Sebut Wartawan, LSM dan Pengamat sebagai “Londo Ireng”, Ferry Koto: Prabowo Harus Minta Maaf

  • Bagikan

MoneyTalk.id, Jakarta – Aktivis media sosial Ferry Koto mendesak Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf kepada publik setelah melontarkan pernyataan mengenai keberadaan “londo ireng” dalam pidatonya pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menurut Ferry Koto, pernyataan tersebut merupakan tuduhan serius yang tidak disertai dasar yang jelas sehingga berpotensi menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Soal ‘Londo Ireng’ ini baiknya Pak @Prabowo minta maaf. Ini tuduhan serius yang tanpa dasar,” tulis Ferry Koto melalui akun media sosialnya, Ahad (25/7/2027).

Ia menilai tidak ada salahnya seorang kepala negara meminta maaf apabila ucapannya menimbulkan kontroversi.

“Ndak ada salahnya minta maaf, apalagi bapak bukan Raja,” lanjut Ferry.

Dalam unggahan yang sama, Ferry juga menyinggung perjalanan politik Prabowo sebelum menjadi presiden.

“Hanya orang yang berkali-kali gagal meminta-minta mandat ke rakyat, yang kebetulan nasib baik didukung Pak Jokowi, sehingga dapat mandat itu,” tulisnya.

Sebelumnya, dalam pidatonya di acara puncak Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7), Presiden Prabowo menyatakan bahwa sosok yang dahulu dikenal sebagai “londo ireng” masih ada hingga saat ini, hanya dalam bentuk yang berbeda.

“Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain, kan? Wartawan, jurnalis apa itu? Pengamat, LSM. LSM harus kita tanya, yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa?” kata Prabowo.

Prabowo juga menyatakan bahwa sejak masa penjajahan sudah ada sebagian orang Indonesia yang tidak berpihak kepada kepentingan bangsa sendiri dan lebih mengabdi kepada kepentingan asing.

Selain itu, Presiden menyinggung pemberitaan media yang dinilainya kurang menyoroti capaian pemerintah dalam renovasi sekolah. Ia menyebut pemerintah telah memperbaiki lebih dari 67 ribu gedung sekolah dan menargetkan peningkatan hingga 100 ribu sekolah pada tahun depan.

Pernyataan Presiden tersebut memicu beragam tanggapan di ruang publik, termasuk kritik dari Ferry Koto yang menilai ucapan tersebut perlu diklarifikasi dan disertai permintaan maaf apabila dianggap menggeneralisasi pihak-pihak tertentu.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *