MoneyTalk, Pekanbaru – Center for Budget Analysis (CBA) menyoroti tajam kinerja dan pola pengelolaan anggaran di Pemerintah Kabupaten Pelalawan, Riau, di bawah kepemimpinan Bupati Zukri Misran. Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, secara sinis menyebut Bupati Pelalawan sebagai sosok yang “sangat inovatif”, merujuk pada dua aspek krusial: penanganan kasus hukum yang melibatkan keluarga kepala daerah dan penyusunan anggaran makan-minum daerah yang dinilai fantastis.
CBA menyoroti peristiwa penangkapan AF (21), anak dari Bupati Zukri Misran, dalam razia narkoba di sebuah tempat hiburan malam di Pekanbaru pada Minggu, 24 Mei 2026. Meskipun terjaring dalam razia tersebut, AF diketahui segera dibebaskan dan hanya diarahkan untuk menjalani rehabilitasi rawat jalan.
Kepala BNN Kota Pekanbaru memberikan keterangan bahwa AF dikategorikan sebagai pengguna pasif yang tidak sengaja menghirup asap ganja dari tersangka lain di dalam toilet. Menanggapi hal tersebut, Uchok Sky Khadafi dalam siaran tertulisnya pada Sabtu (30/05/26), menilai proses penanganan hukum ini menunjukkan “inovasi” tersendiri dalam sistem peradilan yang dinilai sangat istimewa bagi pihak tertentu.
Tidak hanya menyoal aspek penegakan hukum, Uchok juga membeberkan temuan CBA terkait nomenklatur anggaran makan dan minum pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pelalawan yang dinilai tidak rasional. Berdasarkan catatan CBA, terdapat alokasi dana dengan nominal yang sangat besar, yakni:
Open House Kepala Daerah: Dana untuk kegiatan open house Bupati Zukri Misran dianggarkan sebesar Rp254.000.000 untuk satu kegiatan saja.
Aktivitas Lapangan: Pengadaan air mineral botol, gelas, buah keranjang, dan extra fooding untuk aktivitas lapangan mencapai Rp835.600.000.
Makan Harian Bupati: Alokasi untuk makan harian Bupati Zukri Misran tercatat mencapai Rp451.500.000.
Jika disimulasikan, anggaran makan harian tersebut setara dengan Rp37.625.000 per bulan, atau sekitar Rp1.254.166 per hari.
Lebih lanjut, Uchok mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2026, alokasi anggaran makan harian tetap dipertahankan dengan total nilai mencapai Rp1.085.000.000, yang kini digabungkan untuk kebutuhan Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah.
“Bapaknya inovatif dalam membuat anggaran, anaknya juga inovatif dalam situasi sulit. Kami meminta agar transparansi dan efisiensi anggaran di Kabupaten Pelalawan dievaluasi secara menyeluruh agar tidak membebani APBD demi kepentingan yang tidak produktif bagi masyarakat,” tegas Uchok Sky Khadafi.




