9 November 2026

Megawati Soekarnoputri

MoneyTalk, Jakarta – Ada pendukung fanatik Jokowi yang mempersoalkan opini politik saya sebelumnya, yang saya beri judul Masa Bodo Dengan Akur atau Tidaknya Jokowi Dan Prabowo. Menurutnya pendapat saya itu seolah memberi kesan, bahwa persatuan di antara dua elit politik tersebut tidaklah penting, sedangkan baginya kesejahteraan rakyat tanpa persatuan adalah nonsense (omong kosong).

Lalu bagaimana saya merespon pernyataan teman sesama penulis, yang sampai saat ini belum siuman dari kemabukan cinta butanya pada Jokowi tersebut? Begini, saya haqul yakin dia sebenarnya tidak benar-benar memahami maksud dan intisari dari opini yang saya tulis itu. Sebab saya menulis judul demikian bukan berarti saya menafikkan pentingnya persatuan nasional, wabil khusus pentingnya persatuan antar pemimpin nasional (Jokowi dan Prabowo).

Sebagai anak bangsa yang menghormati dan menghargai keringat-keringat perjuangan para pahlawan bangsa, tentu saya sangat menginginkan dan berusaha menjaga persatuan. Ada kaidah fiqh yang berbunyi; “Al Ittihadu quwwah” (Persatuan itu adalah kekuatan, dan kenikmatan itu ada dalam persaudaraan). “Al Ittihadu Asasunnajah” (Bersatu adalah pangkal keberhasilan).

Akan tetapi jika persatuan tersebut hanya akan menghasilkan malapetaka bagi bangsa dan negara, lalu untuk apa saya harus mendukungnya? Singkat katanya itu seperti ini; Jokowi ingin bersatu dengan Prabowo karena Jokowi ingin menyelamatkan diri dan keluarganya dari jerat hukum, jika nantinya Jokowi tak lagi berkuasa. Kalau saja i’tikadnya demikian, apa alasan bagi kita untuk mendukungnya?

Namun syukurlah, karena bila kita perhatikan secara mendalam situasi politik mutakhir di detik-detik menjelang berakhirnya masa jabatan Presiden Jokowi ini, semua rahasia kepalsuan persatuan keduanya itu nampak sekali terlihat. Iyakah? Iya, lihat saja tanda-tanda hubungan keduanya (Jokowi dan Prabowo) yang mulai merenggang.

Pertama, kita baru saja mendengar dari berbagai media, bahwa Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mulai memberikan pernyataan secara terbuka, bahwa Gerindra meminta ekspor pasir laut yang diputuskan Jokowi ditunda dulu. Sekjen Partai Gerindra tersebut juga meminta agar Presiden Jokowi mau mendengar dulu pendapat para pakar dan banyak orang yang menentang ekspor pasir tersebut, karena ekspor pasir laut itu akan membahayakan ekologi laut yang sangat serius.

Bagi kita yang faham karakter Prabowo tentu akan dengan mudah melihat sikap nyata Prabowo soal ekspor pasir laut dengan melalui pernyataan Sekjen Gerindra tersebut. Percayalah, sangat mustahil rasanya, Sekjen Gerindra akan berani memberikan pernyataan yang bersebrangan dengan Jokowi, jika ia tidak mendapatkan restu sebelumnya dari Prabowo.

Kedua, ini yang sangat mengejutkan, Jokowi tiba-tiba menyatakan secara terbuka, bahwa ia tak mau buru-buru pindahkan Ibu Kota ke IKN, sedangkan sebelumnya Presiden Jokowi sudah menyatakan akan segera berkantor di IKN sebelum masa jabatannya berakhir.

Ini berarti Jokowi mulai ragu pada kesetiaan Presiden terpilih, yakni Prabowo Subianto pada dirinya. Pernyataan Jokowi yang demikian seolah menunjukkan isi hatinya, bahwa Prabowo sangat ia ragukan benar-benar akan mau menjadikan IKN sebagai pusat Pemerintahan Indonesia yang baru. Dan karena keraguan Jokowi pada sikap Prabowo soal IKN inilah, Jokowi tidak mempersoalkan proses penandatanganan KEPPRES tentang IKN.

Ketiga, maraknya perbincangan masyarakat di medsos soal akun Fufufafa yang mengungkap pergerakan klandestin Gibran Rakabuming Raka terhadap Prabowo dan keluarganya, tentu sedikit banyak akan berpengaruh terhadap suasana kebatinan Prabowo dan keluarganya. Pendukung Jokowi atau Gibran akan dengan mudah mengelak dengan mengatakan,”Itu kan masa lalu”, namun siapapun tidak akan dapat memungkiri, bahwa penghinaan tingkat tinggi pada seseorang, sedikit banyak akan melekat kuat di hati dan pikiran orang yang terhina tersebut.

Perbedaannya hanya soal orang yang terhina bagaimana menyikapinya. Ada yang memaafkan namun kemudian tetap membiarkan proses hukum tetap berjalan, atau juga ada yang memaafkan, tidak mau memproses hukum namun semuanya akan menjadi catatan hitam. Dan ada juga yang tidak mau memaafkan dan kemudian membalas dengan balasan yang lebih kejam.

Jika memperhatikan karakter Prabowo yang pemaaf, sepertinya Prabowo akan bersikap seperti yang kedua, memaafkan namun akan memberikan catatan hitam pada Gibran. Kalau Prabowo sudah memberikan catatan hitam pada Gibran, ini berarti sikap politik Prabowo pada Gibran dan Jokowi kedepan tentu akan berbeda jauh dari yang kemarin-kemarin kita lihat dan dengar. Mungkinkah karena hal ini, di waktu yang tak lama lagi Prabowo akan segera melakukan pertemuan khusus dengan Ibu Megawati Soekarnoputri.

Luka tubuh akan mudah diobati, namun luka hati sangat sulit sekali diobati. Gibran mulai saat ini nampaknya harus belajar sungguh-sungguh untuk menjaga lisannya jika ia tak ingin bermasalah lagi dengan banyak orang. Salamatul insan fi hifdzil lisan…Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisannya.

Para pendukung Jokowi yang tinggal sedikit dan sangat bisa dihitung dengan jari boleh saja melupakan kesalahan tragis dari Gibran ini, namun Prabowo yang sangat mencintai anak satu-satunya tentu sebagai manusia biasa tak akan mudah melupakannya. Karena itulah mengapa sikap-sikap Partai Gerindra pada Jokowi belakangan mulai nampak berbeda dari biasanya.

Penulis : Saiful Huda Ems (SHE). Lawyer dan Analis Politik.

MoneyTalk, Jakarta – Situasi politik Indonesia kembali memanas jelang Pilkada 2024. Peta kekuatan politik mengalami pergeseran signifikan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang melonggarkan syarat bagi partai politik dalam mengusung calon kepala daerah. Hal ini memicu terbentuknya koalisi besar di berbagai daerah yang akhirnya melahirkan calon-calon tunggal.

(lebih…)

MoneyTalk, Jakarta – Dalam sebuah wawancara yang diadakan oleh Mimbar Bebas dan ditayangkan melalui kanal YouTube pada Selasa, 10 September 2024, aktivis senior Dr. Sri Bintang Pamungkas dengan tegas menyatakan bahwa Megawati Soekarnoputri harus bertanggung jawab atas berbagai kerusakan di Indonesia.

(lebih…)

MoneyTalk, Jakarta – Acara silaturahmi kebangsaan yang digelar di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara V MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta pada Senin (9/9) menghadirkan suasana penuh makna. Hadir dalam pertemuan tersebut adalah Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan beberapa anggota keluarga Presiden ke-1 RI Sukarno, termasuk Guntur Soekarnoputra.

(lebih…)

MoneyTalk, Jakarta – Pengamat politik Alifurahman mengungkapkan analisisnya mengenai strategi politik yang dilakukan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Dalam tayangan di SewordTV yang dikutip pada Minggu (01/09) oleh MoneyTalk.id, Alifurahman menyebutkan bahwa strategi Megawati terkait pemilihan calon gubernur DKI Jakarta dari PDIP, yaitu Pramono Anung, merupakan langkah politik yang “cantik” dan sulit dihindari oleh Jokowi dan Prabowo.

(lebih…)

MoneyTalk, Jakarta – Dalam video yang diunggah di kanal YouTube “Official Chanel Edy Mulyadi” pada Rabu (28/08), Edy Mulyadi membahas secara mendalam dinamika politik terkini di Indonesia, terutama menjelang Pemilihan Presiden 2024. Video yang diberi judul “Posisi Pram di Antara Jokowi dan Megawati” ini mengungkap berbagai pandangan dan analisis tentang peran Pramono Anung serta berbagai tokoh politik lainnya.

Dalam diskusi yang merujuk pada percakapannya dengan Habib Umar Al Hamid, Edy mengungkapkan adanya upaya sistematis yang telah dilakukan sejak Februari lalu untuk mencegah Anies Baswedan maju sebagai calon presiden. Menurutnya, Anies dianggap sebagai ancaman besar dalam kontestasi politik mendatang, sehingga segala upaya dilakukan untuk memastikan ia tidak bertanding, bukan sekadar tidak menang. “Tanpa bermaksud mendahului takdir Allah SWT, hampir dipastikan angin akan memenangi pertarungannya siapapun lawannya,” ujar Edy.

Lebih lanjut, Edy mengkritik peran Presiden Joko Widodo yang disebutnya menggunakan berbagai cara untuk menjaga kendali politik, bahkan hingga memenjarakan dua menteri yang dianggap berpotensi mengalihkan dana korupsi ke pihak lain. Edy juga mengangkat pertanyaan tentang peran Megawati Soekarnoputri dalam dinamika ini, mengingat hubungan kompleks antara Jokowi dan Megawati yang menurutnya terjadi di balik panggung politik.

Edy juga membahas mengenai Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang menurutnya menjadi sosok populer namun kontroversial. Ahok dianggap memiliki pendukung militan dan pernah menjadi bagian penting dari strategi politik Jokowi, terutama saat menggantikan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta. Namun, Edy

menggarisbawahi bahwa meski ada banyak gesekan di antara para tokoh, Pramono Anung berhasil mempertahankan posisinya dengan sangat baik di tengah-tengah persaingan sengit antara Jokowi dan Megawati.

Edy menutup pembahasannya dengan pandangan kritis tentang para politisi yang sering kali menunjukkan dua wajah yang berbeda di depan publik dan di belakang layar. Ia juga menyatakan bahwa Anies terlalu berbahaya jika dibiarkan bertanding dalam Pilpres 2024 karena potensi kemenangannya sangat besar, yang dapat mengganggu peta politik hingga 2029.

“Kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di belakang layar. Namun, seperti kata Habib Umar Al Hamid, ada upaya-upaya untuk mencegah tokoh-tokoh tertentu bertanding karena mereka dianggap sangat berbahaya bagi agenda politik pihak tertentu,” pungkas Edy.
(c@kra)

MoneyTalk, Jakarta – Mantan Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, secara resmi menerima dukungan dari Partai Golkar untuk maju dalam Pilkada Banten 2024. Dukungan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DPP Partai Golkar pada Selasa (27/08). Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, serta sejumlah petinggi dan senior partai.

Dalam pernyataannya, Airin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, beserta jajaran pengurus dan Dewan Pembina Partai Golkar. “Saya sangat berterima kasih kepada Ketua Umum Bapak Bahlil, Dewan Pembina, dan seluruh jajaran pengurus atas dukungan yang telah diberikan kepada saya. Saya merasa Partai Golkar ini adalah rumah saya,” ungkap Airin.

Airin juga tidak lupa menyampaikan apresiasi kepada para senior di Partai Golkar, seperti Nurdin Halid, yang terus memberikan motivasi dan dukungan dalam perjalanannya menuju Pilkada Banten. “Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada para senior di Partai Golkar yang selalu memotivasi saya. Saya berharap ada kemudahan dan pertolongan dari Allah SWT dalam menjalankan amanah ini.”

Lebih lanjut, Airin menjelaskan bahwa proses penentuan dan penetapan calon akan diikuti oleh tahapan kampanye, dan puncaknya adalah pemungutan suara pada 27 November mendatang. Dia juga mengajak seluruh masyarakat Banten untuk terus mendoakan agar proses ini berjalan lancar hingga pelantikan nanti. “Doakan agar mayoritas masyarakat Banten mendukung dan memilih saya sehingga saya bisa menjalankan amanah sebagai gubernur Banten dengan baik,” tambahnya.

Dalam konferensi pers tersebut, Airin juga menyinggung tentang pesan-pesan yang diberikan oleh tokoh-tokoh partai, termasuk Megawati Soekarnoputri dari PDIP. Menurutnya, Ibu Mega telah memberikan banyak masukan terkait peran perempuan dalam politik. “Sebagai perempuan, kita harus kuat dan tegas, serta turun ke lapangan untuk merasakan langsung persoalan masyarakat,” kata Airin.

Airin juga menanggapi isu terkait warna merah yang sempat menjadi sorotan di media sosial. “Saya tidak merasa dimarahi. Saya justru merasa bahwa Ibu Mega menunjukkan sayangnya kepada saya sebagai sesama perempuan,” jelas Airin.

Airin berharap dukungan yang diterimanya dapat menjadi langkah awal menuju kesuksesan di Pilkada Banten 2024. “Saya sangat bersyukur atas dukungan ini dan akan bekerja keras untuk meraih kemenangan demi kemaslahatan masyarakat Banten,” tutupnya.

Acara tersebut ditutup dengan ungkapan terima kasih Airin kepada seluruh masyarakat Banten, keluarga besar Partai Golkar, serta para tokoh politik yang telah memberikan dukungan dan doa terbaik untuk perjalanan politiknya.(c@kra)

MoneyTalk, Jakarta, 26 Agustus 2024 Di hadapan para kader dan calon kepala daerah yang berkumpul di Kantor DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri menyampaikan arahan penuh semangat untuk persiapan menghadapi Pilkada yang akan datang. Dalam pidatonya, Megawati mengingatkan pentingnya kesadaran realistis dan kesiapan mental dalam berjuang di lapangan.

Mengawali pidatonya dengan sapaan yang beragam, Megawati mengucapkan, “Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera untuk Kita Semua, Shalom, Om Swastiastu, Rahayu, Salam Pancasila.” Suasana segera menjadi penuh semangat ketika ia melanjutkan dengan seruan “Merdeka!” yang disambut tepuk tangan meriah oleh hadirin.

Megawati kemudian menyampaikan bahwa partai sudah mempersiapkan diri untuk bekerja keras dalam menghadapi pendaftaran calon kepala daerah yang akan dimulai pada tanggal 27 Agustus. “Alhamdulillah, tinggal beberapa hari lagi kita sebagai salah satu partai yang juga akan bekerja sudah mendaftarkan, mulai tanggal 27 Insyaallah sampai jadi,” ujarnya.

Dalam arahannya, Megawati menekankan pentingnya kader untuk tetap konsisten dan siap menghadapi tantangan, termasuk resiko yang mungkin dihadapi di lapangan. “Perjuangan lagi saya tanya kira-kira masih bermanfaat bulu yang terakhir ini gelombang,” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa semua kader harus realistis dan turun langsung ke masyarakat.

Megawati juga mengingatkan kadernya untuk selalu ingat bahwa di PDIP Perjuangan, semangat dan konsistensi adalah kunci. Ia menceritakan pengalamannya saat pertama kali masuk partai dan bagaimana ia langsung siap untuk maju sebagai calon DPR. “Saya dulu begitu masuk partai langsung untuk calon DPR,” kata Megawati.

Selain itu, Megawati juga menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi bangsa dan menekankan pentingnya tetap mempertahankan idealisme serta memperjuangkan kepentingan rakyat. “Kalau kita nanti maka akan tanda kutip melawan bangsa sendiri, karena apa dengan biskuit yang seperti itu rupanya karena ya berkeinginan untuk kekuasaannya,” katanya.

Menutup pidatonya, Megawati berpesan kepada kader untuk tetap semangat dan tidak mudah menyerah, meski tantangan di depan mungkin berat. “Kita harus tetap semangat, jangan sampai ada yang menyerah. Ingat, perjuangan kita belum selesai,” tegasnya.

Acara tersebut dihadiri oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ananda, serta sejumlah tokoh penting PDIP lainnya yang juga memberikan dukungan moral kepada para kader dan calon kepala daerah yang akan maju dalam Pilkada mendatang.(c@kra)

MoneyTalk,Jakarta – Menjelang dua bulan berakhirnya masa jabatan, Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet dengan mengganti Menteri Hukum dan HAM serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pertanyaannya, apa alasan sesungguhnya di balik pergantian ini? Benarkah klaim pemerintah bahwa tujuan reshuffle ini demi efektivitas pemerintahan? hai ini menjadi perhatian Guntur Romli melalui tulisannya yang beredar di grup wastshapp Selasa (20/08)

(lebih…)