Ekonom UI: Kabinet Prabowo seperti Preman, Tak Bisa Cari Uang Selain Memalak Rakyat

  • Bagikan
Ekonom Universitas Indonesia (UI) Ronnie H. Rusli
Ekonom Universitas Indonesia (UI) Ronnie H. Rusli

MoneyTalk.id,Jakarta – Ekonom Universitas Indonesia (UI) Ronnie H. Rusli melontarkan kritik tajam terhadap kondisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengibaratkan kabinet saat ini seperti kelompok preman yang bekerja berdasarkan wilayah kekuasaan.

Menurut Ronnie, persoalan utama yang terjadi adalah ketidakmampuan pemerintah mencari sumber penerimaan dan pertumbuhan ekonomi secara wajar, sehingga masyarakat justru terus dibebani berbagai pungutan.

“Saat ini seperti kabinet para preman di daerah kekuasaannya. Preman itu kan tidak tahu cara mencari uang secara decent atau wajar dan keahliannya cuma satu saja, palak atau peras orang-orang di daerah kekuasaannya saja, sama seperti sekarang yang terjadi,” kata Ronnie di akun X (Twitter), Senin (7/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Ronnie sebagai kritik terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah yang dinilainya terlalu mengandalkan masyarakat sebagai sumber penerimaan.

Sebelumnya, Ronnie juga mengkritik kecenderungan pemerintah yang dinilainya lebih banyak mengandalkan pajak ketika membutuhkan tambahan penerimaan negara. Ia mempertanyakan kemampuan pemerintah dalam mencari investor dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Kritik serupa terhadap ketergantungan pada pajak juga diberitakan sejumlah media pada awal September 2026.

Ronnie menilai pemerintah semestinya memiliki kemampuan untuk menciptakan iklim investasi yang menarik, memperluas kegiatan ekonomi produktif, serta membuka lapangan kerja, bukan sekadar meningkatkan beban masyarakat melalui pungutan.

Menurut dia, apabila pemerintah hanya mengandalkan pungutan terhadap rakyat, maka kebijakan tersebut justru dapat menekan daya beli masyarakat dan memperburuk kondisi perekonomian.

Kritik Ronnie tersebut menyoroti persoalan yang lebih luas mengenai kemampuan pemerintah dalam mengelola ekonomi. Baginya, negara seharusnya mampu mencari sumber pendapatan melalui aktivitas ekonomi yang produktif dan menciptakan nilai tambah, sehingga penerimaan negara tidak semata-mata bertumpu pada pungutan terhadap masyarakat.

Dengan analogi “kabinet para preman”, Ronnie ingin menggambarkan pemerintah yang menurut pandangannya lebih mengandalkan kekuasaan untuk memperoleh penerimaan ketimbang membangun strategi ekonomi yang produktif.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *