Rupiah Ambruk dan IHSG Berdarah, Guntur Romli Sentil Pejabat Ekonomi: Sibuk Bela Diri

  • Bagikan
Politikus PDIP Guntur Romli

MoneyTalk, Jakarta – Politikus PDIP Guntur Romli melontarkan kritik tajam terhadap kondisi ekonomi nasional yang dinilainya semakin mengkhawatirkan. Ia menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah, keterpurukan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), hingga defisit anggaran yang disebut mencapai Rp240 triliun.

Menurut Guntur Romli, pemerintah dan para pejabat ekonomi justru terlihat lebih sibuk menjaga citra dibandingkan fokus mencari solusi konkret untuk memulihkan kepercayaan pasar.

“Rupiah terus ambruk, IHSG terus terpuruk, defisit melangit Rp240 triliun, tapi para pejabat ekonomi sibuk bela diri dan menyelamatkan muka masing-masing,” kata Guntur Romli dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).

Ia juga menyinggung pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang digelar pada 5 Mei lalu. Menurutnya, hingga lebih dari sepekan setelah pertemuan tersebut, pasar keuangan belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

“Sudah seminggu sejak pertemuan Presiden Prabowo dan KSSK, tapi respon pasar tetap berdarah-darah,” ujarnya.

Guntur menilai kondisi ini menunjukkan adanya krisis kepercayaan pelaku pasar terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah. Ia menyebut publik membutuhkan langkah nyata, bukan sekadar narasi optimistis dari para pejabat.

“Yang dibutuhkan sekarang bukan konferensi pers penuh pembelaan diri, melainkan kebijakan yang mampu mengembalikan kepercayaan investor dan menenangkan pasar,” tegasnya.

Kritik tersebut muncul di tengah sorotan terhadap volatilitas pasar keuangan domestik dalam beberapa pekan terakhir. Pelemahan rupiah terhadap dolar AS dan tekanan terhadap IHSG dinilai menjadi indikator meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi fiskal dan stabilitas ekonomi nasional.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah maupun anggota KSSK terkait pernyataan Guntur Romli tersebut.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *