MoneyTalk.id, Jakarta – Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti lambannya penanganan kasus kematian Bambang yang terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta, pada 27 Agustus lalu.
Jhon mengatakan, hampir satu pekan berlalu sejak peristiwa tersebut, namun hingga kini belum ada tersangka yang diumumkan dalam kasus tewasnya Bambang.
“Hampir satu minggu, tapi belum ada tersangka atas tewasnya Pak Bambang di Pejompongan pada 27 Agustus kemarin,” ujar Jhon Sitorus, Senin (7/9/2026).
Menurut Jhon, perhatian terhadap kasus tersebut juga semakin besar setelah Ketua DPR RI Puan Maharani turut menyoroti dan meminta aparat penegak hukum menuntaskan perkara tersebut.
“Ketua DPR Puan Maharani bahkan sampai turun tangan. Ayo aparat kita dukung bekerja menuntaskan kasus ini,” katanya.
Jhon menegaskan, proses hukum harus dilakukan secara transparan dan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Ia meminta aparat tidak ragu menindak pihak mana pun apabila dalam penyelidikan nantinya ditemukan keterlibatan organisasi masyarakat (ormas).
“Jika memang ada keterlibatan ormas tertentu, hukum sesuai peraturan yang berlaku,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara hukum. Karena itu, menurut Jhon, tidak boleh ada kelompok atau organisasi mana pun yang merasa memiliki kekuasaan di luar ketentuan hukum.
“Indonesia adalah negara hukum, bukan kekuasaan milik ormas,” ujarnya.
Jhon berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap secara terang perkara tersebut, termasuk menetapkan pihak yang bertanggung jawab apabila bukti-bukti penyidikan telah memenuhi unsur hukum.
Penanganan kasus ini dinilai penting untuk memastikan rasa keadilan bagi keluarga korban sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.





