4 November 2026

DPR

JAKARTA, MoneyTalk – Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyatakan prihatin dan miris melihat maraknya kasus korupsi di Indonesia. Belum lagi, kasus OTT Walikota Bandung yang belum setahun menjabat menambah panjang daftar kasus korupsi pejabat negara.

Menurut Anis, perilaku korup tersebut membuat kepercayaan rakyat menurun kepada pejabat publik. “Selain itu, maraknya kasus korupsi juga menghambat investasi,” kata Anis dalam keterangan tertulis.

Anis menyampaikan, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia saat ini tercatat sebagai yang terendah sejak era reformasi, yaitu sebesar 34 poin dari skala 0-100 pada 2022.

“IPK Indonesia pada 2022 menempati peringkat ke-110, padahal sebelumnya berada di peringkat ke-96 secara global, penurunan ini berarti ada masalah yang tidak dibenahi,” ujar Politisi Fraksi PKS ini.

Wakil Ketua BAKN DPR RI ini menambahkan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Bank Dunia, satu-satunya hambatan utama bagi investor untuk berinvestasi di Indonesia adalah korupsi.

“Padahal Indonesia memerlukan banyak investasi terutama direct investment agar terjadi akselerasi dalam perekonomian kita, terutama pasca pandemi, investasi di IKN juga kurang laku jika korupsi masih tinggi,” katanya.

Sisi lain, Wakil Ketua BAKN DPR RI ini menyebut membaiknya fiskal Indonesia beberapa tahun belakangan lebih didorong oleh kenaikan harga komoditas. Sehingga, menurutnya, pemerintah harus mendorong ekonomi ditumbuhkan melalui investasi.

“Tentunya Investasi yang dapat memberikan nilai tambah produk, dan menyerap tenaga kerja, sehingga menurunkan angka kemiskinan,” tandasnya.

JAKARTA, MoneyTalk – Beberapa persoalan yang mencuat dalam pertemuan Tim Kunjungan Komisi X DPR RI dengan Bupati Purwakarta serta mitra kerja Komisi X di daerah antara lain yaitu mengenai masalah seleksi P3K untuk guru dan dana binaan bidang olahraga.

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakan, tujuan kedatangan Komisi X DPR RI ke Kabupaten Purwakarta adalah untuk menyerap masukan dan aspirasi dari berbagai elemen dan pemangku kepentingan didaerah, khususnya di Kabupaten Purwakarta, untuk kemudian bisa dijadikan bahan masukan yang akan dibahas dengan pemerintah pusat.

“Kita concern di semua bidang yang terkait dengan mitra komisi, baik pendidikan, kepariwisataan, ekonomi kreatif, dan perpustakaan. Tadi kita belanja banyak masalah yang disampaikan oleh para UPD disini. Apa yang menjadi keluhan ini memang di berbagai tempat kira-kira sama,” kata Huda di Purwakarta.

“Artinya Ini masalah nasional tidak hanya masalah Purwakarta. Berbekal apa yang telah disampaikan teman-teman tadi, nanti kita akan sampaikan kepada semua mitra kita, supaya semua hal atau masalah itu bisa diselesaikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa masalah yang turut dibahas dalam pertemuan tersebut, diantaranya yaitu menyangkut soal seleksi P3K guru.

“Dimana kuotanya masih banyak, sementara kebijakan di Pusat masih centang perenang dan butuh satu persamaan antara Kemendikbud, BKN, dan juga MenPAN-RB. Yang kedua adalah menyangkut soal olahraga, dimana sekiranya ada semacam dana binaan maka bisa didorong ke KONI – KONI Dinas Kabupaten/Kota,” ungkapnya.

Terkait dengan masalah kekurangan guru PNS di Kabupaten Purwakarta, Huda menegaskan, Bupati Purwakarta sempat menyampaikan kalau ketersediaan guru di Kabupaten Purwakarta sudah cukup, cuma yang berstatus PNS memang masih kurang.

“Tadi ada aspirasi dari Kadisnya supaya jangan diskriminatif, selama ini rekruitmen hanya untuk P3K dan PNS untuk guru. Beliau minta, dan ini juga sama semangatnya seperti Komisi X, bahwa sedari awal kita maunya P3K ini hanyalah kebijakan jangka pendek. Jangka panjangnya tetap, guru harus diangkat sebagai PNS,” tandas Huda.

Menurutnya, saat ini kebijakan yang ada belum holistik. Pemerintah pusat hanya memberikan dana untuk gaji saja, sedangkan tunjangannya harus dari pemerintah daerah. Sementara banyak pemerintah daerah yang tidak cukup anggaran APBD nya.

“Itu yang lalu menjadi dilematis bagi pemda. Maunya pemda, tunjangan maupun gajinya menjadi beban APBN. Sekarang ini kan dibelah. Gajinya dari APBN dan tunjangannya dari APBD. Ini membuat Pemda harus menghitung terus menerus kemampuan fiskal daerahnya. Dan itu tidaklah gampang,” ujarnya.

JAKARTA, MoneyTalk – Tim Komisi XI DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Reses ke Provinsi Bali dengan agenda pembahasan pemulihan perekonomian sekaligus menginventarisir permasalahan yang masih berlangsung.

Diketahui, pandemi Covid-19 lalu memberikan dampak besar pada lemahnya perekonomian Bali. Pemerintah pun telah melakukan berbagai stimulus untuk melakukan pemulihan perekonomian, termasuk melalui kinerja fiskal hingga melibatkan lembaga keuangan.

“Pemerintah mempunyai program-program tentang pemulihan ekonomi. Salah satu program itu akan diberikan melalui penguatan di sektor jasa keuangan. Kita ingin lihat bagaimana implementasi dari program pemerintah, dari Program Bank Indonesia, dari OJK kemudian LPS terkait dengan pemulihan ekonomi di Bali,” kata anggota DPR, Dolfie Othniel Frederic Palit.

“Nah kalau kita lihat tren dari sisi pertumbuhan sudah mulai pulih tapi dari sisi sektor jasa keuangan kita lihat tadi dari laporan OJK dan perbankan disini memang mereka pelaku usaha ini masih membutuhkan restrukturisasi dan relaksasi kredit,” ujar Dolfie.

Terkait dengan restrukturisasi kredit, Dolfie menjelaskan bahwa OJK telah memutuskan untuk memperpanjang restrukturisasi dan relaksasi kredit di seluruh Indonesia hingga 2024 dari yang seharusnya berakhir pada 2023 ini.

Menanggapi hal tersebut, Politisi PDI-Perjuangan ini meminta OJK untuk membuat rancangan mitigasi risiko apabila afirmasi tersebut benar-benar dihentikan.

Meski masih masih membutuhkan relaksasi dan restrukturisasi, sektor jasa keuangan yang ada di Bali masih berada dalam kendali manajemen mitigasi risiko.

Hal tersebut disampaikannya berdasarkan laporan dari Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati serta stakeholder sektor jasa keuangan yang hadir dalam kesempatan tersebut.

“Kalau di Bali sendiri, dari laporan yang disampaikan Pak Wagub, dari sektor jasa keuangan semua dalam kendali manajemen mitigasi risiko. Artinya risikonya terkendali, semua dalam keadaan pemulihan,” katanya.

“Kemudian wisatawan juga bertambah mulai banyak yang masuk dan sebagainya, bahwa dalam perkembangannya perlu poles-polesan ini program pemerintah daerah untuk memperkuat wisata di Bali,” tuturnya.

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga mendapatkan perhatian dalam rapat ini, tak hanya besarannya namun juga penjaminannya.

Legislator dapil Jawa Tengah itu kemudian meminta pemerintah untuk menyusun strategi mengingat kebutuhan penjaminan yang ikut meningkat seiring dengan peningkatan penyaluran KUR biasanya diselesaikan dengan Penambahan Modal pada lembaga Penjamin.

“Di sisi sektor jasa keuangan juga kita memberikan atensi terkait dengan KUR dan penjaminan. Nilai KUR yang semakin besar, komitmen penyaluran yang semakin besar juga membutuhkan penjaminan yang semakin besar dan akhirnya disuntik melalui PMN. Ini juga perlu ada strategi dari pemerintah terkait dengan sustainability dari program KUR itu sendiri,” ujar Dolfie saat memimpin rapat.

Pada acara tersebut, disinggung pula mengenai sinergitas dan koordinasi pemerintah daerah dan pusat dari sisi fiskal terkait isu-isu pembangunan daerah.

Dicontohkan perlu adanya dukungan dalam pembangunan Tempat Pengolahan Sampah untuk mengurai permasalahan sampah yang ada di Bali. Permasalahan lain yang sempat disampaikan adalah mengenai pembangunan instalasi air bersih dan fasilitas kesehatan.

“Yang konkrit adalah urusan sampah. Ini harus jadi perhatian pemerintah pusat khususnya Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Keuangan dalam mengoptimalisasikan program-program pengelolaan sampah sampai pada skala pembiayaannya. Kalau itu diserahkan kepada pemerintah daerah pasti berat, begitu juga sebaliknya diserahkan seluruhnya ke pemerintah pusat juga berat. Ini haris ada optimalisasinya seperti apa ke depan?,” kata anggota Badan Anggaran DPR RI itu.

Hal lain yang juga menjadi sorotan adalah pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Berdasarkan Laporan Perekonomian Provinsi Bali Februari 2023 yang dirilis oleh Bank Indonesia, Perekonomian Bali pada tahun 2023 diprediksi tumbuh pada kisaran 4,50 persen– 5,30 persen (yoy), berpotensi meningkat dibandingkan tahun 2022 yang tumbuh 4,84 persen.

Namun dilaporkan juga bahwa angka pengangguran di wilayah tersebut turut mengalami kenaikan. Untuk itu kembali ditegaskan perlu adanya sinergitas untuk melakukan penguatan pembangunan di daerah demi meningkatkan kualitas perekonomian.

Rapat kerja yang dilaksanakan tersebut melibatkan beberapa beberapa mitra Komisi XI DPR RI antara lain Bank Indonesia, Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, Lembaga Penjamin Simpanan, Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Pusat Statistik, Himpunan Bank Milik Negara, Jamkrindo dan Askrindo. Hadir pula Pemerintah Provinsi Bali yang diwakili oleh Wakil Gubernur serta perwakilan Pemerintah Kota Denpasar untuk memberikan gambaran mengenai kondisi Bali terkini.

JAKARTA, MoneyTalk – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendorong polemik Wakil Ketua KPK Johanis Tanak dengan Kepala Biro Hukum Ditjen Minerba Kementerian ESDM Idris Sihite diselesaikan di hadapan DPR.

Sahroni meminta, pihak terkait tak saling lempar pembelaan diri di media massa yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

“Jadi lebih baik jangan gaduh, jangan saling menyalahkan di media. Selesaikan saja di hadapan DPR agar lebih transparan,” kata Sahroni melalui keterangan tertulisnya.

Politisi Fraksi Partai NasDem itu tak ingin polemik chat (obrolan) Johanis dengan Idris berlarut-larut. Sebaiknya, permasalahan tersebut diselesaikan secara kenegaraan agar tidak menimbulkan drama di tengah masyarakat.

“Selesaikan secara hubungan kelembagaan, duduk bersama di DPR. Jika merasa informasi tersebut tidak benar, sampaikan pembelaan dan klarifikasi di hadapan kami. Mari sama-sama kita verifikasi kasus ini agar cepat menemui kejelasan,” ujar Sahroni.

Sahroni menegaskan, DPR akan memanggil KPK guna meminta klarifikasi tentang sejumlah kisruh yang belakangan terjadi di lembaga antirasuah tersebut.

“Termasuk soal chat ini. Biar rakyat lihat dan dengar langsung. Lalu hasilnya kami akan rekomendasikan untuk proses lebih lanjut bila ada pelanggaran,” tukasnya.

Sebelumnya, percakapan Johanis dengan Idris tersebar di media sosial Twitter. Dalam pesan yang beredar, Johanis dan Idris membicarakan masalah keuangan.

Wakil Ketua KPK itu ingin membuka bisnis baru untuk memenuhi kebutuhan hidup di Jakarta. Johanis mengamini chat tersebut merupakan pembicaraannya dengan Idris. Diskusi mereka disebut terjadi pada Oktober 2022.

JAKARTA, MoneyTalk – Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira menyampaikan, ada beberapa temuan yang diperoleh Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI ke Kabupaten Purwakarta yang berkaitan dengan bidang pendidikan, diantaranya yaitu laporan mengenai adanya kampus abal-abal yang terdapat di Kabupaten Purwakarta.

Menanggapi hal tersebut Andreas meminta akses link dan data yang valid tentang kebenaran keberadaan perguruan tinggi tersebut agar kedepannya bisa dilakukan tindakan hukum sesuai peraturan yang berlaku.

“Tadi ada temuan-temuan yang kami peroleh bahwa ada lebih dari 30 lembaga perguruan tinggi abal-abal yang ada di Kabupaten Purwakarta. Ini tentu harus menjadi perhatian baik dari L2Dikti Jawa Barat maupun juga Dirjen pendidikan tinggi. Karena ini akan sangat merusak citra dan merusak kualitas pendidikan tinggi kita,” kata Andreas.

“Oleh karena itu tadi dari Dewan Pendidikan Kabupaten Purwakarta kami minta link-nya untuk kemudian dicek. Sehingga ini tidak mengorbankan masyarakat dalam hal pendidikan tinggi, terutama pemanfaatan ijazah untuk tujuan-tujuan yang tidak sesuai dengan kepentingan pendidikan itu sendiri,” ujar Andreas.

Menurutnya, soal kampus abal-abal ini adalah menyangkut soal kebutuhan (demand) dari masyarakat. Dikatakannya, seperti sekarang ini ketika sedang musim caleg, banyak yang memanfaatkan hal tersebut untuk kepentingan mencalonkan diri sebagai caleg.

“Banyak juga yang memanfaatkan ini untuk kepentingan kenaikan pangkat atau jabatan, baik didalam swasta maupun pemerintah. Tentu harus kita katakan bahwa ini adalah penyalahgunaan atau illegal,” ujarnya.

“Oleh karena itu memang semua pihak harus bersikap hati-hati di dalam melakukan rekrutmen-rekrutmen. Perlu ada pendataan dan pengecekan, kalau memang ini benar maka ini adalah tindakan kriminal. Penipuan kepada masyarakat. Oleh karenanya harus ada laporan kepada penegak hukum,” tandasnya.

JAKARTA, MoneyTalk – Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus mengkritisi realisasi serapan anggaran Kementerian ATR/BPN hingga bulan Maret (Triwulan I) tahun 2023.

Sebab, menurutnya, serapan anggaran di kementerian itu dinilai lebih banyak diserap untuk program dukungan manajemen, namun belum maksimal diserap untuk program pengelolaan dan layanan pertanahan serta program penyelenggaraan penataan ruang.

“Setelah dielaborasi, capaian anggaran output prioritas tahun 2023 masih terdapat realisasi yang belum digunakan sama sekali pada tiga jenis kegiatan, dokumen persetujuan substansi RDTR Kab/Kota, peta tematik pertanahan dan ruang, dan data tanah ulayat,” kata Guspardi Gaus dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Parlementaria.

Terkait realisasi anggaran ini juga Komisi II menuliskannya dalam kesimpulan rapat dengan Kementerian ATR/BPN, dan meminta Kementerian ATR/BPN RI meningkatkan capaian realisasi anggaran TA 2023 terutama pada program penyelenggaraan penataan ruang dan program pengelolaan dan layanan pertanahan.

Sementara itu, disampaikan Guspardi, jenis kegiatan lainnya seperti peta zona nilai tanah, akses reformasi dan SK redistribusi tanah, capaian anggarannya baru berkisar antara 0,02 sampai 0,04 persen. Hal ini menimbulkan pertanyaan publik bahwa realisasi anggaran kegiatan-kegiatan tersebut belum bergerak signifikan.

“Apakah ada kendala yang dihadapi dalam persoalan ini sehingga capaiannya belum menggembirakan,” tanyanya.

Legislator dari Fraksi PAN ini juga menyoroti adanya pemotongan anggaran dari pemerintah terhadap Kementerian ATR/BPN sebesar Rp411,66 miliar. Sumber dana yang dipotong adalah rupiah murni dari 3 (tiga) jenis belanja, yaitu belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal.

Menurutnya, untuk jenis belanja barang dan belanja modal bisa dilakukan penyesuaian walau ada pemotongan anggaran. Namun penyesuaian sulit dilakukan untuk belanja pegawai.

“Jumlah pengeluaran untuk belanja pegawai ketika diajukan kepada Kemenkeu dan Bappenas tentu sudah terukur berdasarkan jumlah pegawai menurut golongan dan jabatan dan lain sebagainya. Belanja pegawai itu merupakan kewajiban negara untuk membayarkannya,” tutupnya.

JAKARTA, MoneyTalk – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) agar turun tangan mengawal kasus perseteruan antara pekerja vs PT Agel Langgeng.

Menurut Netty, Kemnaker harus mengawal kasus ini agar pekerja mendapatkan hak-haknya secara adil.

“Dalam hubungan kerja, posisi pekerja umumnya rentan. Oleh karena itu Kemnaker harus hadir agar pekerja mendapatkan hak-haknya secara adil sebagaimana ketentuan hukum yang berlaku,” kata Netty dalam keterangan tertulis.

Dari informasi yang beredar, para pekerja PT Agel Langgeng di Pasuruan, Jawa Timur melakukan unjuk rasa karena perusahaan menutup pabriknya secara permanen.

Selain itu, perusahaan juga diduga tidak memberikan pesangon sesuai aturan kepada pekerja yang terkena PHK. Berbeda dengan dugaan tersebut, dalam keterangan resminya, perusahaan mengaku akan memberikan pesangon kepada sekitar 150 karyawannya.

“Kemnaker harus memeriksa duduk perkara perselisihan tersebut. Benarkah perusahaan telah menunaikan pembayaran kewajiban terhadap pekerja sesuai aturan yang berlaku? Jika belum, maka harus ada tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti tak menjalankan kewajibannya,” ujar Netty.

Mengutip Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja, kata Netty, perusahaan wajib membayarkan pesangon dengan besaran tertentu.

“Apalagi ini momen menjelang lebaran 2023 di mana kebutuhan masyarakat meningkat. Harusnya hal ini menjadi salah satu pertimbangan dalam menyelesaikan pembayaran hak-hak pekerja,” jelasnya.

Kendati demikian, Netty juga meminta kepada pekerja agar melakukan aksi unjuk rasa secara tertib dan damai.

“Jaga ketertiban dan kedamaian dalam melakukan aksi. Aparat yang menjaga aksi juga harus menahan diri untuk tidak melakukan tidakan-tindakan berlebihan. Apalagi ini dalam suasana Ramadhan. In syaa Allah ada solusi terbaik untuk semua,” tutup politisi dari Fraksi PKS ini.

JAKARTA, MoneyTalk – Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto minta Pemerintah mencopot Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC) Toto Nugroho. Hal itu karena dianggap gagal mengelola perusahaan sesuai target yang ditetapkan.

“Saya minta pemegang saham korporasi baterai listrik Indonesia yakni Pertamina, PLN, MIND-ID, dan Antam mengganti Dirut IBC. Karena tidak cukup membawa kemajuan yang berarti bagi perusahaan setelah bekerja lebih dari tiga tahun,” ujar Mulyanto dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan Dirut Mind-ID, Dirut Antam dan Dirut IBC, Senayan, Jakarta, Rabu (12/4/2023).

Dijelaskan Mulyanto, selama ini Dirut IBC lebih banyak membuat kajian yang menelan biaya hampir Rp100 milyar untuk membayar konsultan. Tapi sayangnya tidak terlihat langkah-langkah konkretnya.

Apalagi belakangan baru diketahui ternyata Dirut IBC ini sebelumnya menjabat sebagai Dirut Petral, perusahaan Migas berbasis di Singapura yang membuat heboh, dan akhirnya diusulkan untuk dibubarkan oleh Tim Pemberantasan Mafia Migas.

“Secara etika publik, ini kan tidak elok. Masak Dirut perusahaan yang bermasalah serta bikin gempar dunia Migas nasional, yang akhirnya dibubarkan oleh Tim Pemberantasan Mafia Migas malah diangkat lagi sebagai Dirut IBC yang sangat strategis dalam mendukung pengembangan EBET nasional. Ini mengkhawatirkan masa depan energi hijau kita,” tegasnya.

Terlebih lagi menurut Politisi dari Fraksi PKS ini, Toto juga tidak menguasai seluk-beluk bisnis terkait teknologi baterai listrik. Padahal, sejatinya IBC ini melibatkan berbagai lembaga riset yang sebelumnya terkonsolidasikan oleh Kemenristek (sekarang BRIN) dalam konsorsium riset baterai listrik.

“Sayang kalau akumulasi pengetahuan yang ada selama ini dalam lembaga-lembaga riset pemerintah menguap begitu saja,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Mulyanto juga mempertanyakan kasus kerjasama dengan perusahaan Korea, yakni LG Energy Solution (LG) yang terancam bubar. Padahal teknologi baterai listriknya dimiliki perusahaan tersebut.

Ia menilai, hal itu mirip dengan kasus mundurnya perusahaan petrokimia asal Amerika Serikat, Air Products and Chemicals Inc. dalam konsorsium gasifikasi batubara untuk DME, yang justru memegang teknologi kunci DME.

“Kenapa bisa terjadi? Jangan sampai investasi senilai hampir Rp122 Triliun ini gagal terwujud dan berdampak buruk bagi pengembangan ekosistem baterei kendaraan listrik di Indonesia,”pungkasnya.

JAKARTA, MoneyTalk – DPR RI menetapkan 5 (lima) calon anggota Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI melalui Sidang Paripurna, Kamis (13/4/2023) di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta.

Penetapan tersebut diputuskan berdasarkan hasil uji kelayakan (fit and proper test) terhadap 15 calon anggota dewan pengawas LPP TVRI periode 2022-2027 yang dilakukan oleh Komisi I DPR RI.

“Sidang dewan yang terhormat, apakah laporan Komisi I DPR RI atas hasil uji kelayakan terhadap calon anggota dewan pengawas LPP TVRI periode 2022-2027 tersebut dapat disetujui?” tanya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat memimpin Rapat Paripurna DPR RI, diikuti dengan persetujuan dari para anggota DPR RI yang hadir.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Bambang Kristiono memaparkan laporan hasil uji kelayakan dan kepatutan terhadap para calon dewan pengawas LPP TVRI periode 2022-2027.

Bambang menyampaikan bahwa uji kelayakan yang digelar berjalan dengan lancar dan dilakukan sesuai dengan pasal 2 ayat 10 UU Penyiaran.

Dalam laporan tersebut, Komisi I juga meminta komitmen dari lima calon dewan pengawas terpilih untuk melaksanakan fungsi dan tugasnya secara profesional dan menghindari segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan.

“Komisi I DPR RI minta komitmen Calon Anggota Dewas LPP TVRI Periode 2022-2027 untuk dapat melaksanakan tugas, fungsi, dan kewenangan LPP TVRI sesuai peraturan perundang-undangan secara profesional dan bertanggung jawab, serta senantiasa menjaga moralitas, integritas, dan independen,” ujarnya.

“Di samping itu, diharapkan 5 (lima) Calon Anggota Dewas LPP TVRI Periode 2022-2027 terpilih untuk menghindari segala bentuk penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang, serta bersedia bekerja secara penuh waktu dengan memprioritaskan penyelesaian tugas-tugas Dewas,” ujar Politisi Fraksi Partai Gerindra itu saat membacakan laporan Komisi I.

Adapun nama-nama dari 5 (lima) calon anggota Dewan Pengawas LPP TVRI periode 2022-2027 yang telah mengantongi restu untuk kemudian dilantik secara resmi menjadi Dewan pengawas antara lain; Agnes Irwanti dari unsur masyarakat, Agus Sudibyo dari unsur pemerintah, Danang Sangga Buwana dari unsur masyarakat, Hardly Stefano Fenelon Pariela dari unsur masyarakat, dan Sifak dari unsur TVRI.

JAKARTA, MoneyTalk – Anggota DPR RI Bakri HM meminta pemerintah bersikap tegas terhadap China terkait permintaannya menjadikan APBN Indonesia sebagai penjamin pinjaman utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Dirinya ingin pemerintah berpikir panjang terkait kasus ini. Jangan sampai anggaran dan kondisi yang stabil saat ini digoyang oleh isu tersebut.

“Orang-orang yang terlibat dalam pembangunan ini harus berpikir panjang. Jangan sampai anggaran-anggaran kita, situasi kondisi kita yang hari ini kita tahu bahwa posisi masih stabil, tapi jangan sampai digoyang oleh isu-isu yang terkadang-kadang yang tidak baik. Harus tegas kepada Pemerintah China saya pikir,” ujar Bakri kepada Parlementaria.

Politisi Fraksi Partai Amanat Nasional tersebut mengaku terkejut dengan adanya desakan dari pihak China untuk menjadikan penyelesaian masalah utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung harus diperkuat dengan APBN.

Padahal, dirinya menyampaikan, pada kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya bahwa dalam pembangunan kereta cepat tersebut tidak menggunakan dana dari APBN.

“Terus terang saja saya termasuk juga pelaku sejarah yang dulu menolak bahwa kereta cepat ini dibiayai oleh APBN. Ternyata waktu baru-baru kemarin tidak ada satu rupiah pun uang APBN akan masuk (jadi pembiayaan KCJB), tapi pada kenyataannya masuk juga. Tapi kita terkejut adanya desakan dari Pemerintah China ingin bahwa penyelesaian ini harus diperkuat dengan APBN,” ujar Anggota Komisi I DPR RI ini.

Untuk itu, Legislator Dapil Jambi itu pun mendorong pemerintah agar tetap kembali pada kesepakatan awalnya. “Kalau itu memang ada perjanjian utang jangka panjang, ya dilakukan aja. Pemerintah harus tetap kembali kepada kesepakatan awalnya,” tutupnya.