‎Laporan Keuangan PLN Kurang Jujur ‎

  • Bagikan
PLN dari Alat Pembangunan Bangsa Menjadi Alat Komersial Oknum Pejabat?
PLN dari Alat Pembangunan Bangsa Menjadi Alat Komersial Oknum Pejabat?

MoneyTalk, Jakarta – Ekonom Yanuar Rizky dalam kanal YouTube awalilrizky menyatakan bahwa PT. PLN terlihat sehat di laporan keuangan. Tetapi separuh lebih arus kasnya justru bergantung pada subsidi dan kompensasi pemerintah.

‎Setengah dari pendapatan PLN bukan berasal dari pelanggan, tetapi dari subsidi & kompensasi pemerintah. Misalnya subsidi 450 VA tidak sekadar menutup selisih harga pokok, tetapi juga memberi margin 7% yang justru memperlihatkan bagaimana PLN tetap “dibantu untung” oleh APBN.

‎Tapi kompensasi dari Pemerintah sering terlambat cair. PLN pun kesulitan menjaga arus kas (cash flow). Apalagi ditambahi lagi kompensasi pemerintah tentang penetapan tarif listrik itu lebih rendah dari biaya produksi,kata Yanuar Rizky.

‎Akibatnya, laporan keuangan PLN langsung “berdarah-darah.” Beban kompensasi yang belum dibayar pemerintah harus diakui sebagai penurunan kesehatan keuangan PLN, Lanjut Yanuar.

‎Pada akhirnya, kasus PLN ini membuktikan satu hal sebesar. Apa pun upaya memoles laporan keuangan PT.PLN. Tetap saja PLN bergantung pada keputusan fiskal pemerintah.

‎Tanpa reposisi yang jujur terhadap fungsi PLN, krisis likuiditas dan risiko sistemik akan terus menghantui, bahkan bisa membebani generasi mendatang, tutup Yanuar.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *