Patriot Bond Bisa Jadi Berkah atau Bencana – Tergantung Siapa yang Pegang dan Untuk Apa Dipakai!

  • Bagikan
Tantangan Ekonomi Global dan Ketahanan Nasional di Tengah Proxy War Keuangan
Tantangan Ekonomi Global dan Ketahanan Nasional di Tengah Proxy War Keuangan

MoneyTalk, Jakarta – Dalam pernyataan kontroversial di kanal YouTube-nya pada Jumat (12/09), pengamat ekonomi dan figur publik Benix kembali mengguncang jagat maya dengan analisis tajam dan blak-blakan mengenai program Patriot Bond dari Danantara, lembaga investasi negara baru yang dibentuk untuk mendanai proyek strategis nasional.

Benix membuka videonya dengan mengingatkan publik bahwa walaupun program ini terdengar patriotik dan menjanjikan, ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan, khususnya soal bunga rendah 2% yang ditawarkan oleh Patriot Bond.

“Gua yakin mereka tidak melakukan ini dengan senyum lebar di dalam hatinya bahwa 2% ini hal yang sangat luar biasa menarik. Enggak. Gua yakin ada sakit hati,” tegas Benix.

Ia memperingatkan bahwa jika para oligarki yang saat ini berkontribusi dalam program ini merasa dirugikan atau tidak mendapat ‘imbal balik’ yang mereka harapkan, bukan tidak mungkin akan muncul “barisan sakit hati” yang bisa memicu demonstrasi besar-besaran, seperti “Indonesia Gelap Jilid 2, 3, 4, dan seterusnya.”

Patriot Bond: Solusi Jenius atau Instrumen Politik? 

Benix menjelaskan bahwa secara teori, Patriot Bond bisa menjadi cara cerdas untuk mengurangi beban bunga utang negara, karena dana dihimpun dari dalam negeri dengan bunga hanya 2%, jauh lebih rendah dibanding Surat Berharga Negara (SBN) biasa yang berbunga 5-6%. Namun, ia juga menyoroti berbagai red flag:

Motif politik vs. finansial

“Lu pikir pengusaha-pengusaha besar itu enggak bisa hitung? Mereka tahu bunga 2% itu enggak masuk akal buat investasi,” kata Benix.

Ini menimbulkan pertanyaan: apakah investasi mereka murni demi negara atau demi akses ke kekuasaan?

Potensi dampak ke sektor perbankan:

Benix juga menanggapi kritik para ekonom yang menyebutkan adanya potensi “crowding out” atau kekeringan likuiditas di perbankan akibat dana-dana besar dialihkan ke Patriot Bond.

Menurutnya, “Patriot Bond ini volumenya kecil kok, targetnya cuma Rp50 triliun. Sedangkan lelang SBN mingguan bisa tembus Rp28 triliun.”

Potensi dana dari luar negeri:

Menariknya, Benix menyebut bahwa Patriot Bond bisa menjadi peluang “repatriasi” dana dari luar negeri—khususnya dana para konglomerat Indonesia yang diparkir di Singapura, Cayman Islands, dan lainnya. Ia mengutip laporan McKinsey bahwa ada sekitar Rp3.250 triliun dana milik oligarki Indonesia yang berada di luar negeri.

Dalam video berdurasi panjang itu, Benix juga menyoroti potensi proyek-proyek waste-to-energy (mengubah sampah menjadi listrik) yang akan dibiayai oleh Patriot Bond. Ia membandingkan proyek di Kota Kamikatsu, Jepang—yang berhasil menciptakan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah dengan peluang di TPA Bantar Gebang, Indonesia.

“Kalau Indonesia bisa bikin 8.000 titik seperti Kamikatsu, kita bisa ciptakan 160.000 lapangan kerja baru dan menghemat Rp10 triliun per tahun,” ujar Benix.

Meski ia mengakui dana Patriot Bond belum cukup untuk membiayai seluruh proyek itu, Benix menyebut inisiatif ini sebagai langkah awal yang visioner, asalkan dilakukan dengan transparan dan berorientasi pada dampak jangka panjang.

Benix kembali mengingatkan pemerintah agar tidak “lengah” dengan mengandalkan loyalitas oligarki.

“Enggak ada makan siang gratis. Kalau mereka merasa dikhianati, jangan kaget muncul demo besar-besaran lagi. Pemerintah harus siap,” tutupnya.

Benix menilai Patriot Bond adalah ide yang brilian secara konsep, tapi penuh potensi risiko politik dan ekonomi. Ia mendukung langkah tersebut asalkan pemerintah paham siapa yang diajak kerja sama dan untuk tujuan apa dana digunakan.

Benix bukan hanya mengkritik, tapi juga memberikan narasi alternatif: bagaimana Indonesia bisa berdiri di atas kaki sendiri, tanpa terus-menerus tergantung pada IMF atau World Bank.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *