MoneyTalk.id, Jakarta – Pegiat media sosial Ferry Koto melontarkan kritik tajam terhadap kondisi ekonomi dan politik nasional. Melalui unggahan di media sosial, ia menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah, penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), hingga menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Ferry Koto, berbagai indikator tersebut menunjukkan tantangan yang sedang dihadapi pemerintahan saat ini. Ia mempertanyakan apa yang masih dapat dibanggakan apabila sejumlah indikator penting mengalami penurunan secara bersamaan.
“Rupiah ambrol, IHSG ambrol. Yang terbaru tingkat kepuasan pada Presiden Prabowo juga ambrol. Lantas apa lagi yang tertinggal jika semua ambrol?” tulis Ferry Koto dalam unggahannya, Kamis (30/7/2026).
Ia juga menyinggung perjalanan politik Prabowo yang telah berlangsung selama dua dekade sebelum akhirnya memenangkan mandat rakyat melalui Pemilu Presiden.
“Dua puluh tahun berjuang untuk meraih mandat rakyat. Setelah diberi mandat, malah hanya bisa membuat gaduh dengan pidato yang tidak jelas arahnya,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut memicu beragam tanggapan di media sosial. Sebagian warganet menilai kritik Ferry Koto merupakan bentuk evaluasi terhadap jalannya pemerintahan, sementara pihak lain menganggap penilaian tersebut terlalu dini mengingat pemerintahan masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi global.
Di sisi lain, pelemahan rupiah dan fluktuasi IHSG kerap dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari dinamika pasar keuangan internasional, kebijakan moneter global, hingga sentimen investor. Sementara itu, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah juga dapat berubah seiring perkembangan kondisi ekonomi, kebijakan, serta komunikasi publik pemerintah.
Pengamat politik menilai bahwa komunikasi pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik, publik dinilai mengharapkan narasi yang lebih jelas mengenai arah kebijakan, solusi atas persoalan ekonomi, serta kepastian dalam pelaksanaan program-program prioritas.
Kritik Ferry Koto menambah daftar suara dari berbagai kalangan yang mendorong pemerintah untuk memperkuat komunikasi publik sekaligus menunjukkan hasil nyata dari program-program yang telah dijalankan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana terkait pernyataan Ferry Koto tersebut. Perlu dicatat bahwa pernyataan Ferry Koto merupakan opini pribadi yang disampaikan melalui media sosial, sementara penilaian terhadap kinerja pemerintah melibatkan berbagai indikator ekonomi, sosial, dan politik yang lebih luas.


