MoneyTalk.id,Jakarta – Perkembangan politik yang semakin meningkat eskalasinya membuat berbagai kalangan bermaksud menyampaikan pendapatnya melalui aksi unjuk rasa di Jakarta. Selain mahasiswa, dikabarkan rakyat juga akan turun dalam membersamai aksi unjuk rasa para mahasiswa.
Terkait rencana unjuk rasa Akbar diberbagai tempat di Jakarta yang akan digelar pada Kamis, 27 Agustus 2026, aktivis kelahiran tanah Betawi, Jalih Pitoeng mendukung rencana aksi akbar tersebut.
Dihubungi awak media, Jalih Pitoeng menyampaikan bahwa dirinya mendukung aksi akbar unjuk rasa mahasiswa dalam menyampaikan pendapat dimuka umum sebagai hak konstitusional warga negara.
“Secara pribadi saya sangat mendukung aksi-aksi unjuk rasa. Baik oleh mahasiswa maupun masyarakat lainnya,” ungkap Jalih Pitoeng, Senin (24/08/2026).
“Karena selain unjuk rasa adalah hak konstitusional warga negara, rakyat juga berhak untuk menyampaikan pendapat dan aspirasinya dimuka umum,” lanjut Jalih Pitoeng.
“Bahkan, sudah puluhan kali saya sampaikan dalam setiap orasi, bahwa tidak boleh ada seorangpun di negeri ini yang boleh melarang orang berunjuk rasa,” Jalih Pitoeng menegaskan.
“Tentunya harus menjaga kondusifitas dan bertanggung jawab agar tidak terjadi tindakan-tindakan yang anarkis,” pinta Jalih Pitoeng.
“Karena unjuk rasa dan penyampaian pendapat adalah hak konstitusional warga negara yang dilindungi oleh undang-undang. Bahkan UUD 1945,” Jalih Pitoeng menegaskan.
Ditanya bagaimana soal pengamanan aksi Akbar yang akan digelar serentak di Jakarta tersebut, tokoh muda Betawi yang dikenal sangat kritis ini menjawab tegas.
“Itu merupakan tanggung jawab pihak keamanan dalam hal ini adalah kepolisian,” jawabnya tegas.
“Fungsi TRIBRATA yaitu melayani, mengayomi dan melindungi adalah kewajiban pihak kepolisian dalam hal ini Mapolda Metro Jaya,” kata Jalih Pitoeng.
“Oleh karena itu, kita selaku orang Betawi secara kultural dan warga Jakarta secara teritorial, akan menghormati dan menghargai hak-hak konstitusional warga negara yang ingin berunjuk rasa, namun kita juga punya kewajiban bersama untuk menjaga kondusifitas ibukota Jakarta,” pungkas Jalih Pitoeng.





