MoneyTalk,Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, menegaskan bahwa momentum kasus dugaan korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan (Wamenaker) harus dijadikan pelajaran penting untuk memperbaiki nasib buruh di Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam acara Rakyat Bersuara di iNews TV pada Selasa (26/08).
Menurut Adian, permasalahan utama bukan hanya soal figur atau tokoh tertentu, melainkan sistem biaya “siluman” yang selama ini membebani pengusaha hingga 30% dari biaya produksi. Praktik itu, lanjutnya, membuat pengusaha terpaksa menekan biaya lain, dan buruh selalu menjadi pihak paling lemah yang ditekan dengan upah rendah.
“Kalau biaya siluman ini diberantas, otomatis upah buruh bisa naik sampai 30%. Itu juga yang dulu pernah diungkap almarhum Munir sejak 1990-an. Jadi ini bukan isu baru, tapi kenyataan yang masih terjadi sampai hari ini,” kata Adian.
Ia mencontohkan perbedaan antara buruh sawit di Indonesia dan Malaysia. Padahal kondisi tanaman, pupuk, dan komoditas sama, namun upah buruh di Malaysia bisa lebih tinggi Rp3 juta per bulan karena tidak ada praktik pemerasan terhadap pengusaha.
Adian menekankan bahwa momentum saat ini harus dijadikan titik balik oleh Presiden Prabowo Subianto untuk benar-benar membersihkan sistem, bukan sekadar menyelesaikan kasus-kasus kecil.
“Tidak ada jabatan yang abadi. Prabowo pun suatu saat akan berakhir. Pertanyaannya, beliau ingin dikenang sebagai apa? Apakah sebagai bapak keadilan bagi buruh, atau justru sebaliknya?” tegas Adian.
Lebih jauh, Adian menjelaskan bahwa korupsi memiliki berbagai tingkatan, mulai dari pengadaan barang dan jasa, pemberian kuota impor, hingga pemberian izin tambang. Menurutnya, praktik yang dilakukan di kasus Noel hanya bentuk paling primitif, sementara korupsi terbesar justru terjadi di level atas seperti investasi, infrastruktur, hingga pelepasan kawasan hutan.
“Kalau koruptor yang jago itu main di level investasi, pengadaan infrastruktur, pelepasan hutan, atau kuota impor. Itu yang besar-besar. Yang kecil-kecil seperti Noel ini, itu urusan jaksa kabupaten saja,” ujarnya.
Adian menegaskan, jika biaya siluman diberantas, maka dampak positifnya akan sangat besar: upah buruh naik, daya beli meningkat, produksi bertambah, dan lapangan kerja terbuka luas.
“Dari peristiwa kita belajar, dari peristiwa kita berubah. Momentum ini jangan disia-siakan. Gunakan untuk memperbaiki nasib buruh, karena merekalah jumlah terbesar rakyat kita,” pungkas Adian.



