MoneyTalk, Jakarta – Politikus Jhon Sitorus melontarkan kritik tajam terkait penggunaan anggaran negara untuk pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto. Kritik tersebut disampaikan melalui akun media sosial X pada Selasa (26/5/2026), menyusul munculnya pemberitaan mengenai anggaran pembelian 1.098 sapi kurban yang disebut bersumber dari APBN.
Dalam unggahannya, Jhon Sitorus menyinggung narasi lama pendukung pasangan 02 yang menurutnya pernah menyatakan bahwa Prabowo tidak akan menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadi karena sudah kaya sejak lahir.
“Dulu gue masih ingat omongan para pemabuk 02. ‘Pilih Prabowo saja karena dia sudah kaya dari lahir, jadi ga mungkin pake APBN untuk kepentingan pribadi’,” tulisnya.
Ia kemudian mempertanyakan penggunaan APBN untuk pengadaan sapi kurban atas nama presiden. Menurutnya, publik justru menjadi pihak yang menanggung biaya.
“Terus ini apa? Buat kurban atas nama Presiden aja ternyata harus dari APBN. Dia yang dapat nama, rakyat yang mati-matian cari uangnya,” lanjutnya.
Pada akhir unggahan, Jhon juga melontarkan kalimat bernada keras yang ditujukan kepada para pendukung pemerintah.
Unggahan tersebut kemudian memicu beragam komentar dari warganet. Sebagian mendukung kritik yang disampaikan, sementara lainnya menilai program kurban presiden merupakan bagian dari tradisi bantuan sosial keagamaan negara yang telah berlangsung sejak pemerintahan sebelumnya.
Komentar Jhon Sitorus itu merespons pemberitaan yang menyebut pemerintah mengalokasikan sekitar Rp100 miliar dari APBN untuk pembelian 1.098 sapi kurban Presiden Prabowo pada Idul adha 2026. Dalam laporan itu disebutkan anggaran berasal dari pos bantuan kemasyarakatan.





