Kritik Gus Murtadho untuk Ulil Abshar-Abdalla: Intelektual Mandek, Politisi Gagal, Kini Sibuk Bela Tambang

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Kontroversi kembali mengemuka di jagat media sosial setelah Roy Murtadho (Gus Murtadho) melontarkan kritik keras terhadap tokoh intelektual Islam progresif, Ulil Abshar-Abdalla. Melalui sebuah unggahan yang tengah ramai diperbincangkan, Gus Murtadho menilai bahwa kiprah intelektual Ulil belakangan ini tidak lagi menunjukkan perkembangan yang berarti. Bahkan, Gus Murtadho menyebut Ulil gagal berpolitik dan kini justru sibuk membela kepentingan pertambangan.

“Belakangan saya merasa kasihan lihat Ulil. Jadi intelektual sudah nggak berkembang. Jadi politisi gagal. Mau jadi wali malah sibuk belain tambang. Dia sadar nggak ya bahwa dia sedang mempermalukan dirinya sendiri? Ya sudah lah. Masa saya kasihan pada seorang wali,” ujar Gus Murtadho dalam pernyataannya, Selasa (2/12/2025).

Gus Murtadho juga menyinggung kritik serupa yang sebelumnya disuarakan oleh Windu, seorang sahabat sekaligus kolega diskusi dalam isu-isu pemikiran. “Ini kritik dahsyat dari kamerad Windu untuk Ulil. Bagus sekali kalau Ulil berkenan menanggapi kritik Windu ini biar ada polemik pemikiran,” tulis Roy.

Menurut Gus Murtadho, polemik terbuka merupakan tradisi intelektual yang sehat dan perlu dihidupkan kembali. Ia bahkan mengajak murid-murid Ulil yang dikenal sebagai pakar tasawuf maupun intelektual Islam untuk turun tangan membela sang guru, bila memang merasa framing yang diarahkan para aktivis lingkungan terhadap Ulil tidak adil.

“Biar nggak teriak-teriak di medsos seolah sang maha guru sedang diserang jahat oleh aktivis lingkungan. Ayo tradisi polemik tulisan atau debat terbuka dimulai lagi,” tambah Gus Murtadho.

Hingga berita ini diturunkan, Ulil Abshar-Abdalla belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang dilayangkan Gus Murtadho maupun Windu. Publik kini menanti apakah polemik ini akan memunculkan debat pemikiran yang lebih substantif atau justru melebar menjadi pertarungan opini di media sosial.

Perkembangan terkait isu ini diperkirakan akan terus menarik perhatian, mengingat posisi Ulil sebagai salah satu figur penting dalam wacana keislaman progresif di Indonesia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *