MoneyTalk.id,Jakarta – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, melontarkan kritik keras terhadap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Ia menilai sejumlah rekaman yang beredar di ruang publik justru menunjukkan adanya tindakan yang berpotensi merongrong kewibawaan Presiden Prabowo Subianto.
Said Didu bahkan menyebut fenomena tersebut sebagai indikasi “pembusukan dari dalam” pemerintahan Presiden Prabowo.
Menurut Said Didu, setidaknya sudah empat kali publik menyaksikan rekaman atau video yang memperlihatkan perilaku Teddy Indra Wijaya yang menurutnya dapat menimbulkan persoalan terhadap kewibawaan Presiden.
“Minimal sudah empat kali kita menyaksikan ‘bocoran’ rekaman Seskab Teddy Indra Wijaya yang merongrong kewibawaan Presiden,” kata Said Didu, Kamis (10/9/2026).
Ia kemudian merinci empat peristiwa yang menjadi sorotannya.
Pertama, terkait video mengenai ulang tahun Teddy di Paris. Kedua, mengenai kiriman bunga dari kalangan yang disebutnya oligarki untuk ulang tahun Seskab di Kantor Sekretariat Kabinet.
Ketiga, Said Didu menyoroti rekaman ketika Teddy terlihat memainkan pulpen saat Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dalam sebuah forum resmi.
Keempat, ia mempersoalkan momen ketika Teddy mengambil mikrofon saat Presiden Prabowo sedang berbicara.
Bagi Said Didu, rangkaian peristiwa tersebut tidak bisa hanya dilihat sebagai persoalan perilaku personal. Ia menduga masih terdapat berbagai kejadian lain yang tidak diketahui publik.
“Saya yakin banyak hal yang terjadi yang tidak terbuka ke publik yang merongrong kewibawaan Presiden,” ujarnya.
Said Didu kemudian mengajukan pertanyaan yang lebih jauh mengenai munculnya berbagai video tersebut. Menurut dia, bukan tidak mungkin rekaman-rekaman yang kemudian beredar ke publik sengaja dibocorkan untuk memperlihatkan pertarungan pengaruh di lingkaran kekuasaan.
“Sepertinya video-video seperti itu sengaja dibocorkan untuk menunjukkan siapa sebenarnya yang kuat antara Geng SOP atau Prabowo,” kata Said Didu.





