Gus Murtadho: Prabowo Bagian dari Sistem Bobrok, Tragedi Anak di Flores Bukti Negara Gagal Hadir

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta -Aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Roy Murtadho atau yang akrab disapa Gus Murtadho menilai Presiden Prabowo Subianto tidak bisa diharapkan untuk membawa perubahan mendasar bagi rakyat. Menurutnya, Prabowo merupakan bagian inti dari sistem yang selama ini melanggengkan kerusakan struktural di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Murtadho saat menanggapi kisah tragis meninggalnya seorang anak di Kampung Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur, yang diduga bunuh diri akibat putus asa menghadapi kondisi hidupnya.

“Presiden Prabowo tidak bisa diharapkan. Kenapa? Karena ia bagian inti dari sistem yang bobrok ini. Kerusakan struktural di Indonesia melekat dengannya,” ujar Gus Murtadho dalam pernyataan tertulisnya di media sosial, Selasa (3/2/2026).

Ia mengungkapkan, anak yang meninggal tersebut dikenal sebagai pribadi yang cerdas dan ramah di sekolah. Namun tekanan hidup yang dihadapi membuatnya kehilangan harapan. Sebelum meninggal, anak itu hanya menyampaikan satu permintaan sederhana kepada ibunya.

“Ini bukan sekadar tragedi personal. Ini adalah potret kegagalan negara dalam melindungi warganya yang paling rentan,” tegasnya.

Menurut Gus Murtadho, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa masalah kemiskinan, ketimpangan sosial, dan minimnya perlindungan sosial masih menjadi persoalan serius yang tidak terselesaikan dari waktu ke waktu.

Ia menilai, selama negara masih dikendalikan oleh elite yang menjadi bagian dari sistem lama, harapan untuk menghadirkan keadilan sosial akan sulit terwujud. Karena itu, ia mendorong lahirnya gerakan alternatif dari bawah.

“Kita memang tidak punya harapan selain penyatuan gerakan kelas pekerja lintas sektor untuk mewujudkan negara kesejahteraan dengan program redistribusi sumber daya,” kata Gus Murtadho.

Ia menegaskan, negara seharusnya hadir memastikan setiap warga, terutama anak-anak, mendapatkan hak dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan jaminan hidup yang layak agar tragedi serupa tidak terus berulang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *