MoneyTalk, Jakarta – Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus menilai langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan pejabat Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, Ahmad Dedi, menunjukkan adanya komitmen untuk membongkar dugaan praktik mafia di lingkungan bea cukai.
Menurut Iskandar, Ahmad Dedi merupakan sosok yang dinilai memiliki pengaruh kuat meski sudah tidak lagi aktif sebagai pejabat di lingkungan Ditjen Bea Cukai.
“Berarti KPK sudah terlihat komitmennya untuk membongkar orang-orang yang menurut analisa kami merupakan ‘mafia’ bea cukai, sebab dia mantan orang dalam yang walau sudah pensiun masih mampu memiliki pengaruh, walau tujuannya buruk,” kata Iskandar Sitorus kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).
Ia mengatakan, praktik mafia di sektor bea cukai diyakini melibatkan oknum internal yang memahami secara detail mekanisme kerja dan celah dalam sistem pengawasan.
“Kami yakin mafia itu dari unsur oknum-oknum bea cukai, sebab mereka yang lebih paham mekanisme dan antitesenya,” ujarnya.
Iskandar juga menyinggung informasi mengenai Ahmad Dedi yang disebut-sebut memiliki posisi sebagai staf khusus di Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan (Kemenkopolkam). Menurutnya, hal tersebut layak ditelusuri lebih jauh oleh wartawan.
“Nah, soal ini mungkin ideal bagi wartawan untuk eksplor. Namun jika itu benar, dia terlihat mengambil posisi untuk keberlanjutan ‘bisnis mafia’ tersebut agar tetap eksis di pusaran itu. Tidak ada nama lain Ahmad Dedi selain dia. Coba ditelusuri,” tegasnya.
Lebih lanjut, Iskandar berharap KPK fokus membantu pemerintah membersihkan oknum-oknum yang diduga terlibat dalam praktik mafia di tubuh bea cukai.
“Harapan kita KPK dominan memfokuskan membantu pemerintah membersihkan oknum-oknum seperti AD itu dari bea cukai,” katanya.
Ia juga mendorong agar penegak hukum menerapkan pasal tindak pidana korupsi juncto pidana pemerasan guna membuka keterlibatan jaringan yang lebih luas.
“Dan idealnya menerapkan pasal tipikor jo pidana pemerasan sehingga seluruh forwarder yang sudah dirugikan selama ini mau ikut membongkar jaringan mafia-mafia yang sudah lama. Itu sudah puluhan tahun,” pungkas Iskandar.





