Ketika Negara Masa Bodoh dengan Penculikan 13 aktivis Dan pemerkosaan massal Mei’98 Disebut rumor belaka

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Saat ini ada beberapa nama yang dulu diculik atau korban penculikan sudah masuk ke dalam jajaran kabinet Prabowo atau kabinet Merah Putih. Dulu berada di kubu yang bersebrangan dengan Prabowo, sekarang bagian dari pemerintahan Prabowo.

Selain itu, ada ironi bahwa peristiwa keji pemerkosaan massal Mei’98 disangkal Menteri Kebudayaan, Fadli Zon sebagai rumor belaka. Ia ingin membersihkan lumuran darah dengan menulis ulang sejarah bangsa lewat buku putihnya.

Dan sesuai dengan undangan yang disebar lewat WhatsApp bahwa kasus penculikan 13 aktivis 1997-1998 dan tragedi pemerkosaan massal Mei 98′, tak pernah diusut tuntas, kata Narahubung Adhe Emi dari Forum Alumni PRD dan Pergerakan Demokratik.

Untuk itu Kami Forum Alumni PRD dan Pergerakan Demokratik menuntut penuntasan kasus penculikan aktivis dan pemerkosaan massal Mei 1998, melalui konferensi pers dan Pernyataan sikap akan disampaikan :oleh, Pertama, Ririn Sefsani (mantan aktivis PRD), kedua,Wahyu Susilo sebagai adik korban penculikan, Wiji Thukul, ketiga Zainal Muttaqin (Sekjen IKOHI), Keempat, Roni R (mantan aktivis PRD), dan Kelima Muhammad Irfan (mantan aktivis PRD)

Acara Forum Alumni PRD dan Pergerakan Demokratik ini akan diselenggarakan pada hari Minggu,tanggal 27 Juli 2025. Pada pukul 10.00 – 12.00 di Kantor YLBHI, Jl. Diponegoro No.74, Menteng, Jakarta Pusat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *