MoneyTalk, Jakarta – Pada Jumat (24/10) di kanal Cokro TV, Zulfan Lindan menjadi narasumber dalam program yang dipandu oleh Ahmad Sahal bersama Jef Giovani. Diskusi kali ini membahas hasil survei terbaru dari LSI Denny JA, yang menunjukkan lonjakan tingkat kesukaan publik terhadap Prabowo Subianto sebagai presiden yang baru dilantik. Zulfan Lindan menjelaskan beberapa aspek mengapa tingkat kesukaan Prabowo meroket hingga 90,5%—sebuah angka yang mencerminkan dukungan lintas generasi, wilayah, hingga etnis.
Keberlanjutan Dukungan dari Era Jokowi ke Era Prabowo
Zulfan mengungkapkan, popularitas Prabowo tidak hanya sekadar hasil dari pencapaian politik pribadinya, namun juga buah dari sinerginya dengan Jokowi selama satu dekade terakhir. Menurutnya, banyak pemilih yang sebelumnya mendukung Jokowi kini beralih mendukung Prabowo karena kemiripan visi dan misi keduanya dalam membangun Indonesia. Zulfan juga menyoroti bagaimana kedekatan Prabowo dengan Jokowi terlihat dalam penyusunan cabinet. Prabowo secara terbuka meminta masukan dari Jokowi, menunjukkan bahwa hubungan keduanya tetap erat.
Dari Tokoh Militer Garang Menjadi Figur Pemersatu
Salah satu temuan menarik dari survei LSI adalah persepsi Prabowo yang kian dilihat sebagai tokoh pemersatu, khususnya di kalangan Gen Z dan milenial. Jef Giovani menjelaskan bahwa citra Prabowo yang dulunya terkesan militeristik kini berubah, terutama setelah bekerja sama erat dengan Jokowi. Pola komunikasi Prabowo yang tidak reaktif dan lebih diplomatis dinilai sebagai ciri pemimpin yang matang dan mampu merangkul semua pihak. Zulfan pun menyebut Prabowo sebagai “sintesa” antara elemen-elemen berlawanan dalam politik, yaitu mereka yang mendukung maupun yang mengkritik Jokowi.
Tantangan ke Depan Mempertahankan Kepercayaan Publik
Namun, Zulfan juga mengingatkan, tantangan bagi Prabowo ke depan adalah mempertahankan kepercayaan ini, terutama melalui kinerja kabinetnya. Zulfan menyinggung kejadian di mana seorang menteri menggunakan kop surat resmi untuk urusan pribadi, yang dinilai sebagai preseden buruk bagi pemerintahan baru. Ia berharap Prabowo mengambil langkah tegas agar kasus semacam ini tidak terulang, sehingga menjaga tingkat kepuasan publik tetap tinggi.
Menurut Zulfan dan Jef, tingginya kepercayaan publik pada Prabowo merupakan modal besar bagi Indonesia untuk menjalani lima tahun ke depan. Sebagai pemimpin yang lahir dari “proses regenerasi yang mulus” dengan dukungan Jokowi, Prabowo dinilai memiliki peluang besar untuk menyatukan kembali elemen-elemen politik yang terpecah dan membawa Indonesia menjadi negara yang lebih maju dan sejahtera.(c@kra)




