21 Oktober 2026

Blog

Jakarta,MoneyTalk – Pada Selasa, 25 Juli 2023 lalu, KPK melakukan kegiatan tangkap tangan dugaan tindak pidana korupsi di Basarnas. KPK mengamankan 11 orang beserta barang bukti transaksi dugaan suap berupa uang tunai sejumlah Rp999,7 juta.

KPK lalu melakukan penyelidikan untuk menemukan peristiwa pidananya, sehingga ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup. Maka KPK kemudian menaikkan status perkara ini ke tahap penyidikan dan *menetapkan para pihak atas perbuatannya sebagai tersangka.*

Seluruh rangkaian kegiatan oleh KPK dalam *kegiatan operasi tangkap tangan, penyelidikan, penyidikan, hingga penetapan para pelaku sebagai tersangka TELAH SESUAI prosedur hukum dan mekanisme yang berlaku.*

Dimana pengertian tertangkap tangan menurut Pasal 1 butir 19 KUHAP adalah *tertangkapnya seseorang pada waktu sedang melakukan tindak pidana, atau dengan segera sudah beberapa saat tindak pidana itu dilakukan,* atau sesaat kemudian diserukan oleh khalayak ramai sebagai orang yang melakukannya.

Setelah dilakukan tangkap tangan, maka terhadap peristiwa dugaan tindak pidana tersebut harus sudah dapat ditentukan dan ditetapkan sebagai peristiwa tindak pidana korupsi serta status hukum para pihak terkait dalam waktu 1 (satu) kali 24 (dua puluh empat) jam.

Memahami bahwa para pihak tersebut diantaranya terdapat oknum TNI yang juga memiliki mekanisme peradilan militer, maka dalam proses gelar perkara pada kegiatan tangkap tangan di Basarnas ini, *KPK telah melibatkan POM TNI sejak awal,* untuk mengikuti gelar perkara sampai dengan penetapan status perkara dan status hukum para pihak terkait.

Maka kemudian KPK melanjutkan proses penanganan perkara yang melibatkan para pihak dari swasta atau non-TNI/Militer, dan menyerahkan penanganan perkara yang melibatkan Oknum Militer/TNI kepada TNI untuk dilakukan *koordinasi penanganan perkaranya lebih lanjut.*

*Kewenangan KPK dalam mengkoordinasikan proses hukum* tersebut sebagaimana ketentuan Pasal 42 UU KPK “Komisi Pemberantasan Korupsi berwenangmengkoordinasikan dan mengendalikan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindakpidana korupsi yang dilakukan bersama-sama oleh orang yang tunduk pada peradilan militer dan peradilan umum” Jo Pasal 89 KUHAP.

*Sehingga seluruh proses hukum yang dilakukan oleh KPK dalam kegiatan tangkap tangan ini telah sesuai dasar hukum dan mekanisme yang berlaku.*

Kami menegaskan, seluruh proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang telah dilakukan oleh segenap insan KPK, serta berbagai upaya pencegahan dan pendidikan antikorupsi, adalah *tanggung jawab penuh Pimpinan KPK.*

KPK menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Presiden Joko Widodo untuk memproses dugaan tindak pidana korupsi ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dan mendorong perbaikan sistem khususnya pengadaan barang dan jasa pemerintah agar tidak terjadi kerugian keuangan negara, demi kemajuan masyarakat, bangsa, dan Negara Indonesia.

KPK juga menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh rakyat Indonesia agar *pemberantasan korupsi jangan pernah berhenti.* Karena semangat KPK adalah semangat seluruh rakyat Indonesia, untuk membersihkan bumi pertiwi ini dari korupsi.

Salam Antikorupsi.

Ketua KPK, Firli Bahuri

Jakarta, MoneyTalk – Menyikapi kasus OTT yang dilakukan KPK terhadap para pejabat Basarnas yang melibatkan pejabat TNI dan pernyataan permintaan maaf komisioner KPK terhadap tindakan tersebut, kami menyampaikan sikap sebagai berikut:

1. Pemberantasan korupsi harus dilakukan tanpa pandang bulu, baik terhadap pejabat sipil maupun militer.
2. Tindakan KPK membongkar dugaan praktik korupsi yang dilakukan oknum TNI harus didukung dan semestinya Panglima TNI pun ikut mendukung pemberantas korupsi di tubuhnya sendiri.
3. Permintaan maaf komisioner KPK terhadap kejadian tersebut merupakan sikap tidak profesional dan akan semakin menurunkan kepercayaan publik terhadap lembaga anti rasuah ini di saat memang persepsi publik masih rendah.
4. Kasus ini menjadi dasar yang kuat sebagai alasan untuk mundurnya semua komisioner KPK yang ada. Periode ini menjadi momen terburuk kinerja KPK selama ini dan ini tidak boleh dibiarkan.
5. Presiden harus ambil sikap bukan terhadap proses hukum yang berjalan, tapi terhadap keberlangsungan lembaga ini dengan memberhentikan semua komisioner KPK dan mengangkat yang baru agar kepercayaan publik terhadap komitmen kuat presiden terhadap pemberantasan korupsi terlihat nyata.
6. Jika benar salah satu direktur di KPK mengundurkan diri karena hal ini, maka harusnya seluruh pimpinan KPK mengikuti langkah ini sebagai pertanggungjawaban jawaban kelembagaan, bukan personal.
7. Permintaan maaf dari lembaga atas tindakan hukum yang dilakukan secara kelembagaan bukanlah perbuatan yang tepat, karena ini bukan wilayah moralitas, tapi wilayah hukum atas perbuatan hukum berdimensi publik.
8. Hanya dengan mundurnya pimpinan KPK dan diikuti dengan pertanggungjawaban hukum lainnya, reputasi KPK dapat dipulihkan dan kepercayaan publik terhadap lembaga dan komitmen pemberantasan korupsi oleh KPK dapat diraih kembali.
9. Mengajak seluruh komponen masyarakat kritis dan pimpinan DPR untuk mendesak agar pimpinan KPK secara gentle mundur dari jabatannya demi kepentingan publik.

Presiden DPP LIRA, Andi Syafrani.

Jakarta,MoneyTalk – Ramai dan simpang siur isu pengangkatan Ahok akan diangkat jadi Direktur Utama Pertamina, menjadi perhatian publik bukan hanya dikalangan praktisi dan pengamat Migas. Ahok yang terlanjur dikenal publik sebagai penista Islam dan rentan dengan skandal korupsi semasa menjabat gubernur DKI, memang layak digugat dan ditentang rakyat. Jangankan jadi direktur utama, jika perlu Ahok harus keluar dari Pertamina.

Berikut beberapa poin tuntutan Pergerakan Elemen Rakyat (PEREKAT) kepada Pertamina.

1. Tolak Ahok di Pertamina, bukan hanya sekedar wacana tolak jadi dirut Pertamina.

2. Usut tuntas dan adili semua kasus-kasus korupsi Ahok mulai dari jabatan wakil dan gubernur DKI Jakarta hingga menjadi komisaris utama di Pertamina.

3. Menuntut Ahok mundur dari apapun jabatan publik dalam pemerintahan karena catatan buruk ahlak (penistaan agama) terutama kepada umat Islam dan banyaknya skandal korupsi seperti RS. Sumber Waras, lahan Cengkareng Barat, reklamasi teluk Jakarta, Taman BMW, penggusuran kampung Aquarium, pembelian bus bekas Trans Jakarta dlsb.

 

Kordinator Pergerakan Elemen Rakyat (PEREKAT) Idharudin Muna

Jakarta,MoneyTalk – Pada tahun 1911, Thomas Andrews, menyaksikan maha karyanya sendiri, sebuah kapal laut seberat 52.310 ton, berkapasitas 2.200 orang, diberi nama RMS Titanic, merupakan kapal terbesar dan tercanggih di masanya. Thomas dengan sombong mengatakan, “Tuhan-pun tidak akan sanggup menenggelamkan kapal terbesar buatanku”. Kapal yang dibangun dengan biaya $12 juta itu nyatanya, tenggelam di Samudra Atlantik, menabrak gunung es dalam perjalanan dari Southampton ke NewYork. Kapal Titanic tenggelam oleh kesombongan penciptanya sendiri.

Jika kesombongan Thomas dinyatakan dengan ungkapan, maka kesombongan Panji Gumilang dinyatakan dengan perbuatan; perlakuannya terhadap Islam sangat sembrono, Islam dibuatnya hanya sebagai mainan.

Pesantren Al-Zaytun pimpinan Panji Gumilang itu kini tengah menabrak– “gunung es”–negara; Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) pemilik Al-Zaytun itu terbelit kasus hukum, sebentar lagi mungkin akan tenggelam oleh kesombongannya sendiri.

Negara melalui Bareskrim Polri tengah memperkarakan Al-Zaytun dalam kasus TPPU– tindak pidana pencucian uang, penggelapan dan penyimpangan BOS dan zakat ratusan miliar rupiah. Sebanyak 132 rekening atas nama Yayasan sudah diblokir. Kata Kapolri, kami sedang mendalami penyidikan dan penyelidikan secara hati-hati, cermat dan menyeluruh. Semua tuduhan akan dibuktikan di pengadilan. Nasib Al-Zaytun akan ditentukan oleh pengadilan tanpa suap, Jaksa dan hakim yang lurus, dan doa para santri yang didzolimi; tangan-tangan Tuhan kini sedang bekerja.

Panji Gumilang sangat sadar, posisinya terpojok, nama baiknya “terjun bebas” akibat dosa yang dibuatnya selama hampir dua puluh tujuh tahun sejak pesantren berdiri tahun 1996. Ketua YPI itu kini bermanuver mengenakan topeng dan bersilat lidah untuk mendapat dukungan publik.

Mengaku bermazhab Soekarno itu cuma topeng, seakan-akan Islam dianggapnya mainan. Dia kira bisa menutupi borok di wajahnya yang mulai membusuk dan bernanah.

Panji Gumilang berlindung dibalik topengnya bermanis-manis muka dihadapan rezim penguasa saat ini–yang dilihatnya terafiliasi ke Soekarno. Diapun mengaku komunis, bahkan mengundang Ilham Aidit dalam sebuah acara, itupun cuma topeng. Ini berarti, Panji Gumilang sudah menuduh rezim sekarang adalah rezim komunis. Ini seirama dengan suara kalangan militer pro-orde baru.

Bagaimana mungkin Panji Gumilang berkhidmah kepada Soekarno, wong selama ini dia dekat dengan Soeharto? Bagaimana bisa dia menjadi komunis, wong dia menumpuk-numpuk kekayaan pribadinya sampai triliunan? Panji Gumilang sejatinya seorang petualang keuangan,–meminjam istilah John Maynard Keynes–seorang “spiritus animalis”.

Menurut saya, Ilham Aidit tidak mengerti persoalan–seperti ayahnya yang kurang cerdas melihat situasi. Dia tidak sadar sedang diperalat oleh Al-Zaytun. Ilham Aidit seorang anak biologis Aidit, tapi bukan anak ideologis komunis. Dia tidak memahami psiko-sosial umat Islam dan komunis secara baik.

Isu menyatunya rezim Soekarno dan komunis itu sudah konsumsi sehari-hari kalangan militer pro-orba. Panji Gumilang mencoba bersenyawa memasuki rezim sekarang yang–menurutnya–antitesa dengan rezim dulu yang membesarkannya.

Dengan mengatakan Al-Zaytun bermazhab “Soekarno”, maka Panji Gumilang sebenarnya tengah mengolok-olok Tuhan yang menyuruh hormat dan taat kepada para ulama, sebagaimana pesan Al-Quran. Saya bukan bermaksud mengecilkan arti Soekarno dalam berkhidmah bagi ke-Islaman dan kemanusiaan, namun Panji Gumilang telah membandingkan empat Imam mazhab;–Syafei, Hanafi, Maliki, Hambali–setara atau lebih rendah dari Soekarno, itu sama halnya mengolok-olok “sanad” keilmuan dalam Islam, itu sebuah kesombongan yang nyata. Dalam khasanah keilmuan Islam, Bung Karno tidak pernah disebut-sebut sejajar dengan para mufasir sekelas Imam Syafei Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Hambali, Al-Ghazali, Al-Kindi. Bung Karno tidak bisa dikelaskan dengan para Imam tersebut karena berbeda sirkuit pengabdiannya.

Bukan kesesatan, tapi kesombongan Panji Gumilang tengah saya persoalkan, karena menjajarkan Bung Karno dengan para Imam Mazhab sebagai sesama manusia itu menjadi persoalan tersendiri; bahwa dihadapan Allah semua manusia itu sama, seperti menjajarkan semua batu itu sama. Tetapi, tidak melihat bahwa setiap batu punya kadar kepadatan dengan nilai-nilai yang berbeda-beda; mutiara, blue sphire, merah delima, andesit, menhir, batu bara, atau batu koral apakah bernilai sama?

Sesat atau tidaknya seseorang bukan ditentukan oleh manusia, melainkan oleh Tuhan pemilik surga dan neraka, akan tetapi Tuhan telah menurunkan kisi-kisi agar manusia tidak tersesat ke jalan yang salah. Surat Al-fatihah sudah cukup menjelaskan hal itu; ‘ikhdinassirotul mustaqiem’, tunjukanlah jalan yang benar. Berkat kesombongannya tidak mau berma’mum kepada Imam mazhab, maka Panji Gumilang-pun akhirnya tersesat dan menyesatkan.

Keberadaan pesantren terbesar se-Asia Tenggara itu sangat kontroversial, didirikan di atas tanah 1.200 Ha atau 12,00 Km2, Itu hampir separuh luas kota Cirebon yang hanya 3.736 Ha atau 37,36 Km2. Didalam komplek terdapat asrama, masjid, supermarket, apotek, lapangan bola, lapangan basket, voli, badminton, peternakan, pertanian, perkebunan, heliped, bahkan galangan kapal.

Pembebasan tanah dari rakyat, dibeli dengan harga murah, dicicil bertahun-tahun, bahkan ada yang masih terkatung-katung. Ternyata sertifikat tanah atas nama pribadi Panji Gumilang.

Sebagai wujud konspirasi dengan Soeharto–nama “Al-Zaitun” merupakan pasangan masjid “At-Tin” di TMII, Jakarta. Maka, bukan kebetulan “At-Tin dan Al-Zaytun”–adalah comotan surat At-Tin dalam Al-Quran–, maka Al-Zaytun merupakan legacy keluarga Cendana.

Sebagaimana ramalan Gus Dur; Al-Zaytun tengah menggali liang kuburnya sendiri, kini moncong “Kapal Titanic” itu tengah menukik ke bawah. Rekening Banknya ditutup, kampus dan pesantren disegel. Pemerintah mencium bau tak sedap; ajarannya menyimpang dengan akumulasi asset pesantren yang fantastis; yang diperoleh secara tidak wajar.

Perputaran keuangan Pesantren mencapai 16 triliun pertahun, diperoleh dari berbagai macam usaha; pertanian, peternakan, perkebunan, dan para santri yang “dipalak” berupa dua ekor sapi; sebagai biaya pendaftaran dikalikan dalam ratusan ribu santri. Tambah lagi bantuan rutin pertahun dari Kementrian Agama dalam bilangan puluhan miliar rupiah.

Dalam kesempatan wawancara dengan orang tua santri, katanya, bahwa aturan pesantren menetapkan, zakat itu tidak mesti 2,5%, tapi bisa 20%, 30%, 50% atau seluruh hartanya bisa dizakatkan tergantung kesanggupan muzaki. Ini kekonyolan dalam pengelolaan zakat. Presentase zakat ditentukan oleh hawa nafsunya sendiri.

Kesombongan Panji Gumilang yang lain adalah meletakan Al-Zaytun tidak sejalan, bahkan berlawanan dengan mazhab keislaman yang sudah mapan di tanah air; Muhammadiyah, NU, Persis, Al-Wasliyah, Syiah, maupun wahabi. Hal ini sering menimbulkan benturan sosial di masyarakat; Al-Zaytun telah memutus benang merah ajaran orang tua santri di rumah. Dia anggap dirinya selevel dengan KH. Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah, KH Hasyim Asy’ari pendiri NU, H. Hasan tokoh Persis? Preeeeet….

Menurut pengakuan alumni Al-Zaytun (lihat wawancara di TV One), para santri dicekoki obat terlarang sejenis narkoba yang dilegalkan–dijual di apotek pesantren– agar tunduk dan patuh kepada aturan pesantren. Dan karena itu, kata para orang tua, anak-anak sangat keras kepala, berkacamata kuda, enggak mau dibilangin.

Menempatkan perempuan di shaf terdepan bersama laki-laki saat shalat berjamaah, seperti shalat berhaji atau umroh melingkar di Masjidil Haram, sebagai dalih mengangkat derajat perempuan, itu ijtihad sembrono. Perempuan berada di shaf belakang adalah ijtihad sahabat Abu Bakar Siddiq, yang rasulullah sendiri membenarkan. Apakah Panji Gumilang sekelas sahabat Abu Bakar, bisa menentukan tatacara shalat? Apalagi shaf yang direnggangkan ke kiri dan kanan untuk menghindari bau keringat? Prikitiw.

Sepertinya adab shalat seperti itu diciptakan Panji Gumilang bukan hanya hawa nafsu dan kesombongannya belaka; akan tetapi, sebuah rancang bangun–secara sadar–supaya terjadi keresahan sosial dan perpecahan dikalangan umat Islam dalam jangka panjang.

Ada yang mengatakan Al-Zaytun bukan kumpulan kaum radikal NII, karena tidak terbukti alumni atau santrinya menjadi teroris. Saya bisa menjawab begini; bahwa Panji Gumilang aktivis NII, KW 9, tidak bisa dibantah. Sementara dokumen intelejen mencatat banyak para mantan aktivis NII bergiat disitu. Lalu, untuk apa mereka dihimpun tapi tidak menggunakan ke-NII-annya? Saya melihat dari teori konspirasi; musuhnya musuh adalah teman, temannya musuh adalah musuh.

Sejak kemerdekaan 1945 sampai saat ini, hubungan kaum nasionalis, –khususnya Bung Karno–dan Islam tidak pernah mulus. Aktifis DI/TII SM Kartosuwiryo, dan Masyumi yang kemudian memberontak pada 1950-an, disikat dan dibubarkan rezim Soekarno. Mereka menjadi “musuh” potensial yang berdiaspora ke berbagai lini; kelompok ini kemudian dikelola oleh rezim–“musuh”–Soeharto, melalui tangan Ali Murtopo. Maka, temannya musuh adalah musuh. Panji Gumilang memahami, bahwa Rezim Jokowi adalah anak ideologis rezim Soekarno.

Peran Panji Gumilang disini menampung para pejuang NII jebolan DI/TII itu,–tentu atas suport pimpinan Orde Baru–untuk dibina dan diberikan lapangan kehidupan, yang suatu saat bisa digerakan. Makanya jangan heran, mantan Kepala BIN, Jenderal Purn. A.M. Hendro Priyono disebut-sebut membekingi Al-Zaytun dalam rangka pembinaan ini. Yang menarik, disebut pula, Ketua KSP, Jenderal Purn. Moeldoko juga ikut nimbrung disitu. Sebuah kombinasi yang menarik, dua perwira orde baru dan “orde lama” bertemu di Al-Zaytun. Apakah mereka bertugas untuk kepentingan negara?

Kurnia P. Kusumah Wakil Ketua PWNU Jawa Barat

Jakarta,MoneyTalk – Direktorat Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan secara diam-diam kembali mengagendakan pertemuan dengan sejumlah pemangku kepentingan.

Tak tanggung-tanggung, dari dokumen undangan yang diperoleh CERI, pertemuan berlangsung dua hari, 24 Juli 2023 dan 25 Juli 2023 di Hotel Best Western Panbil Batam. Konon, hotel bintang lima ini dipatok dengan rate Dollar Singapura dan kerap dikunjungi bule-bule.

Demikian diungkapkan Sekretaris CERI Hengki Seprihadi dalam Rilis pernyataan Hari ini, Senin (24/7/2023).

“Surat undangan bernomor 2030 dan 2032 juga tampak kejanggalan. Surat 2030 ditandatangani Plh Direktur Perencanaan Ruang Laut Muhandis Sidqi. Sedangkan surat nomor 2032 ditandatangani Plh Direktur Perencanaan Ruang Laut Muhandis Sidqi namun atas nama Dirjen Pengelolaan Ruang Laut,” ungkap Hengki.

Menariknya, kata Hengki, surat undangan nomor 2030 ditujukan antara lain kepada 20 pelaku usaha, satu yayasan dan dua asosiasi.

Para pelaku usaha yang diundang itu yakni Direktur PT Sinergy Makmuraya Samudera, Direktur PT Cempuri Bintan Segara, Direktur PT Suwarna Cahaya Semesta, Direktur PT Cipta Rezeki Kita Bersama, Direktur PT Bangun Bumi Prakarsa, Direktur PT Pulau Bintan Abadi, Direktur PT Lintas Granindo Utama, Direktur PT Rejang Andara Raya, Direktur PT Abinawa Teknika, Direktur PT Asa Tuah Minardhi, Direktur PT Indorajawali Bona Utama, Direktur PT Tuah Pulau Serumpun, Direktur PT Berkah Tuah Melayu, Direktur PT Gemilang Kharisma, Direktur PT Combol Bahari Perkasa, Direktur PT Kepri Mineral Sukses, Direktur PT Tjitlim Bahari Perkasa, Direktur PT Alfatama Surya Perkasa, Direktur PT Cipta Hamparan Karimun dan Direktur PT Cahaya Ujung Barat.

Selain pelaku usaha, yang diundang untuk hadir pada 24 Juli 2023 itu adalah dari internal KKP, di antaranya Koordinator Kawasan Strategis, Direktorat PRL, Subkoordinator Kawasan Strategis, Direktorat PRL, Subkoordinator Kawasan Strategis Nasional Tertentu, Direktorat PRL, Nurul Khoiriya, PELP Madya, Direktorat PRL.

Selain itu juga diundang Naufal Sanca Lovandhika, Analis Tata Ruang, Direktorat PRL, Sukma Gunawan Lumban Gaol, Pelaksana pada Kelompok Kawasan Strategis, Akbar M. Usman, Pelaksana pada Kelompok Kawasan Strategis dan Aulia Ismarisa, Pelaksana pada Kelompok Kawasan Strategis.

Selain itu, nama Ketua Yayasan Kepri Sumber Daya Utama (KESUMA), Ketua Asosiasi Pengusahan Pasir Laut (APPL) dan Ketua Asosiasi Penambang Pasir Laut juga tersebut dalam undangan nomor 2030.

Sedangkan pada undangan nomor 2032, KKP mengundang dari unsur akademisi, sekretaris kabinet, Kemenko Maritim, Kementerian Perhubungan, Kemenkum HAM, Kementerian PUPR, BPKP, Badan Pengusahaan Kawasan Pedagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Kementerian KKP, pemerintah daerah, NGO.

Ajaibnya, serta seluruh pelaku usaha yang sudah diundang pada tanggap 24 Juli 2023 juga kembali diundang untuk hadir pada 25 Juli 2023.

Disebutkan dalam undangan, acara pertemuan tanggal 24 Juli 2023 adalah Identifikasi Data Sedimentasi Laut di KSN BBK. Sedangkan agenda pertemuan pada 25 Juli 2023 adalah Sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut dan Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut.

Sebelumnya dalam acara konsultasi publik aturan pelaksanaan PP Pengelolaan Hasil Sedimentasi dan Harga Patokan Pasir Laut yang berlangsung 25 Mei 2023 lalu secara hybrid, Hengki mengutarakan kejanggalan dasar pemikiran terbitnya PP itu yang disebutkan akibat terancamnya ekosistem laut lantaran sedimentasi pasir laut yang setelah disimak secara seksama ujung-ujungnya melahirkan solusi ekspor pasir laut.

“Kami melihat bagaimana jalan ceritanya sih, awalnya bicara pencemaran akibat sedimentasi, lalu ujung-ujungnya bicara ekspor pasir laut sebagai solusi ancaman pencemaran akibat sedimentasi itu. Apa tidak ada solusi lain,” tanya Hengki.

Oleh sebab itu, kata Hengki, terkait pertemuan 24 Juli 2023 dan 25 Juli 2023 di Batam itu, Hengki mengatakan CERI melihat jangan-jangan sosialisasi ini hanya akal-akalan KKP untuk memuluskan ekspor pasir laut ke Singapura dan ujung-ujungnya pembicaraan menyelamatkan ekosistem laut dari ancaman kerusakan akibat sedimentasi pasir laut itu hanya isapan jempol belaka. “Semoga analisa kami tidak terjadi,” pungkas Hengki.

JAKARTA, MoneyTalk – Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Paiman Raharjo, M.M., M.Si. hari ini diangkat sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) periode 2023-2024 oleh Presiden Joko Widodo.

Prof. Paiman Raharjo diangkat lewat Keputusan Presiden Nomor 32/M Tahun 2023 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju dan menerima amanah tersebut sebagai tugas negara yang harus dijalankannya dengan penuh fokus dan dedikasi.

“Ini adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan serius. Saya akan menuangkan pemikiran dan tenaga saya untuk membantu Presiden Jokowi mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045,” kata Prof. Paiman, Senin (17/7/2023).

Perjalanan Prof. Paiman hingga sampai titik ini tidaklah mudah. Sebab Paiman Raharjo adalah seorang tokoh yang menginspirasi banyak orang dengan perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan dan kerja keras.

Ia dilahirkan di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Dikenal sebagai salah satu perantau sukses dari Klaten, Paiman memiliki latar belakang yang menarik sebelum akhirnya melanjutkan karirnya sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) di Kabinet Indonesia Maju.

Pada awalnya, setelah menyelesaikan SMP di Klaten pada tahun 1985, Paiman memutuskan untuk mencari peruntungan di Jakarta. Saat itu, dia masih tergolong muda namun tidak gentar menghadapi tantangan hidup di kota metropolitan yang keras.

Paiman memulai karirnya sebagai tukang sapu di Yayasan Gembala Baik. Meskipun menjadi tukang sapu, dia tetap tidak menyerah dan melanjutkan pendidikan di Sekolah Teknik Menengah (STM) Budhaya Jakarta, lulus pada tahun 1989.

Selama bekerja sebagai tukang sapu, Paiman juga menjalani berbagai pekerjaan lain seperti tukang kebun dan satpam. Ia melakukan semua pekerjaan tersebut dengan dedikasi dan keuletan yang tinggi. Setelah lulus dari STM, Paiman melanjutkan pendidikan sarjana (S1) dalam Ilmu Administrasi dan Magister (S2) dalam Magister Administrasi di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta.

Paiman tidak berhenti sampai di situ. Ia kemudian melanjutkan pendidikan doktor (S3) dalam Ilmu Administrasi di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung.

Dengan dukungan dan dorongan dari lingkungan sekitarnya, Paiman berhasil menyelesaikan pendidikan hingga tingkat doktor. Menurutnya, kesuksesan bukanlah milik orang kaya, tetapi milik setiap individu yang bekerja keras dan memiliki pendidikan yang memadai.

Setelah menyelesaikan pendidikan, pria kelahiran 17 Juni 1967 tersebut mendapatkan berbagai posisi strategis di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta. Ia mulai dari Kasubag, Wakil Dekan, Direktur PPs, hingga akhirnya menjadi Rektor universitas tersebut. Sebagai seorang pemimpin akademik, Paiman berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan reputasi Universitas Moestopo. Ia ingin menjadikan universitas tersebut sebagai institusi pendidikan berkelas dunia dengan standar internasional.

Meskipun telah meraih kesuksesan di ibu kota, Paiman tidak pernah melupakan asal-usulnya di Klaten. Ia selalu aktif dalam memberikan sumbangan pemikiran dan upaya untuk memajukan daerah asalnya. Paiman seringkali pulang ke Klaten untuk bertemu dengan keluarga dan teman-teman serta menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah setempat.

Dengan lika-liku kehidupan yang sudah dijalani, Paiman Raharjo adalah contoh nyata bahwa kesuksesan dapat dicapai melalui kerja keras, ketekunan, dan pendidikan yang memadai.

Dan dengan perjalanan hidupnya yang menginspirasi, ia membuktikan bahwa seseorang tidak perlu merasa terbelenggu oleh latar belakang atau pekerjaan awal mereka. Paiman Raharjo telah menjadi panutan bagi banyak orang dalam menghadapi tantangan hidup dan mewujudkan cita-cita mereka melalui pendidikan dan kerja keras.

Jakarta,MoneyTalk – Setelah Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menangkap super tanker berbendera Iran MT Arman 114, Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Azad diyakini pada Kamis (13/7/2023) sekitar pukul 11.15 WIB mendatangi kantor Bakamla.

Ia dikabarkan bertemu Kepala Bakamla Laksamana Madya TNI Aan Kurnia. Namun, belum diketahui detail pembicaraan mereka.

Kepala Badan Keamanan Laut RI (Bakamla) Laksamana Madya TNI Aan Kurnia ketika dikonfirmasi Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) pada Kamis (13/7/2023) sore, tak memberikan keterangan apa pun.

“Konfirmasi tertulis yang kami kirimkan melalui pesan Whatsapp sampai saat ini tidak dijawab. Awalnya sempat ada pesan masuk kepada kami dari Kepala Bakamla. Namun buru-buru dihapus pesannya,” ungkap Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman, Kamis (13/7/2023) malam.

Menurut Yusri, kedatangan Dubes Iran ke Bakamla menguatkan fakta bahwa minyak mentah dalam super tanker MT Arman itu berasal dari negara Iran, sebab sudah pasti semua kilang di Singapura menolaknya.

Yusri lantas mengingatkan peristiwa tertangkapnya tanker berbendera Iran MT Horse di perairan Kalimantan pada 24 Januari 2021 silam. Tak lama setelah itu seorang intelijen Iran bernama Ghassem Saberi Gilchalan ditangkap di Bandara Soekarno Hatta. Dari sana diketahui ia ditugasi membantu masalah MT Horse. Tangker itu akhirnya lepas.

“Yang paling penting jangan sampai kita lupa, MT Horse kala ditangkap sedang membawa kargo 1,8 juta barrel minyak mentah,” ungkap Yusri.

Berkaca dari kasus MT Horse, Yusri menilai patut diduga keras memang ada permainan melibatkan trader menyelundupkan minyak asal Iran ke Indonesia.

“Kejanggalan kembali terlihat di kasus MT Arman. Pertamina membantah kargo muatan tangker itu pesanan mereka. Tapi jangan lupa, Kilang Pertamina Internasional pada Januari lalu pernah menyatakan akan mengurangi pembelian minyak mentah dari Saudi Aramco,” beber Yusri.

Selain itu, Yusri juga menyoroti kegiatan pemindahan muatan atau transhipment dari MT Arman ke MT STinos, tanker berbendera Kamerun.

“Kami mendapat informasi yang patut dipercaya bahwa MT STinos ternyata seharusnya sudah scrap sejak 10 tahun lalu. Informan kami sampai menjuluki tanker ini sebagai kapal hantu, karena harusnya memang sudah tidak ada,” ungkap Yusri.

Tak kalah heran, Yusri mengaku tak habis pikir atas lolosnya MT STinos ke perairan Natuna ke laut Cina Selatan. “Padahal ada operasi bersama coast guard atau penjaga pantai Indonesia dan Malaysia, bahkan tingkat ASEAN pun ada. Mestinya tidak sulit membekuk MT STinos ini,” kata Yusri.

Meski demikian, kata Yusri, prinsipnya pihaknya mendukung Bakamla mengusut tuntas siapa yang terlibat, termasuk bekerja sama dengan Coast Guard Asean mengejar tanker MT STinos berbendera Kamerun itu.

Selain itu, Yusri juga menyatakan ia tidak sependapat dengan salah seorang wartawan senior yang mengatakan akibat penangkapan oleh Bakamla ini akan membuat kelangkaan BBM Pertamina di dalam negeri.

“Itu pendapat ngawur. Sebab, pembelian crude Pertamina kilang itu sudah terencana dan sudah ada OE ( Owner Estimate) sesuai “crude assay” harga minyak mentah pada saat deal atau tanda tangan kontrak,” kata Yusri.

Yusri membeberkan, kemungkinan ada yang mencoba-coba memainkan pasokan minyak mentah asal Iran itu karena embargo Amerika Serikat terhadap Iran sehingga bisa mendapat diskon besar hingga USD 25 perbarel.

“Nah cuan besar ini mungkin mau atur kongkalikong diduga dengan bagian pengadaan minyak mentah di Kilang,” beber Yusri.

Lebih lanjut Yusri mengatakan, jika nanti hasil penyidikan tim Bakamla terbukti bahwa minyak mentah dalam tanker MT Arman itu tujuannya kilang Pertamina, maka yang bertanggungjawab adalah Direktur Optimasi Feedstock & Produk PT Kilang Pertamina Internasional Sani Dinar Saifudin, Dirut PT Kilang Pertamina Internasional, Taufik Adityawarman dan Dirrektur Utama Pertamina Holding Nicke Widyawati.

“Kita harapkan semua pihak mendukung dan mengawal Bakamla bisa mengusut tuntas percobaan penyeludupan ini, agar terbongkar sindikatnya. Meskipun kita mencurigai sebelumnya bisa saja sudah pernah lolos praktek ini. Maka sudah tugas BPK RI atau BPKP melakukan audit investigasi proses pengadaan minyak mentah dan BBM Pertamina,” kata Yusri.

Yusri menegaskan, kita tidak kasus permainan minyak haram ” Zatapi Crude” pada 18 tahun lalu terjadi di Pertamina terulang lagi(*)

Jakarta,MoneyTalk – Center for Budget Analysis CBA menemukan dugaan penyimpangan dalam mega proyek Kementerian PUPR. Proyek yang dimaksud adalah Peningkatan Jalan Kinam – Furir – Goras yang berlokasi di Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat, berikut penjelasannya.

Pertama, proyek Peningkatan Jalan Kinam – Furir – Goras tidak transparan, hal ini terlihat dari rencana umum pengadaan yang tidak menyertakan nama Pengguna Anggaran atau Kuasa Pengguna Anggaran dalam keterangan Satuan Kerja 498690.

Kedua, penetapan Pagu dan HPS yang ditetapkan Kemen PUPR sama persis di angka Rp 56.500.000.000, hal ini berpotensi merugikan keuangan Negara karena harga penawaran akan tinggi atau tidak efisien.

Ketiga, pihak yang dimenangkan Kemen PUPR adalah PT. Putra Nanggroe Aceh yang beralamat di Jl. Pasar Baru Komplek Ruko Pemda Blok B Nomor 14, Gampong Blang, Kecamatan Krueng Sabee – Aceh Jaya. Harga penawaran yang diajukan oleh PT. PNA sangat mahal sebesar Rp55.213.000.000.Jika dibandingkan dengan penawar terendah PT LNJ terdapat selisih sebesar Rp 10 miliar lebih.

Fakta lainnya, PT. PNA yang dimenangkan Kemen PUPR berlokasi di Provinsi Aceh, lokasi perusahaan ini sangat jauh dari lokasi pengerjaan proyek yang berada di Kabupaten Fakfak Papua Barat. Hal ini akan berdampak terhadap biaya proyek yang mahal.

Terakhir, PT. Putra Nanggroe Aceh di tahun 2021 tercatat gagal melaksanakan proyek pembangunan Jembatan Kaca Tinjomoyo Semarang dan masuk daftar black list. Hal ini semakin memperkutat dugaan penyimpangan proyek Peningkatan Jalan Kinam – Furir – Goras, karena pemenang tender memiliki rekam jejak buruk.

Berdasarkan catatan di atas CBA meminta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengevaluasi tender proyek Peningkatan Jalan Kinam – Furir – Goras. Proses lelang diduga kuat adanya permainan, dan sebaiknya Menteri Basuki melakukan lelang ulang, dan melibatkan KPK agar proses tender dijalankan sesuai ketentuan.

Jajang Nurjaman
Koordinator CBA

Jakarta, MoneyTalk – Digiverse, sebuah agensi digital yang inovatif dan dinamis, dengan bangga mengumumkan peluncuran resmi sebagai mitra terpercaya dalam membantu bisnis membangun keberadaan digital yang kuat dan mencapai kesuksesan yang gemilang dalam era digital yang terus berkembang.

Dengan komitmen untuk memberikan solusi kreatif dan berkinerja tinggi, Digiverse.id telah merancang layanan lengkap yang meliputi manajemen sosial media, optimasi mesin pencari (SEO), publikasi media, pemasaran digital, dan branding. Melalui pendekatan yang berfokus pada hasil, Digiverse mendedikasikan dirinya untuk membantu bisnis dari berbagai industri mencapai tujuan mereka dalam lingkungan digital yang semakin kompetitif.

Meningkatkan Keberadaan Melalui Manajemen Sosial Media yang Efektif

Digiverse.id menawarkan solusi manajemen sosial media yang dirancang khusus untuk memaksimalkan kehadiran merek Anda di berbagai platform sosial media. Tim ahli Digiverse akan mengembangkan strategi yang tepat untuk meningkatkan keterlibatan dan menciptakan konten yang menarik, sehingga membangun komunitas yang loyal dan meningkatkan kesadaran merek Anda di antara target audiens yang relevan.

Mengoptimalkan Visibilitas dengan SEO yang Unggul

Dalam era di mana peringkat di mesin pencari sangat penting, Digiverse.id menghadirkan layanan SEO yang komprehensif untuk meningkatkan visibilitas dan mengarahkan lalu lintas organik yang relevan ke situs web Anda. Dengan pendekatan berbasis data dan pemahaman yang mendalam tentang algoritma mesin pencari, tim SEO Digiverse akan mengoptimalkan situs web Anda melalui riset kata kunci yang cermat, pengoptimalan konten yang efektif, dan strategi tautan yang berkualitas tinggi.

Menghubungkan dengan Audiens yang Tepat Melalui Pemasaran Digital yang Terukur

Digiverse memahami pentingnya mencapai audiens yang tepat pada waktu yang tepat. Melalui pemasaran digital yang cerdas, Digiverse akan membantu Anda meningkatkan visibilitas merek Anda, menghasilkan prospek yang berkualitas, dan memperluas pangsa pasar. Dengan memanfaatkan alat analitik canggih, Digiverse akan memantau dan mengoptimalkan kampanye Anda secara terus-menerus untuk memberikan hasil yang optimal.

Membentuk Identitas Merek yang Menginspirasi dan Memukau

Di tengah persaingan yang sengit, memiliki identitas merek yang kuat dan membedakan adalah kunci untuk sukses. Tim kreatif Digiverse akan bekerja sama dengan Anda untuk merancang strategi branding yang menggambarkan nilai unik Anda, membangun citra merek yang konsisten, dan menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi konsumen Anda. Dengan fokus pada cerita merek yang menarik dan desain yang menawan, Digiverse akan membantu Anda mencapai daya tarik yang tak tertandingi di pasar digital.

Mengamplifikasi Pesan Anda Melalui Publikasi Media

Selain layanan inti, Digiverse juga menawarkan layanan publikasi media melalui siaran pers atau press release. Dengan menggunakan jaringan luas kontak media, Digiverse.id akan membantu Anda mendapatkan liputan media yang berharga, memperkuat kredibilitas merek Anda, dan meningkatkan kesadaran publik. Tim Digiverse akan menghadirkan siaran pers yang efektif dan menarik, sehingga pesan Anda mencapai audiens yang relevan dan mendapatkan perhatian yang layak.

Karena itu, Digiverse adalah mitra digital yang siap menghadapi tantangan dan peluang dalam dunia digital yang terus berkembang.

JAKARTA, MoneyTalk – Kerja sama antar negara-negara di kawasan Asia Tenggara sangatlah penting untuk dilakukan, termasuk dengan Brunei Darussalam. Untuk itulah, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) mencoba menjajaki pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di negeri berjulukan ‘Negara Jamilah’ tersebut.

Untuk itu, Wakil Rektor III Universitas Moestopo, Dr. Ryantori bertemu dengan Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, H. E. Prof. Achmad Ubaedillah, M.A., Ph.D.

“Sebagai salah satu universitas swasta terkemuka di Indonesia dan demi menuju kampus kelas dunia, Universitas Moestopo terus melebarkan sayap di kancah internasional. Kami berharap bisa bekerjasama dengan sivitas akademika yang ada di Brunei Darussalam,” kata Dr. Ryantori.

Brunei merupakan salah satu negara penting di ASEAN. Menurut Prof. Achmad Ubaedillah Brunei memiliki arti penting dalam konteks regional yaitu Brunei, Indonesia, Malaysia, Philippines East ASEAN Growth Area yang sering disingkat menjadi BIMP-EAGA.

Karena itu, Prof. Achmad Ubaedillah yang pernah menjabat sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Riyadh, Arab Saudi ini juga mendorong agar kalangan akademisi mau meneliti lebih jauh mengenai potensi Brunei Darussalam yang positif bagi Indonesia agar Brunei tidak melirik ke negara lain.

“Brunei Darussalam dan Indonesia memiliki sejarah hubungan baik yang panjang. Itulah sebabnya kerja sama di berbagai bidang termasuk pendidikan harus terus dilakukan demi menjaga hubungan kedua negara,” lugasnya.

Hal itulah yang direspon oleh Universitas Moestopo. Dr. Ryantori mengatakan inisiatif Prof. Achmad Ubaedillah sangatlah bagus. Dan demi mewujudkannya, Universitas Moestopo menawarkan kerja sama berupa program Ambassador Lectures dalam waktu dekat.

“Universitas Moestopo juga berkeinginan melakukan kunjungan ke Brunei Darussalam untuk penjajakan kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan kampus dan akademisi di Brunei Darussalam yang dijembatani oleh Bapak Duta Besar Ubaedillah dalam kesempatan mendatang,” ujar Dr. Ryantori.

Dr. Ryantori juga berharap dengan jejaring luas dengan para Duta Besar, dan juga para tokoh lainnya, Universitas Moestopo dapat turut mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat di Indonesia, sesuai dengan motto dari Universitas Moestopo yaitu menebarkan pengetahuan, keterampilan, dan kebajikan.