Muhammad Said Didu: Presiden Prabowo Butuh Orang Bersih yang Berani Membersihkan

  • Bagikan
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu

MoneyTalk.id, Jakarta – Muhammad Said Didu menilai Presiden Prabowo Subianto membutuhkan sosok-sosok yang bersih dan berani untuk membantu menjalankan agenda pembenahan pemerintahan. Menurutnya, orang-orang yang hanya memberikan pujian tanpa keberanian melakukan perbaikan justru tidak akan membantu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Pernyataan tersebut disampaikan Muhammad Said Didu dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) bertema “POLRI VS KEJAKSAAN: BUKAN CICAK LAWAN BUAYA, TAPI MACAN KETEMU SINGA…” yang disiarkan pada 17 Juli 2026.

Dalam pemaparannya, Said Didu mengatakan saat ini berbagai program pemerintah perlu diawasi secara ketat agar tetap berjalan sesuai tujuan.

“Kita sekarang di tingkat hati-hati sekali karena siapa tahu ada pembelokan. Program yang bagus jangan lupa tetap diawasi. MBG-BGN saya memang kritik habis karena memang salah. Koperasi Desa, Sekolah Rakyat juga diawasi. Jadi kalau bagus ya bagus,” ujarnya.

Ia juga menilai terdapat pihak-pihak di sekitar Presiden Prabowo yang memanfaatkan karakter kepemimpinan Presiden.

“Dan mohon maaf, orang-orang di sekitar Prabowo memanfaatkan psikologis Prabowo. Hari-harinya Prabowo menyukai jumlah besar, waktunya cepat,” kata Said Didu.

Menurut mantan Sekretaris Kementerian BUMN itu, persoalan utama yang perlu mendapat perhatian adalah proses pemilihan orang-orang yang mengelilingi Presiden.

“Saya sampaikan ke Prabowo adalah stunting memilih orang, diorganizing, karena semua bisa dikendalikan dengan perintah yang tanpa kontrol. Itulah yang dimanfaatkan orang,” ujarnya.

Karena itu, Said Didu mengaku telah menyampaikan pandangannya kepada Presiden Prabowo mengenai pentingnya menghadirkan figur-figur yang memiliki integritas.

“Saya katakan, Pak Prabowo, saatnya dengan tiga obor tadi itu diperlukan orang bersih yang berani membersihkan, bukan hanya orang-orang yang suka memuji. Itu orang-orang yang menurut saya harus dipilih,” tegas Said Didu.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan dari pihak Istana Kepresidenan maupun pihak-pihak yang dimaksud dalam pernyataan Muhammad Said Didu terkait pandangan tersebut.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *