MoneyTalk, Jakarta – Kritikus politik Faizal Assegaf melontarkan pernyataan tajam terkait dinamika politik nasional. Dalam podcast di kanal YouTube Sinkos Indonesia pada Minggu (24/08), Faizal menyebut bahwa berbagai masalah yang kini muncul di era Presiden Prabowo Subianto sejatinya merupakan warisan buruk dari pemerintahan Jokowi dan gengnya.
“Ini loh soal ijazah palsu Jokowi, soal pulau geng Solo, soal pajak Sri Mulyani. Lama-lama kan matang. Berarti rakyat berada pada satu kesimpulan bahwa biang kerok itu adalah Jokowi dan gengnya,” tegas Faizal di awal perbincangan.
Faizal menyoroti rencana aksi demonstrasi besar pada 25 Agustus yang ramai dibicarakan di media sosial. Menurutnya, pemicu aksi ini adalah kemarahan rakyat terhadap kebijakan pajak yang dianggap menindas.
“Kalau ini memang terjadi demo besar, saya amati dipantik oleh masalah pajak yang terjadi di Pati. Ada yang mengatakan ini bisa transfer nasional, satu gerakan kesadaran rakyat melawan kebijakan yang memeras rakyat,” jelasnya.
Meski begitu, ia juga menduga ada tangan tersembunyi yang memanfaatkan momentum. “Barangkali demo-demo ini juga tangan tersembunyi, PSI Partai Gajah ini. Bisa jadi mereka sedang memainkan koreksi terhadap pemerintahan Prabowo,” tambahnya.
Faizal menegaskan, letupan-letupan masalah yang kini muncul bukanlah hasil kebijakan Prabowo, melainkan akumulasi persoalan dari 10 tahun pemerintahan Jokowi.
“Dalam praktik pemerintahan Jokowi 10 tahun, aneka masalah dipersembahkan secara culas, brutal, sporadis. Kini kita mendulang letupan satu demi satu. Bukan hanya soal pajak, tapi ketidakpastian hampir di semua dimensi,” ujarnya.
Ia menilai, Jokowi dan lingkarannya masih aktif “cawe-cawe” dalam pemerintahan, bahkan melalui partai politik tertentu. “Itu realitas politik. Terlihat semakin jelas Jokowi membangun satu kedigdayaan melalui politik informal yang dideklarasikan lewat PSI,” kata Faizal.
Lebih jauh, Faizal tidak menutup kemungkinan bahwa kemarahan rakyat bisa berkembang menjadi arus revolusioner. Menurutnya, Presiden Prabowo perlu membaca situasi ini secara cermat.
“Kalau kompromi dengan geng lama justru melemahkan, bisa saja rakyat mendorong jalan baru yang revolusioner. Prabowo harus menentukan apakah tetap bertahan dengan kompromi, atau memimpin gerakan perubahan,” ujarnya.
Hari demi hari rakyat semakin yakin, biang kerok kekacauan ini adalah Jokowi dan gengnya. Kalau Prabowo tidak segera mengambil langkah, maka eskalasi bisa berbalik menghentak kekuasaan.





