MoneyTalk, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa korupsi adalah ancaman terbesar bagi keberlangsungan negara. Ia mengibaratkan korupsi seperti penyakit kanker stadium empat yang sangat sulit disembuhkan bila tidak ditangani dengan tegas dan konsisten.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sesi dialog bersama Chairman and Editor in Chief Forbes, Malcolm Stevenson Jr. (Steve Forbes) di St. Regis, Jakarta, Rabu (15/10).
“Korupsi adalah penyakit. Kalau sudah stadium empat seperti kanker, sangat sulit disembuhkan. Dalam sejarah, korupsi bisa menghancurkan negara, bangsa, bahkan rezim,” ujar Prabowo.
Presiden menegaskan bahwa pemerintahannya berkomitmen untuk memberantas korupsi secara menyeluruh, tanpa pandang bulu. Ia menilai bahwa langkah paling efektif dalam melawan korupsi adalah memberi teladan langsung dari pemimpin.
“Kadang cara satu-satunya adalah memberi contoh. Saat saya pertama kali menjabat Menteri Pertahanan, saya panggil semua keluarga, saudara, keponakan. Saya katakan: jangan ada yang mendekati proyek pertahanan,” ungkap Prabowo.
Ia menambahkan, setelah beberapa bulan menjabat, masih ada saja pihak-pihak dari keluarganya yang mencoba mencari celah untuk terlibat dalam proyek pertahanan. Namun, Prabowo menegaskan sikap tegasnya.
“Saya coret semua nama keluarga saya dari proyek-proyek itu. Akibatnya, saya sempat sulit bertemu keponakan-keponakan saya selama beberapa bulan. Tapi memang begitu kalau ingin memberi contoh,” ucapnya disambut tepuk tangan audiens.
Operasi Bersih Tambang Ilegal
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga membeberkan langkah nyata pemerintahannya dalam menindak praktik ilegal di sektor sumber daya alam, khususnya tambang timah di Bangka Belitung.
“Kami dapat laporan ada seribu tambang timah ilegal di dua pulau itu. Sekitar 80 persen produksi timah kita bocor karena penambangan ilegal dan penyelundupan,” jelasnya.
Sebagai respons, pemerintah melancarkan operasi terpadu melibatkan TNI Angkatan Laut, udara, dan drone pengintai.
“Kami blokade seluruh akses laut. Tidak ada kapal keluar masuk tanpa pengawasan. Kami temukan banyak kapal menyembunyikan timah, bahkan di pasir,” ujar Prabowo.
Hasil operasi itu, lanjutnya, berhasil menyelamatkan aset negara senilai miliaran dolar.
“Kami menghitung, dari operasi di Bangka Belitung saja, negara terselamatkan hingga beberapa miliar dolar. Ini bukti nyata komitmen kami menegakkan hukum,” katanya.
Prabowo menegaskan, jika Indonesia mampu menekan korupsi dan memperbaiki tata kelola sumber daya alamnya, maka negara ini akan menjadi kekuatan yang mengejutkan dunia.
“Kalau kita bisa bereskan ini, Indonesia akan menjadi kejutan besar dunia. Kita punya potensi luar biasa,” tegas Presiden.
Pernyataan Prabowo ini menegaskan arah kebijakan pemerintahannya yang berfokus pada reformasi tata kelola, ketegasan hukum, dan pemberantasan korupsi dari dalam sistem.
Dengan nada optimistis, ia menutup pembicaraan dengan kalimat singkat namun kuat, “Saya akan terus berjuang melawan korupsi. Tidak ada jalan lain.”,ujarnyam





