Viral! Uang Rp17 Miliar Milik Keluarga Shabrina Adfi Raib di BTN, Lapor ke OJK dan DPR Namun Belum Ada Tanggapan

  • Bagikan
selebgram sekaligus TikToker Shabrina Adfi
selebgram sekaligus TikToker Shabrina Adfi

MoneyTalk.id, Jakarta – Publik dihebohkan oleh pengakuan selebgram sekaligus TikToker Shabrina Adfi terkait hilangnya dana tabungan fantastis senilai Rp17 miliar milik ibu mertua dan keluarganya di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Kasus ini mendadak viral setelah Shabrina melakukan aksi speak up melalui unggahan video pada Instagram Story-nya pada hari Rabu, 26 Agustus 2026. Setelah unggahan awalnya menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, ia kembali mengunggah kelanjutan serta detail perkembangan kasus dugaan fraud tersebut pada Rabu, 9 September 2026.

Berdasarkan keterangan Shabrina, dana tersebut raib bukan karena kesalahan teknis atau kelalaian nasabah, melainkan murni akibat tindakan kesengajaan atau kejahatan perbankan (fraud) yang melibatkan pihak internal bank. Berdasarkan hasil investigasi internal, ditemukan ratusan transaksi janggal tanpa sepengetahuan dan kehadiran pemilik rekening, yang meliputi:

94 transaksi ilegal menggunakan metode penarikan otomatis (sweep).

102 transaksi fiktif yang diproses melalui slip penyetoran teller.

Aksi penggelapan dana nasabah ini diketahui diotaki oleh seorang mantan kepala cabang BTN di wilayah Jakarta Timur. Kasus hukumnya telah bergulir di mana Pengadilan Negeri Jakarta Timur resmi menyatakan oknum tersebut bersalah dan menjatuhkan vonis pidana 3 tahun penjara. Kendati pelaku utama telah dijatuhi hukuman, keluarga korban menyayangkan sikap manajemen pusat bank pelat merah tersebut yang seolah lepas tangan karena dana sebesar Rp17 miliar milik nasabah hingga kini tak kunjung dikembalikan.

Berbagai upaya komunikasi formal telah ditempuh oleh pihak keluarga, mulai dari mendatangi langsung lembaga perbankan, mengadu ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga meminta perlindungan serta pengawasan kepada anggota DPR RI, namun hingga kini belum ada tanggapan maupun penyelesaian konkret yang diharapkan.

Melalui unggahan viralnya, Shabrina mempertanyakan lemahnya kontrol internal institusi perbankan terkemuka yang membiarkan mutasi dana jumbo keluar berkali-kali tanpa terdeteksi sistem pengawasan. Ia menegaskan bahwa perjuangan ini bukan sekadar soal nominal uang, melainkan pertaruhan jaminan keamanan dan tingkat kepercayaan masyarakat luas terhadap sistem perbankan nasional. Keluarga mendesak manajemen pusat PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk untuk bertanggung jawab penuh secara kelembagaan dan segera mengembalikan dana korban secara utuh demi menegakkan keadilan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *