Kasus P Diddy, Cassie Sempat Dituduh Memeras

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Sean John Combs kini lebih dikenal dengan Diddy, setelah sebelumnya dikenal dengan nama Puff Daddy dan P. Diddy.

Dia adalah rapper, penyanyi, penulis lagu, produser musik terkenal, dan perancang busana AS. Ia memiliki perusahaan rekaman Bad Boy Records.

Lagunya banyak yang terkenal, contohnya “I’ll be missing you (feat. Faith Evans, 112)”. Dia juga beberapa kali menangin award dan kerja sama dengan banyak artis terkenal.

P. Diddy umurnya 54 tahun dan punya 7 orang anak dari beberapa mantannya. Tapi, dia paling lama pacaran sama Cassandra Ventura (Cassie) selama 11 tahun.

Penangkapan P. Diddy bermula dari laporan mantan pacarnya, Cassie. Cassie melaporkan Diddy pada 16 November 2023, tapi gugatan tersebut selesai dengan damai.

Dalam gugatan tersebut, Cassie menandatangani kontrak dengan Bad Boy Records. la diiming-imingi untuk memiliki gaya hidup yang mewah, instan, dan penuh obat terlarang. Namun, ia harus menjalani hubungan romantis dengan bosnya (Diddy), salah satu pria paling berkuasa di industri hiburan.

Cassie mengaku mendapatkan kekerasan fisik, pemaksaan dalam prostitusi, dan melihat Diddy membawa senjata api. Kekerasan seksual yang Diddy lakukan adalah ngasih obat-obatan untuk menurunkan kesadaran Cassie.

Diddy lalu memerkosa Cassie kalau ia tidak mau bersetubuh. Selain itu, Diddy juga kerap mengancam Cassie apabila ia tidak mau bersetubuh dengan PSK yang Diddy sewa.

Di persidangan, pengacara Diddy mengatakan, “Cassie yang memeras Diddy, Diddy dimintain uang 30 juta dolar (453 miliar rupiah) untuk membayar buku kerja sama mereka. Kalau enggak, Cassie bakal ngebongkar semua kelakuan Diddy.”

Kasus ini berakhir dengan Diddy memberikan uang damai sebesar 450 M itu pada Cassie.

Dari kasus itu, jadi banyak kasus yang terbongkar. Salah satunya penggugat anonim lainnya muncul. Gugatannya lebih besar lagi. Menurutnya, Diddy memakai labelnya, Bad Boy Records, untuk melakukan perdagangan seks bersama Harve Pierre, Presiden Bad Boy saat itu.

Pada 25 Maret 2024, rumah Diddy di Los Angeles & Miami dirazia. Homeland Security Investigations, aparat yang terkenal fokus menyelidiki kasus kekerasan seksual, memimpin razia ini. Senjata-senjata api ditemukan di kedua rumah mewah Diddy.

Salah satu agen yang merazia mengklaim, ditemukan 1000 botol baby oil dan lubricant serta mainan seks yang diduga dipakai untuk melancarkan aksi pemerkosaan massal yang Diddy lakukan. pesta seks yang disebut “freak offs” atau pesta putih.

Diddy mengundang banyak artis yang belum terkenal atau orang biasa. Ada juga yang di bawah umur. Di sana mereka dibius dan diancam untuk bersetubuh dengan Diddy sendiri, PSK laki-laki yang Diddy sewa, atau tamu-tamu Diddy yang juga artis. Freak Offs bisa berlangsung berhari-hari karena para korban diberi “obat-obatan”.

Para korban ini direkam. Kamera-kamera siap di berbagai posisi termasuk sudut CCTV, untuk merekam pemerkosaan massal ini. Rekaman ini disimpan Diddy untuk memeras dan mengancam para korbannya.

Atas kejahatan yang dilakukannya, P. Diddy terancam penjara seumur hidup dan disita seluruh asetnya yang terkait dengan kegiatan kriminalnya serta orang yang terlibat dengannya.

Penulis: Vierna Putri Kusuma Destharany, Universitas Jakarta

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *