MoneyTalk, Jakarta – Aksi Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution yang diduga melakukan razia terhadap truk bernomor polisi Aceh (BL) di Kabupaten Langkat menuai gelombang kritik. Kebijakan ini dianggap berbahaya karena bisa memicu ketegangan antar daerah, khususnya antara Sumut dengan Provinsi Aceh.
Dalam diskusi di kanal YouTube Madilog (2/10/2025) yang dipandu Indra Piliang, pengamat politik dan militer sekaligus dosen UNAS, Selamat Ginting, menilai kebijakan Bobby sama sekali tidak memahami pentingnya menjaga keutuhan wilayah Indonesia.
“Bobby Nasution tidak paham keutuhan wilayah Indonesia dan potensi disintegrasi bangsa. Dampak politiknya jelas, akan ada kerenggangan atau ketegangan politik antarwilayah, Sumatera Utara dengan Aceh. Ini akan meningkatkan sentimen negatif,” tegas Ginting.
Ia mengingatkan, persoalan ini muncul tak lama setelah polemik perebutan empat pulau yang diklaim Aceh namun sempat hendak diambil alih Sumut. “Baru saja masalah itu reda, sekarang muncul kebijakan razia plat BL. Ini jelas berbahaya, harus dihentikan dan dibatalkan,” ujarnya.
Menurut Ginting, jika alasan kebijakan itu untuk meningkatkan pendapatan daerah, maka caranya bukan dengan merazia kendaraan dari provinsi tetangga.
“Logikanya dari mana? Mobil tercatat dengan plat BL di kepolisian Aceh, tiba-tiba masuk Medan jadi BK. Gimana urusannya? Ini saya kira kebodohan yang dipelihara. Mestinya tidak begitu,” sindirnya keras.
Ia juga menilai kebijakan ini akan menimbulkan beban administratif sekaligus bisa dimaknai sebagai simbol perlawanan Sumut terhadap Aceh. “Kesan yang dibaca publik seperti itu. Dan ini berbahaya,” tambahnya.
Karena itu, Ginting menegaskan pemerintah pusat perlu segera turun tangan. “Pemerintah bisa menekan atau meminta Bobby membatalkan keputusan itu. Atau Bobby sadar diri, membatalkan sendiri tanpa perlu intervensi pusat,” pungkasnya.





