Di Momen aksi Kamisan ke 925, Akademisi dan Aktivis Ajak Bersatu Lawan Impunitas

  • Bagikan
Aksi Kamisan ke-825 di depan Istana Negara, Jakarta
Aksi Kamisan ke-825 di depan Istana Negara, Jakarta

MoneyTalk.id,Jakarta – Ratusan massa yang terdiri dari aktivis  Hak Asasi Manusia (HAM), mahasiswa,  akademisi, hingga keluarga korban pencari keadilan kembali menggelar Aksi Kamisan ke-825 di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

​Dalam aksi tersebut, para peserta menyuarakan seruan bersama untuk melawan praktik impunitas terhadap para pelaku pelanggaran HAM di Indonesia. Suasana aksi kian berbobot dengan hadirnya akademisi sekaligus dosen senior, Paulus Januar, yang memberikan orasi ilmiah dalam bentuk ‘kuliah jalanan’.

Dalam orasinya, Paulus menegaskan pentingnya konsistensi masyarakat sipil dalam menolak impunitas. Secara khusus, Aksi Kamisan kali ini menyoroti peringatan enam tahun peristiwa pembunuhan pimpinan gereja di Papua, Pendeta Yeremia Zanambani, yang tewas terbunuh pada 19 September 2020 di Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

”Hari ini, di depan Istana Kepresidenan yang megah, kita menyampaikan aspirasi atas pembunuhan Pendeta Yeremia di Tanah Papua. Kasus ini sudah berlalu enam tahun, tetapi pelakunya hanya dijatuhi hukuman ringan. Mengapa ini bisa terjadi? Karena masih adanya impunitas terhadap pelaku dan tingginya kecenderungan militerisme yang harus kita lawan bersama!” tegas Paulus Januar di hadapan peserta aksi.

Mantan Ketua Umum Presidium PP PMKRI era 1980-an tersebut menambahkan, penuntasan kasus Pendeta Yeremia tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan saja. Negara dinilai wajib mengusut tuntas hingga ke aktor intelektual atau dalang di balik penembakan tersebut.

Ia juga menggarisbawahi bahwa perlawanan terhadap praktik impunitas tidak hanya terbatas pada kasus yang terjadi di Papua, melainkan harus berlaku untuk seluruh rekam jejak pelanggaran HAM di tanah air.

​”Masalah melawan impunitas ini tidak hanya berlaku untuk kasus pembunuhan Pendeta Yeremia di Tanah Papua, tetapi juga untuk seluruh kasus kejahatan pelanggaran HAM di Indonesia,” pungkasnya.

​Melalui aksi ini, para peserta berharap pemerintah mengambil langkah konkret dan tidak membiarkan kasus-kasus kejahatan masa lalu lenyap ditelan waktu tanpa penegakan hukum yang adil.

Di Momen aksi Kamisan ke 925, Akademisi dan Aktivis Ajak Bersatu Lawan Impunitas.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *