Dirut Agrinas Pangan: Jangan Main-main, Masyarakat Bawah Bisa Bangkit Melawan Oligarki

  • Bagikan
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa

MoneyTalk.id,Jakarta – Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa, mengingatkan adanya potensi perlawanan dari masyarakat lapisan bawah jika kebijakan pemerintahan Prabowo yang berpijak kepada rakyat kecil terus diganggu oleh oligarki.

Menurut Joao, kekuatan masyarakat kecil tidak boleh dipandang sebelah mata. Ia bahkan menilai kebangkitan masyarakat dari bawah dapat menjadi kekuatan yang jauh lebih besar dibandingkan penggunaan kekuatan militer.

“Justru yang saya takut bukan menggunakan kekuatan militer, tetapi masyarakat dari bawah yang akan bangkit melawan orang-orang oligarki ini. Kita jangan main-main dan itu bisa terjadi,” kata Joao di Channel YouTube Sinkos Indonesia, Minggu (13/9/2026).

Joao menyampaikan pandangan tersebut ketika menjelaskan keterlibatannya sebagai operator dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dari pengalamannya melihat pelaksanaan program di lapangan, ia menilai sejumlah kebijakan pemerintah saat ini diarahkan untuk memperkuat masyarakat desa dan kelompok ekonomi bawah.

“Kalau saya, kebetulan saya sekarang menjadi operator daripada Koperasi Merah Putih. Saya justru melihat begini, semua kebijakan beliau itu berpihak kepada rakyat kecil,” ujarnya.

Ia mengatakan, anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) diarahkan untuk membangun masyarakat desa, masyarakat kecil, serta kelompok masyarakat miskin.

“Semua APBN difokuskan untuk bagaimana membangun masyarakat desa dan masyarakat kecil, masyarakat orang miskin,” kata Joao.

Karena itu, menurut dia, pembangunan ekonomi dari tingkat desa menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat posisi masyarakat bawah. Program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat dinilai dapat menciptakan perubahan sosial dan ekonomi dari lapisan paling bawah.

Joao kembali mengingatkan agar kelompok-kelompok yang selama ini menikmati kekuatan ekonomi dan politik tidak mengabaikan aspirasi masyarakat.

“Ini harus juga kita lihat, justru kekuatan (masyarakat bawah) lebih besar dan itu bisa terjadi,” tegasnya.

Ia menambahkan, pernyataannya bukan semata-mata didasarkan pada asumsi, melainkan pada apa yang menurutnya ditemukan dalam pelaksanaan program dan kondisi masyarakat di lapangan.

“Kita berdasarkan semangat dan fakta lapangan,” pungkas Joao.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *