Indonesia Memiliki Potensi Energi Panas Bumi 24 Ribu Megawatt

  • Bagikan
Riza Pasikki, Sekjen Asosiasi Panas Bumi Indonesia ( foto : dok )

MoneyTalk.id,  Jakarta -Indonesia memiliki potensi energi panas bumi tidak kurang dari 24.000 megawatt (MW).

Namun yang telah termanfaatkan menjadi listrik baru mencapai sekitar 2.740 MW atau sekitar 12 persen.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Asosiasi Panas Bumi Indonesia (SeKjen API) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Sarulla Operation Limited, Riza Pasikki, saat diwawancarai Pemimpin Redaksi dalam Prime Time INAnews TV, Rabu (20/5/2026).

“Masih ada 88 persen opportunity yang belum kita manfaatkan. Potensi terbesar ada di sepanjang Bukit Barisan, Sumatera,” ujar Riza.

Pemerintah sendiri telah menargetkan penambahan kapasitas panas bumi sebesar 5.200 MW dalam kurun 2025–2034, sebagaimana tercantum dalam Rencana Umum Pembangunan Ketenagalistrikan (RUPTL) terbaru. Angka itu hampir dua kali lipat dari seluruh kapasitas yang dibangun sejak Indonesia merdeka hingga kini.

Indonesia pertama kali mengembangkan panas bumi secara komersial di Kamojang, Garut, pada tahun 1983, dan kini telah memasuki usia 43 tahun.

Ia menjelaskan, panas bumi merupakan energi yang benar-benar terbarukan karena sistem pengelolaannya bersifat siklikal, fluida yang diproduksi dari perut bumi untuk menghasilkan listrik diinjeksikan kembali, dipanaskan ulang oleh magma, dan terus berputar tanpa henti.

Selain itu, emisi karbon yang dihasilkan hanya sekitar 0,1 persen dibandingkan pembangkit listrik tenaga batu bara untuk kapasitas yang sama.

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *