MoneyTalk.id,Jakarta – Humanika adalah rumah pertama saya sebagai aktivis gerakan. Saya bersaksi meskipun backbone organisasi Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan itu adalah Kelompok Cipayung di wilayah Jabodetabek namun pada praktiknya juga menjadi rumah bersama bagi aktivis dari berbagai latar belakang.
Bursah Zarnubi sebagai ketua memang sejak usia muda sudah open mind, berpikiran terbuka dan peduli kepada sesama. Sudah ribuan aktivis diurusnya bahkan sejak dia tidak memiliki apa-apa.
Tidak mengherankan apabila saat M Syaiful Jihad eks Ketua Humanika Jakarta memprakarsai reuni sekaligus silaturahmi menyambut 36 Tahun Humanika, meskipun tidak diumumkan secara terbuka, lokasi acara dijejali sekitar delapan ratus orang aktivis dari berbagai latar belakang dan daerah.
Sempat terjadi insiden kecil saat karyawan restoran tempat diselenggarakan acara (tidak perlu saya sebutkan namanya karena memang bertindak kurang etis) tiba-tiba mematikan AC menjelang acara ditutup.
Tentu saja tindakan itu memicu kemarahan peserta di sana. Namun insiden itu cepat diatasi sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Bahkan pengelola restoran menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di atas panggung.
Selebihnya acara itu menjadi ajang kangen-kangenan yang luar biasa. Semoga bukan sekedar kangen-kangenan. Melainkan terus merawat ingatan bahwa perjuangan untuk kemanusiaan dan keadilan, bak sysiphus gelindingkan batu ke atas gunung, tidak pernah selesai tapi tetap harus terus dilakukan.
Maka tagline aktivis sepanjang masa tepat digunakan dalam perhelatan yang dirancang sederhana ini namun diharapkan memberikan dampak besar untuk sumbangsihnya kepada Indonesia yang kita cintai ini
Dengan kata lain sebagaimana sambutan Bang Hariman Siregar, terus berjuang membela kepentingan orang lemah dari mana pun posisi aktivis yang kebetulan beberapa di antaranya ada di lingkungan kekuasaan.
Namun eko sistem dan spirit perjuangan harus tetap dijaga.
Penulis : Marlin Dinamikant





