MoneyTalk, Jakarta – Aktivis Nahdlatul Ulama (NU), Umar Hasibuan atau yang akrab disapa Gus Umar, menyoroti kondisi mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilainya masih aktif menjalani berbagai kegiatan setelah tidak lagi menjabat sebagai kepala negara.
Melalui pernyataannya, Gus Umar mempertanyakan kondisi kesehatan Jokowi sekaligus aktivitas yang masih dijalani di ruang publik. Ia membandingkan sikap Jokowi dengan dua mantan presiden sebelumnya, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri, yang menurutnya lebih menikmati masa purnatugas bersama keluarga serta aktivitas pribadi.
“Kenapa tidak meniru SBY dan Megawati yang menikmati masa pensiun dengan keluarga dan kegiatan yang menenangkan,” ujar Gus Umar dalam pernyataannya, Kamis (12/2/2026).
Ia juga menyinggung aktivitas Jokowi yang masih terlihat mendatangi kantor kepolisian, sehingga memunculkan berbagai spekulasi di ruang publik. Menurutnya, figur mantan presiden semestinya dapat menjalani masa transisi kepemimpinan dengan lebih tenang tanpa terlalu sering muncul dalam dinamika politik maupun hukum.
Pernyataan tersebut pun memicu beragam respons dari masyarakat. Sebagian menilai kritik Gus Umar sebagai bagian dari kebebasan berpendapat dalam demokrasi, sementara lainnya menilai aktivitas Jokowi pasca-menjabat merupakan hak pribadi selama tidak melanggar hukum.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Jokowi terkait komentar tersebut maupun kondisi kesehatannya. Namun sejumlah pengamat menilai wajar jika mantan presiden tetap memiliki aktivitas sosial, politik, atau kemasyarakatan mengingat pengaruh dan jaringan yang telah terbentuk selama masa kepemimpinannya.
Dinamika perbincangan publik mengenai peran mantan presiden setelah lengser memang kerap muncul di Indonesia. Sebagian memilih sepenuhnya mundur dari panggung politik, sementara yang lain tetap aktif dalam kegiatan sosial, kebangsaan, maupun organisasi masyarakat.





