Pengamat: Investor Datang ke Indonesia untuk Memburu Kekayaan Alam

  • Bagikan
Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto
Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto

MoneyTalk.id, Jakarta – Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto melontarkan kritik tajam terhadap narasi keberhasilan pemerintah dalam menarik investasi ke Indonesia. Menurutnya, kedatangan investor ke Tanah Air tidak otomatis dapat diklaim sebagai hasil kerja pemerintah.

Gigin menilai, daya tarik utama Indonesia bagi investor justru terletak pada kekayaan alam, jumlah penduduk yang besar, serta ketersediaan lahan yang masih luas. Berbagai potensi tersebut, menurut dia, menjadi peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan keuntungan.

“Kalau investor masih datang ke Indonesia, itu bukan karena hasil kerja pemerintah. Itu karena mereka melihat Indonesia punya kekayaan alam, jumlah penduduk dan lahan berlimpah,” kata Gigin, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, besarnya sumber daya yang dimiliki Indonesia membuat negara ini tetap menarik bagi pemodal. Investor akan melihat peluang keuntungan dari besarnya pasar domestik, sumber daya alam, hingga kebutuhan pembangunan yang masih sangat luas.

Gigin bahkan melontarkan tudingan keras mengenai hubungan antara kepentingan investor dan praktik korupsi dalam pemerintahan. Ia menilai sebagian keuntungan dari pemanfaatan sumber daya Indonesia dapat mengalir melalui kerja sama dengan pihak-pihak yang memiliki pengaruh dalam pemerintahan.

“Semua mereka jadikan cuan berkat kerja sama dengan para koruptor yang mengendalikan pemerintahan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi kritik terhadap pemerintah agar tidak hanya mengukur keberhasilan ekonomi dari besarnya investasi yang masuk. Menurut Gigin, pemerintah perlu memastikan investasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat perekonomian nasional.

Investasi, kata dia, seharusnya tidak berhenti pada masuknya modal asing atau pembangunan proyek. Pemerintah juga perlu memastikan adanya transparansi, tata kelola yang bersih, penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kritik Gigin tersebut menempatkan persoalan investasi dalam perdebatan yang lebih luas: apakah masuknya modal ke Indonesia benar-benar mencerminkan keberhasilan kebijakan pemerintah, atau justru lebih banyak didorong oleh besarnya potensi ekonomi dan sumber daya yang sejak lama dimiliki Indonesia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *