MoneyTalk.id,Jakarta – Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Ryaas Rasyid menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berpotensi gagal jika pola pemerintahan yang berjalan saat ini terus dipertahankan tanpa koreksi.
Ryaas Rasyid bahkan menilai kegagalan tersebut sudah dapat terlihat sejak pemerintahan berjalan, sehingga tidak perlu menunggu hingga masa jabatan lima tahun berakhir untuk mengambil kesimpulan.
“Saya ini kan ahli pemerintahan, ahli politik. Sama dengan kalau ahli sepak bola melihat pertandingan bola. Tidak perlu menunggu sampai babak kedua selesai baru dia tahu siapa menang,” ujar Ryaas Rasyid di channel YouTube Forum Keadilan Madilog, Rabu (19/8/2026).
Menurut dia, sebagai seorang ahli pemerintahan dan politik, dirinya dapat membaca pola yang sedang berlangsung dan memproyeksikan hasilnya apabila pola tersebut terus berlanjut.
“Sekarang pun sudah bisa saya simpulkan kalau ini pola yang sama bergerak terus sampai lima tahun sudah pasti gagal. Sekarangnya sudah gagal. Jadi kalau tidak dikoreksi akan gagal terus sampai di ujung,” katanya.
Ryaas Rasyid menegaskan persoalan utama bukan sekadar hasil pemerintahan saat ini, melainkan adanya pola yang dinilainya perlu segera diperbaiki. Karena itu, ia mendorong adanya koreksi terhadap cara pemerintah menjalankan roda pemerintahan.
Namun, Ryaas Rasyid mengakui proses koreksi tidak mudah. Ia menilai pihak yang menjadi sasaran kritik cenderung sulit menerima kritik maupun koreksi.
“Dikoreksi ini tidak gampang karena pihak yang bersangkutan itu termasuk sulit untuk menerima kritik apalagi koreksi,” ujarnya.
Ryaas Rasyid pun mengingatkan bahwa perubahan harus dimulai dari pihak pemerintah sendiri. Menurutnya, jika Presiden dan jajaran pemerintah tidak melakukan evaluasi serta koreksi terhadap pola yang berjalan, persoalan yang sama berpotensi terus berlanjut hingga akhir masa pemerintahan.
“Makanya harus dikoreksi. Dan mungkin lagi ditolong, dia harus menolong dirinya sendiri,” tegasnya.
Pernyataan Ryaas Rasyid tersebut menjadi kritik keras terhadap jalannya pemerintahan Prabowo. Ia pada intinya meminta pemerintah tidak mengabaikan kritik dan menjadikan evaluasi sebagai bagian penting untuk memperbaiki kinerja pemerintahan sebelum persoalan semakin sulit dikendalikan.





