MoneyTalk, Jakarta – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi yang kini bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM.ID) bekerja sama dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bekasi menggelar seminar bertajuk “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Pendidikan Tingkat Lanjut”, Selasa (6/1/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi strategis antara Pemkab Bekasi dan UNISMA Bekasi/UM.ID dalam mendorong peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) melalui pendidikan lanjutan, khususnya jenjang magister.
Ketua Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan (MIP) UNISMA Bekasi, Dr. M. Harun Al Rasyid, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar tersebut sekaligus menjadi ajang sosialisasi Program Studi MIP. Ia menjelaskan bahwa pada semester ini, pendaftaran MIP akan dibuka untuk perkuliahan yang dimulai pada Maret 2026.
“Program Magister Ilmu Pemerintahan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan. Program ini berbasis riset dengan penyusunan tesis dan dapat diselesaikan dalam waktu 1,5 tahun,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa UNISMA Bekasi menyediakan skema beasiswa, termasuk beasiswa rekomendasi dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM). “MIP bukan menjadi beban, tetapi justru membahagiakan. Syaratnya sederhana, daftar dan lulus. Kami ingin memastikan ASN bisa studi lanjut dengan nyaman,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris BKPSDM Kabupaten Bekasi, Bennie Yulianto Iskandar, yang hadir sebagai keynote speaker, menyampaikan apresiasi kepada UNISMA Bekasi atas undangan dan penyelenggaraan seminar tersebut. Ia menilai tema seminar sangat relevan dengan tantangan birokrasi saat ini.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bekasi, kami mengucapkan terima kasih. Ini adalah langkah awal kolaborasi yang baik antara Pemkab Bekasi dan UNISMA Bekasi,” ujarnya.
Menurut Bennie, ASN saat ini tidak hanya berperan sebagai pelaksana administrasi, tetapi juga sebagai perekat bangsa dan faktor penentu pembangunan daerah. “ASN adalah human capital. Mereka dihadapkan pada tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks, sehingga harus terus berkembang sebagai individu maupun abdi negara,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pendidikan tingkat lanjut bukan semata pencapaian akademik, tetapi sarana untuk meningkatkan kepemimpinan, integritas, dan kinerja. “Integritas itu adalah kemampuan berbuat baik meskipun tidak ada yang mengamati. ASN yang melanjutkan pendidikan diharapkan memberi dampak nyata bagi kinerja organisasi dan mampu mewujudkan visi Pemda Bekasi,” katanya.
Namun demikian, Bennie juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara studi dan tugas kedinasan. “Pendidikan lanjutan harus tetap seimbang dengan kewajiban sebagai ASN. Setelah lulus, kontribusi nyata menjadi hal yang utama,” pungkasnya.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. AOS Kuswandi, M.Si dan Dr. Siti Nurhidayah, M.Si.
Dalam paparannya, Dosen Psikologi UNISMA Bekasi Dr. Siti Nurhidayah, M.Si menyoroti pentingnya work life balance di era digital. Menurutnya, teknologi dapat membantu meringankan beban kerja, tetapi juga berpotensi mengganggu keseimbangan hidup jika tidak dikelola dengan baik.
“Kita semua di sini bekerja, memiliki kehidupan berkeluarga, dan beribadah. Keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan kehidupan pribadi sangat menentukan kinerja,” ujarnya.
Ia memberikan ilustrasi sederhana, “Kadang kita siap dan sigap saat berjabat tangan dengan atasan, tetapi tidak siap secara emosional ketika berinteraksi dengan anak dan istri. Di situlah keseimbangan sering hilang.”
Dr. Siti Nurhidayah menekankan perlunya manajemen waktu yang baik bagi ASN yang bekerja sambil menempuh studi lanjut agar kinerja dan kehidupan keluarga tetap harmonis.
Sementara itu, Dosen Magister Ilmu Pemerintahan Unisma Bekasi Dr. AOS Kuswandi, M.Si menekankan bahwa ASN harus menjadi bagian dari solusi dalam pelayanan publik. Ia menyoroti fenomena ASN muda berlatar belakang sarjana yang cenderung pasif.
“Ketika ditanya apakah ada usulan, jawabannya sering hanya ‘siap’. Padahal yang dibutuhkan adalah pemikiran dan gagasan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa studi lanjut menjadi salah satu syarat penting untuk pengembangan karier, termasuk untuk menduduki jabatan struktural seperti eselon III. “Program S2 Ilmu Pemerintahan di UNISMA Bekasi dirancang fleksibel, dengan sistem tatap muka dan online, agar dapat diikuti ASN tanpa mengganggu tugas utama,” jelasnya.
Melalui seminar ini, UNISMA Bekasi dan BKPSDM Kabupaten Bekasi berharap terbangun sinergi berkelanjutan dalam mencetak ASN yang berintegritas, berkapasitas, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah di masa depan.

