Guntur Romli Tantang Parpol Pengkritik PDIP: Dulu Teriak Jokowi 3 Periode, Sekarang di Bawah Ketiak Siapa?

  • Bagikan
Politikus PDIP Guntur Romli

MoneyTalk.id,Jakarta – Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Mohamad Guntur Romli melontarkan sindiran keras kepada sejumlah partai politik yang belakangan kerap menyinggung posisi PDIP sebagai kekuatan oposisi di luar pemerintahan.

Melalui pernyataannya, Guntur mempertanyakan konsistensi partai-partai yang kini ramai mengkritik PDIP. Menurutnya, publik masih mengingat bagaimana sebagian elite partai politik tersebut pernah menjadi pendukung kuat wacana perpanjangan masa jabatan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, hingga tiga periode.

“Tiba-tiba parpol-parpol ini nyenggol PDI Perjuangan. Masih ingat, parpol-parpol ini pula yang dulu teriak-teriak Jokowi tiga periode,” ujar Guntur Romli, Sabtu (20/6/2026).

Dengan nada satir, ia mempertanyakan arah politik partai-partai tersebut saat ini.

“Dulu di bawah ketiak Jokowi, sekarang di bawah ketiak siapa?” sindirnya.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya dinamika politik nasional, di mana posisi PDIP sebagai satu-satunya partai besar yang berada di luar kabinet pemerintahan kerap menjadi sorotan. Berbagai kritik dan pertanyaan mengenai sikap politik PDIP terus bermunculan dari sejumlah elite partai koalisi.

Namun, menurut Guntur, kritik tersebut tidak berdasar. Ia menegaskan bahwa PDIP saat ini jelas berada di luar pemerintahan sehingga memiliki peran sebagai kekuatan penyeimbang dalam sistem demokrasi.

“Kalau PDI Perjuangan masuk kabinet, boleh parpol-parpol itu mempertanyakan sikap PDI Perjuangan sebagai kekuatan penyeimbang. Saat ini jelas-jelas di luar pemerintahan,” tegasnya.

Guntur bahkan menduga adanya pihak tertentu yang sengaja mengarahkan serangan politik kepada PDIP. Ia mengaitkannya dengan pengalaman masa lalu ketika sejumlah elite partai secara terbuka mendorong wacana Jokowi tiga periode yang sempat menjadi polemik nasional.

“Ayo ngaku, siapa yang menginstruksikan nyenggol PDI Perjuangan? Seperti dulu ketika mereka diinstruksikan menggaungkan Jokowi tiga periode,” ujarnya.

Sebelumnya, Guntur juga berulang kali mengkritik kelompok politik yang menurutnya berperan dalam menghidupkan narasi perpanjangan masa jabatan presiden. Ia menyebut sejumlah elite partai, menteri, hingga kelompok relawan pernah menjadi bagian dari gelombang dukungan terhadap wacana tersebut.

Pernyataan terbaru Guntur Romli diperkirakan akan semakin memanaskan perdebatan politik antara PDIP dan sejumlah partai pendukung pemerintahan. Di tengah konfigurasi politik nasional pasca-Pilpres, posisi PDIP sebagai kekuatan oposisi terus menjadi faktor penting dalam mengawal jalannya demokrasi dan fungsi kontrol terhadap pemerintah.

Dengan sindiran tajam yang dilontarkannya, Guntur seolah ingin mengingatkan publik bahwa sejarah politik tidak mudah dilupakan. Menurutnya, pihak yang kini paling vokal mempertanyakan sikap PDIP justru merupakan kelompok yang sebelumnya berada di garis depan dalam mendukung berbagai agenda politik pemerintahan sebelumnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *