Warga Kepulauan Kangean Siap Lawan Mati-Matian! Tolak Eksploitasi Migas PT KEI

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Suhu penolakan terhadap rencana eksplorasi dan eksploitasi migas di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, kian memanas. Forum Kepulauan Kangean Bersatu (FKKB) mengeluarkan pernyataan sikap keras menentang kehadiran PT Kangean Energi Indonesia (KEI) yang akan melakukan penambangan migas di kawasan pulau-pulau kecil tersebut.

Dalam seruan yang ditandatangani Koordinator Lapangan Ahmad Yani, FKKB menegaskan masyarakat Kangean tidak akan tinggal diam melihat tanah leluhur mereka dieksploitasi. “Kami masyarakat Kepulauan Kangean pasti menolak tegas dan melawan tanpa kompromi,” tegas Ahmad Yani dalam pernyataannya, Sabtu (20/9/2025).

FKKB menilai rencana eksplorasi migas itu berpotensi merusak ekosistem alam dan mengancam kenyamanan hidup generasi mendatang. Mereka merujuk pada sejumlah regulasi yang dianggap dilanggar, di antaranya Undang-Undang No. 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Pasal 28H dan Pasal 33 UUD 1945, serta Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Tanah ini adalah warisan leluhur kami, tempat kami lahir, tumbuh, dan besar. Kami tidak punya daya untuk menyingkir. Ini adalah tempat tinggal terbaik untuk kami huni selamanya,” lanjut Ahmad Yani.

Dalam pernyataan sikapnya, FKKB menyampaikan dua tuntutan utama:

1. Menolak seluruh bentuk eksplorasi dan eksploitasi di Kepulauan Kangean.

2. Meminta PT KEI beserta mitranya segera angkat kaki dan menghentikan semua rencana kegiatan.

FKKB menegaskan bahwa jika perusahaan migas itu tetap memaksakan diri, warga siap melakukan perlawanan. “Kami akan menjaga, merawat, dan mempertahankan tanah kelahiran ini sampai kapan pun,” tandas Ahmad Yani.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Kangean Energi Indonesia belum memberikan tanggapan resmi atas ultimatum keras dari masyarakat Kepulauan Kangean tersebut. Situasi di lapangan masih dipantau ketat, sementara warga setempat bersiap menggelar aksi-aksi lanjutan bila diperlukan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *