Media Asing Soroti Prabowo, Klaim Soal Nuklir Iran Dinilai Bisa Merusak Posisi Indonesia di Timur Tengah

  • Bagikan

MoneyTalk.id, Jakarta – Media asal Inggris yang berfokus pada isu Timur Tengah, Middle East Monitor (MEMO), menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait program nuklir Iran. Dalam sebuah artikel opini berjudul “Prabowo’s false claim about Iran’s nuclear weapons will cost him in the Middle East”, penulis Dr. Muhammad Zulfikar Rakhmat mengkritik keras ucapan Prabowo yang menyebut Iran telah memiliki senjata nuklir.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sebuah forum bisnis di Jakarta pada 1 Agustus 2026. Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan bahwa Iran disebut telah memiliki senjata nuklir, sehingga berpotensi memicu negara-negara lain di kawasan seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Mesir untuk mengikuti langkah serupa.

Namun, menurut artikel opini tersebut, klaim itu tidak didukung bukti dan bertentangan dengan penilaian resmi International Atomic Energy Agency (IAEA) yang hingga kini menyatakan belum menemukan bukti bahwa Iran membangun senjata nuklir. Penulis juga menegaskan bahwa Iran masih menjadi anggota Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) yang hanya mengizinkan pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai.

Dr. Muhammad Zulfikar Rakhmat menilai pernyataan Prabowo berpotensi menimbulkan dampak diplomatik bagi Indonesia di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, UEA, dan Qatar saat ini tengah membangun kembali hubungan diplomatik dengan Iran, sehingga narasi mengenai perlombaan senjata nuklir dinilai tidak sejalan dengan dinamika kawasan.

Artikel itu juga menyebut Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu negara yang vokal membela Palestina dan berupaya menjadi jembatan diplomasi di dunia Islam. Karena itu, menurut penulis, pernyataan yang dianggap keliru mengenai Iran dapat memengaruhi persepsi negara-negara Timur Tengah terhadap kredibilitas kebijakan luar negeri Indonesia.

Lebih lanjut, artikel tersebut mengungkap bahwa Kedutaan Besar Iran di Jakarta merespons secara terbuka pidato Prabowo. Pihak kedutaan menegaskan bahwa Iran tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tetap berkomitmen pada penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *