MoneyTalk, Jakarta – Pengamat politik dan hukum Muslim Arbi mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menjemput paksa pengusaha Heri Setiyono alias Heri Black yang dikabarkan mangkir dari panggilan pemeriksaan penyidik.
Menurut Muslim langkah tegas diperlukan agar proses penegakan hukum dalam kasus dugaan suap impor di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan berjalan transparan dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik.
“Heri Black sudah dipanggil sebagai saksi tetapi tidak hadir. Kalau memang mangkir tanpa alasan yang jelas, KPK harus segera melakukan jemput paksa. Jangan sampai publik melihat ada perlakuan berbeda terhadap pihak tertentu,” ujar Muslim kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).
Muslim menilai, kasus dugaan suap impor tersebut menjadi perhatian publik karena diduga melibatkan praktik permainan impor dan pengurusan barang di kawasan pelabuhan. Karena itu, ia meminta KPK bergerak cepat mengusut seluruh pihak yang diduga terlibat.
“Kasus ini harus dibuka terang-benderang. Jangan hanya berhenti pada level pelaksana, tetapi telusuri juga aktor-aktor yang diduga menikmati aliran dana suap,” katanya.
Sebelumnya, KPK dikabarkan melakukan penggeledahan terhadap kontainer milik Heri Setiyono alias Heri Black di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah. Penggeledahan itu berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan suap impor di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Informasi yang beredar menyebutkan, penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah dokumen dan barang yang berada di dalam kontainer tersebut. Namun hingga kini, KPK belum memberikan penjelasan rinci mengenai hasil penggeledahan.
Dalam perkara ini, Heri Black diketahui dipanggil sebagai saksi oleh penyidik KPK. Akan tetapi, ia dikabarkan tidak memenuhi panggilan pemeriksaan tersebut.
Muslim menegaskan, ketidakhadiran saksi penting dapat menghambat proses penyidikan. Karena itu, ia meminta lembaga antirasuah menunjukkan ketegasan agar penanganan kasus tidak berlarut-larut.
“Kalau memang serius memberantas mafia impor dan praktik suap di Bea Cukai, KPK harus berani bertindak tegas kepada siapa pun,” pungkasnya.




