilkada Kaltim 2024 Partai Demokrat Kalimantan Timur diadakan untuk mensolidkan struktur partai, menambah semangat pengurus dan kader untuk memastikan kemenangan paslon gubernur/wakil gubernur, wali kota/wakil wali kota dan bupati/wakil bupati yg diusung oleh Partai Demokrat di Pilkada Kaltim tahun 2024,” ungkapnya.

Ketua DPD Demokrat Kaltim, Irwan, dalam sambutannya, menegaskan komitmen Partai Demokrat untuk selalu menghadirkan pemimpin yang berkualitas bagi masyarakat Kaltim.

“Partai Demokrat komitmen untuk menghadirkan pemimpin-pemimpin yang kompeten dan bermartabat untuk menghadirkan kesejahteraan di Kaltim,” tegasnya.

Irwan menekankan bahwa para calon yang diusung Demokrat adalah bentuk komitmen partai dalam menjaga demokrasi di Kaltim, meskipun dinamika politik sering kali mengiringi proses pencalonan.

Proses pengusungan Isran Noor sebagai calon gubernur Kaltim turut mendapat dukungan penuh dari Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Irwan menilai keputusan SBY dan AHY untuk mendukung Isran adalah upaya untuk memastikan demokrasi dapat tumbuh dengan baik di Kaltim.

“Bagi saya yang lahir di Kaltim, apapun kalau untuk masa depan Kaltim wajib kita hadapi. Jadi kalau pak SBY dan ketua umum AHY dan seluruh jajaran DPP Demokrat sudah mendukung pasangan ini, maka kita harus memenangkan pasangan ini,” tegasnya.

Dalam acara tersebut, Irwan juga mengapresiasi seluruh anggota DPRD dari Fraksi Demokrat, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, yang hadir dan siap berjuang.

Dengan penuh keyakinan, ia menyatakan bahwa jumlah bukanlah satu-satunya penentu dalam memenangkan pertarungan politik, sambil disambut tepuk tangan meriah dari para peserta.

Sebab keberhasilan Isran Noor dalam memimpin Kaltim telah menciptakan landasan yang kokoh untuk mendulang suara dalam Pilgub 2024.

Samarinda – Isran Noor dan Hadi Mulyadi, selama masa kepemimpinannya di Kalimantan Timur, telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Peningkatan penyerapan tenaga kerja menjadi salah satu capaian signifikan yang mencerminkan keberhasilan strategi pembangunan mereka di provinsi ini.

Menurut data yang dirilis oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Timur, selama periode kepemimpinan Isran Noor dari 2018 hingga 2023, sebanyak 252.783 tenaga kerja berhasil terserap di berbagai sektor.

Pencapaian ini memberikan dampak positif dalam menurunkan tingkat pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

“Angka ini melampaui target awal yang ditetapkan, yaitu 250.000 tenaga kerja,” kata Ketua Tim Pemenangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor-Hadi Mulyadi, Iswan Priady.

Lebih lanjut Iswan Priady menjelaskan bahwa sejak Isran Noor menjabat sebagai Gubernur, program-program strategis di sektor ketenagakerjaan mulai membuahkan hasil.

Sebab penyerapan tenaga kerja meningkat pesat di berbagai sektor seperti sektor perkebunan, peternakan, perikanan, pertanian, perindustrian, dan melalui program-program Dinas Tenaga Kerja.

“Capaian ini menunjukkan bahwa kebijakan yang diambil mampu memberikan ketahanan dan adaptabilitas ekonomi Kalimantan Timur di tengah kondisi yang sulit, seperti pandemi Covid-19,” jelas Iswan Priady.

Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari berbagai kebijakan pro-rakyat yang dilaksanakan Isran Noor dan Hadi Mulyadi. Pengembangan sektor-sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan industri telah menciptakan peluang kerja yang berkelanjutan.

Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan pelatihan keterampilan tenaga kerja lokal turut berkontribusi pada penyerapan yang lebih optimal.

Program pelatihan vokasi dan upaya peningkatan keterampilan kerja menjadi bagian integral dari strategi ini, memberikan tenaga kerja di Kalimantan Timur keunggulan kompetitif untuk bersaing di pasar tenaga kerja yang semakin dinamis.

“Ke depan, komitmen Isran Noor dan Hadi Mulyadi dalam menciptakan lapangan kerja tetap menjadi prioritas,” tegas Iswan Priady.

Dengan fokus pada diversifikasi ekonomi dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, Kalimantan Timur diharapkan terus berkembang, membuka lebih banyak peluang bagi masyarakatnya.

