MoneyTalk, Jakarta – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bogor ke-544 menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk merefleksikan arah pembangunan Kota Hujan ke depan. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bogor, Ustaz Maizar Madsury, Lc., menyampaikan harapannya agar Kota Hujan terus berkembang menjadi daerah yang aman, nyaman, damai, serta mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh warganya.
Menurut Maizar, di usia yang telah mencapai 544 tahun, Kota Bogor memiliki sejarah panjang dan modal sosial yang kuat untuk menjadi salah satu kota terbaik di Indonesia. Namun, kemajuan tersebut harus ditopang oleh kualitas masyarakat yang unggul, baik secara spiritual, intelektual, maupun sosial.
“Di hari jadi Kota Bogor yang ke-544 ini, semua warga Bogor tentu memiliki harapan dan impian yang sama, yaitu menjadikan kotanya sebagai tempat yang aman, nyaman, dan damai untuk seluruh masyarakat,” ujar Maizar, Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan, terdapat tiga karakter utama yang harus menjadi fondasi pembangunan Kota Bogor ke depan, yaitu Religious Society, Progressive Society, dan Peaceful Society.
Pertama, Religious Society atau masyarakat religius. Menurut Maizar, masyarakat yang taat menjalankan ajaran agama akan melahirkan kehidupan sosial yang sehat dan penuh nilai-nilai kebaikan. Keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban kota yang bermartabat.
“Masyarakat yang religius adalah masyarakat yang menjalankan perintah Allah dan mengikuti petunjuk Rasulullah. Nilai-nilai agama harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Kedua, Progressive Society atau masyarakat progresif. Maizar menilai kemajuan suatu kota sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, masyarakat Bogor harus memiliki semangat belajar, bekerja keras, berinovasi, serta menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan adab yang mulia.
“Masyarakat yang progresif memiliki etos kerja, budaya maju, dan semangat untuk terus berkembang. Kemajuan harus dibangun dengan ilmu pengetahuan, akhlak yang baik, dan budaya yang positif,” jelasnya.
Ketiga, Peaceful Society atau masyarakat yang damai. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Kota Bogor harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan, bukan sumber perpecahan. Kerukunan antarwarga menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas dan mempercepat pembangunan daerah.
“Masyarakat yang damai adalah masyarakat yang menjunjung tinggi kerukunan, saling menghormati, dan menjaga persatuan. Kedamaian merupakan syarat penting bagi terwujudnya kemajuan bersama,” tegasnya.
Maizar berharap semangat HUT Kota Bogor ke-544 tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh warga untuk bersama-sama membangun kota yang lebih baik.
“Jika religiusitas, kemajuan, dan kedamaian dapat berjalan beriringan, maka Bogor akan menjadi kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat secara moral dan sosial. Itulah Kota Bogor yang kita idamkan bersama,” pungkasnya.

