MoneyTalk, Jakarta – Aktivis Nahdlatul Ulama (NU), Umar Hasibuan atau yang akrab disapa Gus Umar, mempertanyakan keras kemunculan gerakan “We Stand With Yaqut” yang ramai beredar di media sosial Facebook dan TikTok. Gerakan tersebut dinilai tidak sensitif terhadap fakta hukum yang sedang berjalan, khususnya terkait dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji.
“Gak habis pikir saya, untuk apa gerakan ini?” tulis Gus Umar dalam unggahannya di media sosial, dikutip Selasa (13/1).
Menurut Gus Umar, saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita uang sekitar Rp100 miliar yang diduga berasal dari pihak-pihak yang menerima aliran dana korupsi haji. Fakta tersebut, kata dia, seharusnya menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk menahan diri, bukan malah membangun narasi pembelaan di ruang publik.
“Ini bukan isu kecil. Duit ratusan miliar sudah disita KPK. Itu uang umat, uang jamaah haji. Lalu masih ada yang bikin gerakan dukungan?” ujarnya.
Gus Umar menilai gerakan “We Stand With Yaqut” berpotensi menyesatkan opini publik dan mencederai rasa keadilan masyarakat, terutama calon jamaah haji yang selama ini harus antre bertahun-tahun dengan biaya yang terus meningkat.
Ia juga menyebut bahwa korupsi haji bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi kejahatan moral dan spiritual yang dampaknya langsung menyentuh ibadah umat Islam.
“Kalau sudah menyangkut ibadah haji, lalu dikorupsi, itu bukan cuma kejahatan administratif. Ini kejahatan akhlak. Pelaku bejat seperti ini pantas disebut apa?” tegasnya.
Gus Umar mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terseret propaganda emosional di media sosial dan tetap mempercayakan proses hukum kepada KPK. Menurutnya, dukungan yang seharusnya diberikan adalah kepada penegakan hukum dan transparansi, bukan kepada figur yang tengah disorot karena dugaan korupsi.
“Kalau memang tidak bersalah, buktikan di hukum. Bukan dengan gerakan-gerakan dukungan yang justru melukai perasaan umat,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak-pihak yang menginisiasi gerakan “We Stand With Yaqut” terkait kritik yang disampaikan Gus Umar.