“Hasil ini membuktikan bahwa kepemimpinan yang berorientasi pada hasil nyata dapat membawa perubahan positif bagi provinsi dan warganya,” pungkas Iswan Priady.

Jakarta – Calon Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, melontarkan sindiran kepada lawannya, Rudy Mas’ud, dengan menyatakan bahwa Rudy tidak memiliki pengalaman dalam pemerintahan. Menurut Isran, hal ini membuatnya merasa tidak perlu mengajukan pertanyaan kepada seseorang yang dianggap belum berpengalaman.

Komentar tersebut disampaikan dalam debat publik kedua yang digelar di studio CNN Indonesia pada Minggu (3/10/2024).

“Saya tidak bertanya karena kawan kita ini tidak punya pengalaman. Saya tidak bertanya karena tidak ada obyek untuk bertanya,” ujarnya, menekankan bahwa pemahaman dan pengalaman di pemerintahan sangatlah krusial untuk menyusun kebijakan yang efektif.

Isran juga meluruskan informasi yang diberikan oleh lawannya, dengan menyebutkan bahwa tingkat partisipasi SMA di Kalimantan Timur berada di peringkat keenam secara nasional, sementara untuk perguruan tinggi menempati posisi kedelapan.

“Sepertinya datanya salah lagi tuh. Untuk partisipasi di SMA, Kaltim peringkat 6. Untuk perguruan tinggi, Kaltim peringkat 8,” katanya tegas.

Lebih lanjut, Isran Noor menyoroti keberhasilan program Beasiswa Kaltim Tuntas yang diharapkan terus memperluas akses pendidikan serta mencetak generasi muda yang kompetitif dan siap membangun masa depan Kalimantan Timur.

Program ini mencerminkan komitmen besar Isran dan Hadi Mulyadi dalam memajukan sektor pendidikan. Di bawah kepemimpinannya, Isran telah memperlihatkan perhatian nyata terhadap kualitas pendidikan, dengan menyalurkan beasiswa secara masif kepada para siswa dan mahasiswa di Kalimantan Timur.

“Alhamdulillah, kami sudah melaksanakan. Beasiswa sudah banyak memberikan bantuan kepada anak-anak kita, mulai dari siswa SD hingga mahasiswa perguruan tinggi, dengan total penerima mencapai 214 ribu pelajar dan mahasiswa. Itu yang terbesar di seluruh Indonesia,” ucap Isran dengan penuh keyakinan.

Dalam periode kepemimpinannya, total dana beasiswa yang disalurkan mencapai Rp1,3 triliun, mencerminkan besarnya investasi yang telah dilakukan untuk pendidikan di provinsi tersebut.

Selain itu, sebanyak 21 ribu siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) telah mendapatkan sertifikasi dari LSP-BNSP, yang diharapkan dapat memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja dengan keterampilan yang mumpuni.

Isran Noor juga mengungkapkan rencana ambisius untuk masa depan, yaitu meningkatkan jumlah beasiswa menjadi Rp2,5 triliun.

“Ini bukan janji, tapi akan kami tepati,” ujarnya, menegaskan komitmen mereka dalam mendukung pendidikan generasi muda di Kalimantan Timur.

Jakarta – Tim hukum pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor dan Hadi Mulyadi, menyampaikan kritik keras terhadap penyelenggaraan debat publik kedua yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalimantan Timur.

Wakil Ketua Bidang Hukum Tim Pemenangan Isran-Hadi, Roy Hendrayanto, mengungkapkan sejumlah keberatan yang mencuat terkait tata kelola debat yang digelar di studio CNN Indonesia pada Minggu (3/10/2024).

Menurut Roy, terdapat indikasi ketidakadilan dalam penyusunan pertanyaan oleh panelis. Setidaknya tiga pertanyaan dalam debat dinilai bersifat menyudutkan pasangan Isran-Hadi.

Ia juga mengungkapkan kecurigaan bahwa jawaban yang disampaikan oleh pasangan calon lawan, Rudy Mas’ud dan Seno Aji, tampaknya telah dipersiapkan sebelumnya.

“Ini menimbulkan pertanyaan besar, apakah ada kebocoran informasi yang menguntungkan salah satu pasangan calon,” ujar Roy, menyoroti kemungkinan ketidaknetralan dalam pelaksanaan debat.

Selain itu, tim hukum Isran-Hadi juga menyoroti pelanggaran tata tertib debat yang disusun oleh KPUD Kaltim. Menurut mereka, tata tertib ini melanggar Peraturan KPU (PKPU) No. 1363/2024 dan PKPU No. 13/2024, yang dengan jelas menyatakan bahwa debat seharusnya dilakukan antara pasangan calon sebagai satu paket, bukan dengan format yang memisahkan calon gubernur dan calon wakil gubernur secara individu.

Tim hukum Isran-Hadi menyatakan bahwa mereka telah menyampaikan protes kepada ketua dan anggota KPUD Kaltim terkait hal ini sebelum debat dimulai, namun keberatan tersebut diabaikan.

Melihat sejumlah kejanggalan ini, tim hukum Isran-Hadi mempertimbangkan untuk membuat laporan resmi ke Dewan Kehormatan KPU.

Roy Hendrayanto menegaskan bahwa pihaknya akan mendesak Dewan Kehormatan KPU untuk debat ketiga nanti meninjau ulang proses debat dan memastikan bahwa semua panelis debat kedua digerjentikan dan diganti dengan panelis baru.

“Kami menginginkan panelis yang lebih kredibel, netral, dan tidak berpihak,” kata Roy.

Tim hukum juga meminta KPUD Kalimantan Timur untuk memastikan bahwa kebocoran informasi tidak terjadi lagi di masa mendatang. Mereka mendesak KPUD agar menjalankan tugasnya secara transparan dan mematuhi regulasi yang telah ditetapkan oleh PKPU.

“KPUD tidak boleh seenaknya membuat aturan yang bertentangan dengan ketentuan perundangan yang berlaku,” tegas Roy.

Kritik ini menyoroti pentingnya integritas dalam pelaksanaan debat publik, yang seharusnya menjadi ajang bagi para calon untuk memaparkan program dan visi mereka secara adil.

Tim Isran-Hadi menuntut transparansi dan profesionalisme dalam penyelenggaraan debat berikutnya agar dapat memberikan kesempatan yang sama bagi semua pasangan calon.

Dengan serangkaian keberatan ini, isu tata kelola debat menjadi sorotan, menimbulkan perdebatan lebih luas tentang bagaimana memastikan pemilihan yang adil dan transparan di Kalimantan Timur.

Tim Isran-Hadi berharap bahwa langkah mereka dapat mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan debat di masa mendatang, demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi.

Jakarta – Dalam debat publik kedua yang digelar di studio CNN Indonesia pada Minggu (3/10/2024), Hadi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Kalimantan Timur, menyoroti pentingnya prinsip-prinsip dasar dalam tata kelola pemerintahan.

“Terkait dengan tata kelola pemerintahan, faktornya di antaranya adalah transparansi, akuntabilitas, eksistensi dan inovasi, kepemimpinan dan integritas, hukum dan keadilan,” ujarnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintahan yang baik harus mampu memenuhi semua aspek tersebut demi kesejahteraan masyarakat.

Namun, Hadi Mulyadi juga mengingatkan publik akan berbagai persoalan yang pernah mencoreng prinsip-prinsip tata kelola yang baik di Kaltim.

Salah satu kasus yang ia ungkap adalah peristiwa pada 2019, saat Makmur HAPK, mantan Bupati Berau, meskipun berhasil meraih suara sebanyak 38.211, tetap dilengserkan oleh partainya sendiri, Golkar. Ia digantikan oleh Hasanuddin Mas’ud, yang tak lain adalah saudara dari Calon Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud.

“Karena pembahasan kita tentang tata kelola pemerintahan, saya memberikan fakta,” tegas Hadi.

Hal serupa juga terjadi di tahun 2024. Abdulloh, seorang kader senior Golkar dengan pengalaman lebih dari dua dekade, menghadapi ketidakadilan meskipun meraih suara terbanyak dalam pemilihan legislatif 2024.

Abdulloh mengumpulkan 48.180 suara, jumlah yang jauh melebihi perolehan Hasanuddin Mas’ud, yang hanya memperoleh 42.885 suara. Namun, posisi Ketua DPRD Kaltim justru diberikan kepada Hasanuddin Mas’ud. Kejadian ini sekali lagi menunjukkan adanya keberpihakan yang mencolok.

Isu semacam ini, menurut Hadi Mulyadi, menjadi tantangan besar dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan di Kalimantan Timur. Keberpihakan ini tentu mencederai prinsip keadilan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan yang seharusnya mengedepankan integritas.

Pernyataan Hadi Mulyadi memperlihatkan bahwa tata kelola pemerintahan di Kalimantan Timur masih membutuhkan perbaikan, terutama dalam hal keadilan dan netralitas.

Transparansi, akuntabilitas, dan integritas harus terus diperjuangkan untuk mewujudkan pemerintahan yang benar-benar berpihak kepada rakyat, bukan kepada kelompok tertentu.

Debat ini menjadi momen penting bagi masyarakat untuk merenungkan kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan guna menciptakan pemerintahan yang lebih baik, adil, dan transparan di masa depan.

Jakarta – Dalam debat publik kedua yang digelar di studio CNN Indonesia pada Minggu (3/10/2024), Isran Noor, calon Gubernur Kalimantan Timur, menyoroti pentingnya pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Menurut Isran, keberhasilan dalam mengelola Kalimantan Timur bergantung pada komitmen untuk menjaga kinerja pemerintah yang transparan dan bebas dari kasus korupsi, sebuah prinsip yang selama lima tahun terakhir ia dan Hadi Mulyadi pegang teguh.

“Alhamdulillah, selama saya lima tahun menjadi Gubernur dan Pak Hadi menjadi Wakil, tidak pernah ada tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” ujar Isran Noor.

Ia menegaskan bahwa pemerintahan mereka berhasil menjaga integritas dan terhindar dari skandal korupsi yang merugikan kepercayaan masyarakat. Isran mencatat bahwa kasus korupsi yang sempat mencuat, seperti di Penajam Paser Utara, tidak terkait dengan kepemimpinannya.

“Kecuali di Penajam Paser Utara, saya lupa namanya siapa,” tambahnya, merujuk pada kasus yang menimpa mantan Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Mas’ud.

Kasus Abdul Gafur Mas’ud memang cukup menghebohkan Kalimantan Timur. Mantan Bupati PPU tersebut, yang juga merupakan saudara Calon Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, ditangkap KPK atas dugaan kasus korupsi.

Isran Noor menyinggung insiden ini untuk mengingatkan pentingnya memilih pemimpin yang benar-benar memiliki rekam jejak bersih dalam tata kelola pemerintahan.

Samarinda – Keputusan Rusmadi Wongso untuk secara terbuka mendukung pasangan Rudy Mas’ud-Seno Aji dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Timur 2024 membawa konsekuensi serius.

Langkah ini tidak hanya mengejutkan banyak pihak, tetapi juga memicu reaksi keras dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai tempat Rusmadi selama ini bernaung. Imbasnya, Rusmadi kini terjebak dalam situasi politik yang pelik.

Rusmadi, yang sebelumnya dikenal sebagai sosok penting di PDIP Kaltim, resmi mengundurkan diri dari keanggotaan partai setelah memutuskan untuk mendukung kandidat yang berseberangan dengan pilihan politik PDIP. Jumat (1/11/2024) pukul 15.00 WITA, ia menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) di Kantor DPD PDIP Kaltim, Jalan A. Wahab Syahranie, Samarinda.

Penyerahan KTA tersebut diterima oleh Veridiana, Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Kaltim, yang mengonfirmasi bahwa keputusan Rusmadi didorong oleh pilihan politiknya yang kontroversial.

Keputusan Rusmadi menuai kritik karena dianggap mencederai loyalitasnya kepada partai yang selama ini membesarkannya. Sebagai kader yang bergabung sejak Juli 2018, Rusmadi telah menikmati berbagai keuntungan dan dukungan dari PDIP.

Namun, kini dukungannya kepada Rudy Mas’ud-Seno Aji menempatkan dirinya di tengah gelombang kritik, terutama karena PDIP mengusung Isran Noor sebagai calon gubernur Kalimantan Timur. Sikap Rusmadi dianggap sebagai pengkhianatan terhadap komitmen politik yang seharusnya ia junjung.

Rusmadi tampaknya telah membuat perhitungan yang salah dengan memilih berseberangan. Sumber-sumber internal menyebut bahwa keputusan ini berisiko besar, mengingat PDIP dikenal sebagai partai yang tidak segan-segan mengambil langkah tegas terhadap kader yang dianggap melanggar disiplin partai.

Meski Rusmadi mungkin berpikir bahwa mundur dari partai akan menyelamatkannya dari hukuman politik, dampaknya tetap menghantui kredibilitasnya di mata publik.

Veridiana menegaskan bahwa DPD PDIP Kaltim akan segera berkoordinasi dengan pusat untuk menindaklanjuti pengunduran diri ini.

“Ini suatu keputusan dari Rusmadi, terkait pilihannya secara sadar, ditandai dengan penyerahan KTA-nya kepada kami,” ujar Veridiana, yang tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Di balik pernyataan yang terlihat tenang, jelas bahwa keputusan Rusmadi telah memicu perbincangan hangat di kalangan elit partai.

Namun, satu hal yang pasti: keputusan mendukung Rudy Mas’ud-Seno Aji telah mengubah arah karier politik Rusmadi secara drastis. Di tengah situasi ini, banyak yang menilai langkah Rusmadi sebagai keputusan yang penuh risiko, berpotensi menimbulkan dampak negatif jangka panjang bagi reputasinya.