MoneyTalk.id,Jakarta – Lagi-lagi dunia perbankan bikin geleng-geleng kepala. Kasus jebolnya sistem keamanan Safe Deposit Box (SDB) kembali memakan korban. Seorang nasabah Bank Mandiri KCP Bintaro Sektor 1 harus menelan pil pahit setelah barang berharga miliknya di dalam SDB raib begitu saja dengan kerugian ditaksir mencapai Rp5 miliar. Kasus ini langsung viral dan bikin gempar after di-upload oleh akun Suara Pinggiran pada Kamis (10/09/2026), bikin banyak orang mikir dua kali buat nyimpen aset berharga di bank.
Kronologinya bener-bener red flag banget. Semuanya berawal waktu nasabah bernama Palomita datang ke Bank Mandiri KCP Bintaro Sektor 1 buat ngambil sisa barang berharga miliknya. Tapi, alih-alih bisa diakses dengan gampang, pihak bank malah bikin pernyataan yang bikin darah tinggi: data dirinya sebagai penyewa SDB diklaim enggak ada sama sekali di sistem! Padahal, secara historis, korban masih aktif melakukan transaksi dan buka SDB tanpa kendala berarti pada April 2024 lalu.
Usut punya usut, ada banyak banget kejanggalan yang bikin curiga. Mulai dari fisik laci SDB milik korban yang tiba-tiba pindah posisi sendiri tanpa ada notifikasi atau persetujuan pemilik, sampai staf internal berinisial A—yang tadinya ngurusin SDB korban—malah ngibrit alias menghilang tanpa jejak. Lebih parahnya lagi, pihak bank sempat lempar tanggung jawab dengan bilang kalau staf tersebut enggak pernah terdaftar di cabang Bintaro Sektor 1.
Merasa dikibulin dan enggak ada iktikad baik dari pihak bank selama mediasi, tim kuasa hukum korban langsung ambil jalur tegas dengan melayangkan somasi ketiga ke manajemen Bank Mandiri. Kalau pihak bank masih cuek dan mediasi terakhir ini gagal, kasus ini bakal langsung dibawa ke jalur hukum lewat laporan pidana ke kepolisian plus gugatan perdata gede-gedean atas dugaan kelalaian fatal. Langkah ini diambil bukan cuma buat nuntut keadilan buat korban, tapi juga warning buat publik biar enggak jadi korban selanjutnya.
Sekarang, bola panas ada di tangan manajemen pusat Bank Mandiri. Publik lagi nunggu banget transparansi, investigasi jujur, dan tanggung jawab penuh atas bobolnya sistem keamanan mereka.





