MoneyTalk, Jakarta – Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya mengenai tawaran menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di pemerintahan Prabowo Subianto ramai diperbincangkan.
Pernyataan tersebut dikutip dari kanal YouTube Hersubeno Point pada 16 Februari 2026. Dalam tayangan itu, Hersubeno Arief menyebut Jokowi menyatakan tidak bersedia menjadi Wantimpres dan memilih tetap tinggal di Solo.
“Dia menyatakan tidak bersedia menjadi Wantimpres dan lebih memilih tinggal di Solo. Jokowi menyampaikan pada Jumat lalu saat merespons ‘wartawan’,” kata Hersubeno.
Namun, rangkaian jawaban Jokowi kepada wartawan justru memunculkan berbagai tafsir. Saat ditanya mengenai kabar dirinya akan dijadikan Wantimpres, Jokowi menjawab singkat, “Saya di Solo saja.”
Pertanyaan lanjutan terkait kemungkinan adanya pembicaraan dengan Presiden Prabowo juga dijawab dengan nada serupa, bahwa dirinya kini bukan lagi pejabat pemerintahan.
Jawaban berulang tersebut dinilai memunculkan pesan tersirat. Hersubeno menilai pola komunikasi Jokowi kerap menyampaikan makna ganda—antara menolak sekaligus membuka ruang kemungkinan.
“Sudah tapi belum, belum tapi sudah. Ogah tapi mau, mau tapi ogah. Itu pola bahasa Pak Jokowi,” ujarnya.
Sorotan juga muncul karena aktivitas Jokowi pasca lengser dari jabatan presiden. Meski menyatakan ingin kembali menjadi warga biasa di Solo, Jokowi masih kerap bolak-balik Solo–Jakarta, menerima tamu dari berbagai kalangan, termasuk tokoh politik, menteri kabinet, hingga pengusaha.
Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa posisi Ketua Wantimpres mungkin masih menjadi opsi politik yang terbuka, meski belum ada konfirmasi resmi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak Istana maupun dari Joko Widodo terkait spekulasi tersebut.





