Borok Pajak & Bea Cukai Dibongkar! Panda Nababan: Menteri Keuangan Jangan Cuma Gaya Koboi!

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Pernyataan keras meluncur dari mulut senior politik Panda Nababan dalam sebuah podcast yang tayang di kanal YouTube Keadilan TV pada Senin (22/09). Panda menguliti habis praktik kotor di tubuh Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai, bahkan menyebut pengalaman langsungnya menyaksikan aparat bermain di pelabuhan besar.

“Suasana ketakutan itu nyata. Pengusaha sudah mati rasa, sudah apatis. Pajak dan cukai bukan lagi memberi rasa aman, tapi jadi alat pemerasan,” ungkap Panda. Ia bahkan menceritakan pengalamannya bersama Jenderal Widodo Budiarmo, saat menyaksikan polisi-polisi KP3 berebut menurunkan barang dari kapal tanpa prosedur Bea Cukai.

Menurut Panda, masalah besar itu bukan rahasia lagi. “Kita pernah punya pejabat bersih seperti Tahir, Mari Muhammad, Hugeng, Yusuf. Sekarang? Boroknya justru ada di pajak dan cukai,” tegasnya.

Panda juga mengkritik gebrakan Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudi Sadewa, yang lebih sibuk tampil di televisi ketimbang membenahi fondasi penerimaan negara. “Jangan gaya koboi saja! Rakyat butuh bukti, bukan retorika. Bersihkan dulu pajak dan bea cukai, baru bicara langit-langit,” sindirnya.

Ia menyinggung data mencengangkan: kasus Rafael Alun (Rp40 miliar), skandal Rp16 triliun di Dirjen Anggaran 2025, hingga 964 pejabat Kemenkeu dengan harta tidak wajar Rp349 triliun. “Ini bukan sekadar isu, ini tikus yang sudah jadi lumbung,” kata Panda.

Panda mengingatkan, jika masalah klasik ini tidak dibereskan, agenda besar Presiden Prabowo untuk “bersih-bersih” hanya akan jadi jargon. “Kalau pejabat masih dianggap mesin cetak uang, percuma. Mental itu sudah ditanam sejak Orde Baru. Purbaya harus berani melawan, jangan cuma ikut arus,” ujarnya.

Pesannya jelas: rakyat tidak butuh Menteri Keuangan yang pandai berpidato, tapi yang mampu menciptakan rasa aman, transparansi, dan keadilan. “Bersihkan dulu! Kalau tidak, sama saja mengulangi cerita lama.”

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *