Aktivis Nelayan Banten: Aguan Jaga Wajah Jokowi di IKN dengan Dugaan Tukar Guling di Proyek PIK 2  

  • Bagikan
Aktivis nelayan Banten Kholid Miqdar
Aktivis nelayan Banten Kholid Miqdar

MoneyTalk.id, Jakarta – Aktivis nelayan Banten Kholid Miqdar melontarkan pernyataan keras terkait kondisi Banten dan kehadiran mantan Presiden Joko Widodo dalam sejumlah kegiatan di wilayah tersebut. Kholid bahkan menduga Banten telah menjadi bagian dari pertukaran kepentingan politik dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam pernyataannya, Kholid menyebut ada pihak tertentu yang dinilai memiliki peran dalam menjaga citra Joko Widodo selama menjabat sebagai presiden.

“Banten sudah dijadikan tukar guling dengan IKN,” kata Kholid dalam pernyataannya di channel YouTube Obor Rakyat Reborn, Rabu (9/9/2026).

Ia kemudian menyinggung sosok pengusaha yang disebutnya sebagai “Aguan” dan mengaitkannya dengan upaya menjaga wajah Jokowi agar tidak terlihat buruk di hadapan publik.

Menurut Kholid, masyarakat Banten justru berpotensi tidak mengetahui adanya kepentingan tertentu di balik berbagai aktivitas politik dan sosial yang melibatkan tokoh nasional di wilayah tersebut.

Kholid juga mempertanyakan agenda yang menghadirkan Jokowi dalam sebuah acara di Banten. Menurut dia, kehadiran mantan presiden tersebut tidak bisa semata-mata dilihat sebagai kegiatan biasa karena, menurutnya, selalu ada kemungkinan kepentingan yang menyertainya.

“Orang Banten tidak akan pernah tahu kalau akalnya sudah terperangkap seperti orang-orang yang sedang mengundang Jokowi saat ini,” ujarnya.

Ia mempertanyakan motivasi pihak yang mengundang Jokowi ke Banten.

“Pasti ada motivasi. Motivasinya apa? Kan sudah jelas sebenarnya,” kata Kholid.

Lebih jauh, Kholid melontarkan kritik tajam terhadap apa yang disebutnya sebagai sifat keserakahan dalam perebutan kepentingan ekonomi dan kekuasaan. Ia menggunakan perumpamaan bahwa sebanyak apa pun kekayaan yang diperoleh, orang yang serakah tidak akan pernah merasa kenyang.

“Dunia beserta isinya dikali satu triliun dimasukkan ke mulut dan perutnya, bagi orang serakah dan rakus tidak akan pernah kenyang,” katanya.

Kholid kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan pengamanan terhadap mantan presiden. Menurut dia, sehebat apa pun pengamanan manusia tetap memiliki keterbatasan.

Ia menekankan bahwa kekuasaan dan pengamanan manusia pada akhirnya tidak dapat menandingi kehendak Tuhan.

“Sehebat-hebatnya penjagaan adalah penjagaan Allah,” ujar Kholid.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *